
Hai Guys, Kenalin nih Nama Aku? Kalian tau siapa aku? Enggak ya? sini aku kasih tau ya.
Namaku Adalah Aeleasha Eirene Lareina Mahveen Barayev, Ya yang kalian Tau Aku adalah Putri bungsu Halim Barayev dan Zanitha Mahveen, Jadi Marga Mahveen dan Barayev Itu Adalah Keluargaku,kenapa orang tuaku Memilih Memberiku kedua marga tersebut? Entah Namun Itu yang mereka berikan,Oh ya panggilan Ku Yaitu Eirene Atau Iren, Aku masih berusia 20 Tahun, Masih Semester 5 di universitas Negeri di kota ini, Namun Dari SMA aku juga sudah Membuka Bisnis, kuliner Lareina Bakery, Dan Lareina Resto, Aku juga mempunyai satu Boutique Lareina Boutique, Mahbara Company,siapa yang tidak mengenalnya, kini akulah CEO nya, Di sela-sela kesibukan ku menempuh pendidikan,tapi aku juga Berkerja,Aku orangnya pendiam, Diam-diam Menghanyutkan, Siapa sih yang tidak mengenal Eirene, Duta kampus sekaligus Ketua BEM Kampus, Banyak prestasi Juga yang Eirene Raih, Membawa Nama kampus dan Sekolahnya dulu, membuat mereka bangga, Agak Jutek, Ramah-tamah,Tidak egois dan tidak sombong dan selalu rendah hati, oke sekian dulu ya.
Guys penasaran sama abangku? Ganteng kok sayang udah nikah tapi.
Felix Levon Mahveen Barayev, Pria berusia 29 Tahun itu, Dia sudah menikah Dengan Laura Annasya dan memiliki seorang putri Yaitu Kalea Aurora Marshanda Felix, Putri kecil mereka berusia 5 Tahun, Ya Lahirnya Kalea saat Felix umur 24, Saat dirinya masih memimpin Restoran Milik Keluarga hingga sekarang, Awalnya mereka menikah karena perjodohan,Felix sudah mempunyai Calon yaitu, Kaila sama dengan nama Kalea bukan? memang ia tidak ingin menyamakan,tapi Nama Kalea ia ingin mengenang Kaila di hidupnya.
Di Rumah Keluarga Mahveen Barayev
Papa Halim berencana akan menjodohkan Eirene Dengan Putra sahabatnya, Apakah Eirene tau? jawabannya tidak ia tidak tau sama sekali, Jika mungkin Tau ia akan menolaknya, karena tidak mau menikah bukan atas dasar cinta.
"Eirene Sini Papa Mau bicara sama kamu" Kata Papa Halim
"Apa pa, Apakah ada masalah, Mungkin tidak kan, jika ada Eirene Akan menyelesaikannya" Kata Eirene
Eirene berjalan menuju ruang tamu, Langkahnya Yang Anggun,memang itulah Eirene Anggun dan Lemah Lembut ketika dihadapan keluarganya maupun di hadapan publik,tapi jika ia sedang marah ia akan marah-marah dan sangat judes.
"Duduk nak, Papa ganggu aktivitas kamu" Tanya Papa Halim
"No papa, Ada apa" tanya Eirene
"Papa mau cucu dari Eirene, putri bungsu papa" Kata Halim
__ADS_1
Sungguh membuat Eirene Terkejut Ketika mendengarnya, Apa Cucu kan sudah ada Kalea kenapa papa Meminta darinya.
"Pa kan sudah ada Kalea" Kata Eirene
"Anak papa kan dua, Felix sudah kan tinggal kamu" Kata Papa Halim
"Maksudnya papa apa, lebih baik papa to the point " Kata Eirene
"Maksud papa akan menjodohkan kamu dengan putra sahabat papa,apa kamu bersedia " Tanya Papa halim
"Pa Eirene sudah punya pacar, mana mungkin Eirene menerimanya, Papa sekarang gak jaman Loh main perjodohan gini, Lagian Eirene bisa cari sendiri" kata Eirene
"Nak, Ini demi masa depan kamu, Kebahagiaan kamu papa yakin jika kamu sama dia kamu bisa lebih bahagia " Kata Papa Halim
Harus apakah Eirene, Menerima Perjodohan ini atau menunggu Seseorang yang ia cintai melamarnya, Jika iya kapan Revan akan melamarnya keburu dia dinikahi oleh laki-laki lain.
"Papa jangan dipaksakan,biar Eirene memilih pilihannya sendiri " Kata Mama Zanitha
"Mama bantuin Eirene,Aku gamau ma, Aku cintanya mas Revan, aku gamau laki-laki lain ma" Kata Eirene
"Seiring berjalannya waktu kamu pasti cinta ke dia nak" Kata Papa Halim
"Eirene Gak Mau pa, Belum tentu dia Nerima Eirene, belum tentu juga dia baik pa" Kata Eirene
__ADS_1
Kenapa harus Ada Perjodohan, ketika ia sudah mencintai Revan, Haruskah Ia menjalani kehidupan bersama seseorang yang ia tidak pernah kenal dan ia cintai.
Jika cinta akan datang seiring berjalannya waktu,Tapi kebahagiaan tidak bisa dipaksakan bukan, Jika bahagiaku bersama Revan kenapa harus dia yang papa mau, apa hebatnya dia kenapa harus seperti ini.
Siapa laki-laki tersebut, apakah aku mengenalnya,jika iya kenapa harus dengan dia, Eirene memilih untuk meninggalkan papa dan mama nya, ia memilih untuk masuk ke kamar.
Eirene menelfon Revan, menyuruh Revan segera melamarnya, Apa kata Revan tunggu saya aku akan segera melamar kamu, terlambat Revan aku akan segera menikah dengannya jika lamaran kamu tidak kunjung datang.
"Papa jangan gitu ke Eirene,kenapa papa malah mau Jodohin mereka sih, Pa Eirene juga pasti keberatan dengan statusnya, seharusnya papa mikirin dong hal ini" Kata Mama Zanitha
"Eirene harus belajar dewasa ma, dia harus belajar bagaimana rasanya jauh dari kita, papa tau Eirene tidak manja ke kita, tapi kita yang terlalu memanjakan Eirene,dan Anak teman papa lah yang cocok Untuk membimbing Eirene " Kata Papa Halim
"Pa Eirene udah dewasa, Lagian dia ada Revan masak papa tega banget lihat anak sendiri sedih" Kata Mama Zanitha
"Mama Papa ngelakuin ini demi kebahagiaan Eirene, percaya sama papa, calon suami Eirene dia bisa menjaganya dan membahagiakan Dia, Eirene emang masih kekanak-kanakan kan ma, Papa cuma mau tau apakah Eirene bisa" Kata Papa Halim
Eirene Memeluk Bonekanya, Itu adalah Boneka pemberian Revan, Saat ia mau boneka itu Revan langsung peka terhadapnya, hingga ia Eirene dibelikan oleh Revan.
Jika takdir Eirene untuk pria yang tidak tau siapa, berati jodohnya dengan Revan hanya sampai disini, Jika restu orang tua tidak ia dapatkan lalu apakah dengan menentang restu mereka masalah akan selesai? iya kalau selesai jika tambah masalah bagaimana.
Mungkinkan pilihan papa ini adalah yang terbaik untuk Eirene,jika iya Apa Eirene harus mau menerimanya, Menikah Dengan laki-laki yang belum pernah ia temui sama sekali, Bagaimana bisa.
Ya saat Melamar nanti Mempelai Pria tidak akan ikut, Semua surat akan di urus oleh pihak keluarga, Bagaimana Tidak mulai dari Kebaya dan Gaun pengantin, Kedua orangtuanya sudah mempersiapkan, Mereka akan bertemu saat Foto prewedding dilaksanakan, Mengapa harus foto prewedding juga sih, Itulah kali pertama pertemuan calon pengantin itu, Mungkinkah akan saling jatuh cinta? atau saling membenci satu sama lain? Bagaimana Kisahnya mereka nantinya? Jika iya Apakah akan bahagia ketika mereka hidup bersama.
__ADS_1