
Eirene Memasuki rumah mewah,dimana ini adalah rumah suaminya, Dan gadis kecil itu kembali memanggil Eirene dengan sebutan Mama, Kenapa hatinya sangat berdebar-debar, Apakah dia sudah mulai menyayangi Anak kecil ini.
"Nak Mama pasti capek, biarin mama istirahat ya" Kata Ummi Ahza
Ummi Ahza dan Khairina memang masih tinggal dirumah Affandra,jika Abi nya sudah pulang ke Pesantren terlebih dahulu.
"Hmm gpp kok ummi, Lagian Eirene gak capek" Kata Eirene
"Boleh Faza panggil Tante dengan sebutan Mama" Kata Mafaza
Eirene menatap Mafaza,lalu bergantian menatap papa Mafaza, jika Affandra tidak mengizinkannya lalu dirinya bisa apa, Affandra pun menganggukkan kepalanya,memberi kode agar Eirene mengiyakannya.
"Iya sayang boleh, sekarang Faza panggil Tante dengan sebutan Mama Eirene" Kata Eirene
Jika Eirene membenci Affandra itu adalah Hal yang Wajar, Bagaimana Tidak Affandra adalah kulkas dingin yang selalu membuatnya kesal, Untuk putrinya Tentunya Eirene akan selalu menyayanginya.
"Hore akhirnya Faza punya mama" Kata Mafaza
"Faza seneng gak" Tanya Ummi Ahza
"Seneng banget Nenek" Kata Mafaza
Affandra segera membawa sang istrinya untuk memasuki Kamar mereka berdua, dulu kamar Affandra dengan Gita namun sekarang berubah,dari Mulai dekorasi kamar, cat kamar dan barang-barang Gita maupun foto pernikahan mereka sudah tiada, yang ada foto pernikahan Affandra dan Eirene.
"Ini kamar kita, butuh sesuatu bilang kepada saya" Kata Affandra
Affandra ingin keluar kamar,tapi Eirene menahannya, Kenapa karena ingin berbicara berdua saja.
"Maaf bisakah kita berbicara berdua mas" Kata Eirene
"Apa yang ingin kamu bicarakan " Kata Affandra
"Mas Fandra sengaja menjauhi Aku, Kenapa mas, Aku kurang menarik ya, Dari awal kita menikah yang aku rasa mas Fandra Selalu menghindari aku, Apakah Aku terlalu menjijikkan untuk mas Fandra pandang ataupun sentuh" Kata Eirene
Affandra tetap diam, mengapa pikiran Eirene seperti itu, Bukan Kebenarannya seperti itu, ia tidak bisa menerima pernikahan ini.
"Gak perlu mas jawab Eirene tau apa Jawabannya,Eirene gak Memaksakan Diri kok mas, Jika Mas menerima Eirene syukurlah,Tapi Mas tau Eirene menerima mas setulus hati Eirene Walaupun Awalnya Eirene ingin kabur " Kata Eirene
Eirene kembali duduk di sofa, sedangkan Affandra masih terdiam diri di depannya, untuk apa berdebat tidak ada gunanya,jika tidak diterima dihatinya tidak masalah, kita hidup masing-masing walaupun statusnya adalah Suami-istri.
"Maaf Gantilah pakaianmu,saya takut kamu kedinginan dengan pakaian yang kurang bahan" Kata Affandra
"Apa maksudnya mas, kurang bahan mas ini Fashion,Ini dress Limited edition kata mas kurang Bahan" Kata Eirene
Eirene Adalah Gadis Blasteran Antara Belanda - Jerman - Jawa, Papa Campuran Belanda Jerman dan Mamanya Asli orang Jawa, Jadi dia sudah terbiasa dengan apapun yang menurutnya nyaman.
Dan Affandra Adalah Keturunan Arab - Sunda - Jawa, Campuran Bukan, Ya Abi nya keturunan Arab sedangkan Ummi adalah Keturunan darah Sunda Jawa.
Kadang Eirene yang suka ke barr,suka party kenapa orang tuanya tidak melarangnya,karena di larang pun percuma Eirene memiliki sifat yang keras, Suka berpakaian Seksi itu memang Eirene, tapi sadarkah dia bahwa sekarang dia adalah Seorang menantu KH dan istri Seorang Gus.
"Oh ya Mas, Aku izin ya nanti ada acara sama temen-temen" Kata Eirene
__ADS_1
"Maksud kamu acara apa" tanya Affandra
"Ada deh, acara anak muda mas izinin ya" Kata Eirene
"Kalau acaranya Ke Barr, ataupun Party tidak saya izinkan" Kata Affandra
"Tuh kan, ih mas jahat banget sih, Kenapa ngelarang sih" Kata Eirene
"Apa kamu tidak ingat, Kamu Sekarang adalah istri saya, bagaimana bisa saya membiarkan istri saya seperti itu" Kata Affandra
"Ayolah mas sekali aja boleh ya" Kata Eirene
"Kamu seorang istri dan seorang ibu berilah contoh yang baik untuk Mafaza" Kata Affandra
Eirene pun merasa kesal, dia merasa sangat di Penjara jika tidak boleh, lalu bagaimana dengan kebiasaannya, Kenapa harus seperti ini.
Keesokan harinya, Teman-teman Affandra Akan kerumahnya, Lalu Eirene mengenakan Dress mini yang seatas lututnya, membuat Affandra bingung dengan penampilan sang istri, kenapa pakaiannya terbuka.
"Gantilah pakaianmu,mau mengumbar aurat di depan teman-teman saya, Saya tidak ridho Aurat istri saya dipandang laki-laki lain" Kata Affandra
"Mas tau gak sih ini Fashion, Lihatlah Aku terlihat sangat cantik, pasti teman-teman mas akan terpesona denganku mas" Kata Eirene
"Saya tidak rela, Cepat ganti pakaianmu " Kata Affandra
"Gak mau, mau mas gantiin pakaian ya" Kata Eirene
"Ayo saya gantikan " Kata Affandra
Affandra Segera menggendong istrinya, lalu masuk ke kamar, Dan dibukalah lemari sang istri, Pakaiannya memang seksi semua, Tapi ada Kemeja dan celana panjang, Hanya beberapa hijab, Jadi Eirene tidak mempunyai Gamis.
"Mana gamismu " Kata Affandra
"Aku tidak punya mas, Adanya dress tuh" Kata Eirene
"Gantilah dengan Kemeja panjang dan Celana Panjang mu dan pakailah Hijab" Kata Affandra
"Aku gak mau ya mas, ini aja enak lihatlah bodi ku mas seksi bukan" Kata Eirene
Eirene berputar-putar di hadapan sang suami, Affandra menggelengkan kepalanya, bingung dengan kelakuan sang istri yang membuatnya geram.
"Ganti atau saya gantikan" Kata Affandra
"Mau digantikan sama mas, cepet mas" Kata Eirene
"Hah, Jangan Gila kamu cepat ganti, Atau mau saya cium " kata Affandra
"Oh tidak , yaudah mas Aku ganti ya" Kata Eirene
Eirene pun segera memasuki ruangan ganti, Affandra menunggu istrinya yang sedang berganti pakaian, setelah ganti ia langsung memeluk suaminya, Affandra pun heran dengan sang istri yang memeluknya.
"Mas aku cantik tidak" Kata Eirene
__ADS_1
"Cantik Banget istri saya, kenapa tiba-tiba memeluk saya, Enak gak dipeluk" Kata Affandra
Biarlah Affandra Menilai Eirene karena tiba-tiba menggoda sang suami, emang salah ya tidak dong kalau salah harus bisa agar suami jatuh cinta dengannya.
"Lepas nanti teman-teman menunggu di bawah" Kata Affandra
"Mas kok di lepasin " Kata Eirene
Mereka akan Ke pantai dan Makan-makan bersama Para sahabat ataupun teman Affandra,ya mereka membawa kekasihnya ataupun istrinya, sekarang Affandra mempunyai istri jadi ia membawa sang istri dong.
Lalu bagaimana dengan Mafaza? Jawabannya Mafaza ditinggal dulu karena mama papa mau pacaran, Biar kayak ABG bukan.
Affandra segera turun terlebih dahulu,lalu disusul oleh sang istri, ternyata teman dan sahabatnya sudah menunggu di ruang tamu.
"Ummi Fandra titip Mafaza ya, Kami mau berangkat terlebih dahulu " Kata Affandra
"Hati-hati ya nak, Ummi titip martabak oke pulangnya " Kata Ummi Ahza
"Siap ummi " Kata Affandra
"Eirene sama mas Fandra pamit ya ummi titip Mafaza Dulu ummi hehehe, assalamualaikum " Kata Eirene
"Waalaikumsalam nak, hati-hati ya" kata Ummi Ahza
Tentunya teman ataupun sahabat Affandra terpana ketika menatap istri temannya itu, cantik, Memang cantik Anggun paket komplit, Udah wanita karir, pengusaha, Istri yang baik .
Affandra mengendarai mobilnya, Eirene Memutar lagu kesukaannya, Memang syahdu Diperjalanan mendengarkan Lagu lalu bersama suami, walaupun belum saling mencintai.
"Kamu suka lagu ini, saya juga suka" Kata Affandra
"Really? Aku sangat suka mas" Kata Eirene
"Sama ya, sekali-kali kamu yang nyanyi bisa gak" Tanya Affandra
"Kenapa aku, ya mas Fandra aja dong yang nyanyi" Kata Eirene
"Mau saya nyanyiin" Tanya Affandra
"Mau banget malahan, Ayo mas nyanyi" Kata Eirene
Ketika sampai di pantai yang sekaligus dekat dengan restoran, Eirene menyukai keindahannya, Dan Affandra merangkulnya membuat Eirene menatap kearahnya.
"Pengantin baru ya" Kata Tommi
"Mana nih istri Lo" Kata Affandra
Jika cinta adalah hal yang mudah, mungkin saat ini Affandra dan Eirene langsung saling mencintai,tapi mereka butuh waktu untuk proses itu, tapi berapa lama, jika lama bagaimana.
Eirene memeluk Affandra, Affandra mencium keningnya, Kenapa memeluknya sangat nyaman, membuat Dirinya ingin berlama-lama di pelukannya.
Senyuman manis Affandra membuat Siapapun yang menatapnya menjadi meleleh, karena terlalu manis sekali.
__ADS_1