
Eirene sedang asik menonton Tv sambil Dirinya Memasang Nail art, Toh suaminya juga kerja dia dirumah sendirian, selesai Memasang Nail art pun ia melanjutkan nonton TV dengan beberapa camilan dimeja.
Dan tiba-tiba Mama Mertua Affandra dan Dania masuk, Beserta Mafaza, Mafaza langsung memeluknya Eirene menyuruh Mafaza untuk masuk ke kamar terlebih dahulu.
"Enak banget kerjaannya cuma menghabiskan uang Fandra aja" Kata Mama Gita
"Iya nih sok belagu, Lo bisa aja diceraikan kak Fandra, Dasar perempuan gak guna" Kata Diana
"Justru perempuan tidak guna ini menjadi istri Affandra kan" Kata Eirene
"Apa sih bisanya kamu, ngerjain Kerjaan rumah aja enggak bisa, Bisanya cuma hura-hura" Kata Mama Gita
"Jangan asal menuduh ya, emang saya seperti anda yang sering hura-hura" Sindir Eirene
Kedatangan Affandra membuat Mama Gita dan Diana diam, kenapa mereka tidak langsung mengoceh saja, Toh daritadi mereka mengoceh kan.
"Jika tidak ada urusan lagi silahkan keluar" Kata Affandra
"Sebenernya mama mau ngomong kalau mama mau pinjem uang Fandra" kata Mama Gita
"Maaf Uang Fandra semua ada di ATM, fandra gak punya uang Cash" Kata Affandra
"Anda butuh berapa" Tanya Eirene
"10 Juta" Kata Mama Gita
"Mau pinjem atau merampok" Kata Eirene
"Emang kamu punya duit segitu " Tanya Mama Gita
"Jangan banyak omong, tunggu disini aja" Kata Eirene
Eirene kembali ke kamarnya ia mengambil beberapa amplop yang berisi uang 5 jutaan, Ia memberikan dua amplop untuk mama Gita.
"Itu cash 50 Juta ambillah " Kata Eirene
Mama Gita dan Dania langsung pergi begitu saja setelah menerima yang Dari Eirene, Eirene tersenyum puas karena setelah ini akan Ada kegaduhan.
__ADS_1
"Kamu kenapa ngasih dia sih" Kata Affandra
"Tunggu mas, pasti sebentar lagi akan seru" Kata Eirene
Affandra dan Eirene memasuki kamar mereka, tak lupa mereka mengunci pintunya,Kalian tau kan apa yang mereka lakukan, tentunya membuat Adik Mafaza, Kini Eirene tidak bisa menahannya lagi, Affandra melakukannya dengan Ahli hingga membuat Eirene terlena.
"Mas Pelan-pelan" Kata Eirene
Sedangkan Mama Gita dan Dania, sedang dikejar-kejar oleh orang tidak kenal, Dia adalah Hasan Rentenir kaya raya, karena yang Itu adalah uang Hasan, berjaga-jaga ketika ada orang yang meminjamnya.
"Jangan lupa lu bayar" Kata Hasan
"Apa maksud anda, mengapa harus membayar" Kata Mama Gita
"Yang yang anda pakai shopping ini adalah uang saya" Kata Hasan
"Hah apa mana mungkin" Kata Mama Gita
"Kembalikan 55 juta tempo seminggu, Jika tidak anda tau resikonya" Kata Hasan
"Mana mungkin saya tidak punya uang sebanyak itu"Kata Mama Gita
Tentu saja Diana tidak mau, Hasan sendiri berusia 35 tahun dan sudah mempunyai istri, bagaimana mungkin akan menikahinya.
"Tapi anda juga sudah menikah, mana mungkin menikahi anak saya" tanya Mama Gita
"Saya Jadikan Istri kedua, waktunya seminggu kalian ingat" Kata Hasan
3 Bulan kemudian, pernikahan mereka sudah memasuki bulan ke 4 dan Kini Eirene tengah hamil 2 Bulan,Betapa bahagianya Eirene ketika dirinya tengah hamil, Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh Eirene dan sekarang benar dirinya hamil.
"Mas Aku hamil, Gak nyangka banget ya dia tumbuh disini" Kata Eirene
"Selamat sayang, Akhirnya berhasil setelah usaha kita beberapa bulan" Kata Affandra
Eirene memeluk Affandra dengan erat, begitupun Affandra yang mengelus perut Eirene, Memang nyatanya mereka sekarang sudah saling mencintai walaupun banyak rintangannya.
Dan Kini Dania dan Hasan juga sudah menikah, Secara Agama dan Negara,2 bulan pernikahan Mereka, Dania belum hamil karena Hasan belum menyentuhnya,justru ia takut jika Hasan meminta Haknya.
__ADS_1
"Saya menikahi kamu karena saya ingin Dua Keturunan dari kamu, bisa kamu memberikan saya keturunan" Tanya Hasan
"Bisa mas, Kamu saja tidak menyetuhku mas" Kata Dania
Hasan kini mulai menyentuh Dania, dan Mereka melakukannya setia hari, karena Minggu ini Dania masa subur dirinya baru saja selesai haid, Hingga milik Hasan memasuki Sarangnya, Dania pun kesakitan ia meremas seprei tapi bagi Hasan itu tidak masalah ia semakin menjadi hingga Dania kewalahan dan kelelahan, 5 Ronde Malam ini untuk pembukaan Sakit dan Nyeri yang Dania Rasakan kini.
Hasan mencium Kening Diana, Diana tidak bisa meresponsnya karena rasa sakit dan pedih yang ia rasakan sekarang, Hasan tidak tega juga menatapnya, Hasan mengecek lagi bagian bawah Dania, Ternyata sampai membuat Lecet.
Hasan mengambil salep untuk ia oleskan, Dania pun menahan sakitnya ketika tangan Hasan mengenai bagian bawahnya, Selesai itu Hasan langsung tidur memeluknya, Jujur saja Hasan baik selama 2 bulan pernikahan mereka.
"Tidurlah,Kita bakal sering melakukan seperti itu agar kamu cepetan hamil" Kata Hasan
"Apakah seterusnya aku akan menjadi istri keduamu mas" Tanya Dania
"Dan aku tidak akan melepaskan kamu Diana,jika anak kita lahir aku ingin selalu bersamamu" Kata Hasan
Hingga Keesokan harinya Mereka masih berpelukan malah Hasan memeluknya dengan erat, membuat Diana kesulitan untuk bernafas, Tapi ia harus bangun karena lapar juga.
Ingin Melepaskan pelukannya namun Dengan Hasan Malah Dipererat, Diana bingung jika sudah seperti ini bagaimana, Diana memilih kembali untuk tidur, walaupun lapar pada pagi hari ini.
Dulu yang Dania impikan menikahi Mas Affandra,tapi yang ia dapat Hasan si Rentenir kaya raya menjadikannya dirinya sebagai istri kedua.
Menjadi istri kedua dan harus memberikan keturunan untuk Hasan, namun Hasan juga memperlakukan dirinya sendiri yang baik.
Dan untuk mama Gita dia sibuk foya-foya tanpa memikirkan dirinya bagaimana apakah ia bahagia atas pernikahan ini.
"Mas bangun aku laper, ayo kita masak" Ajak Diana
"Nanti dulu, tidurlah lagi" Kata Hasan
"Apa kamu tidak bekerja mas" Tanya Dania
Kalian tau Hasan sebenarnya bukan Rentenir, dia adalah Seorang pemilik Usaha Makanan, Jadi ia bisa tenang karena ia akan delivery di restoran nya sendiri.
Mungkin yang Dania ketahui itu, dia membantu Eirene karena Eirene dan keluarganya sudah baik kepadanya, bahkan sering membantu mereka.
Hasan menciumi Leher Dania, Dania pun merasakan sensasi yang agak aneh dan geli yang ia rasakan, bagaimana bisa Hasan seperti itu, bagaimana jika tanda merah akan ada di leher ini.
__ADS_1
Diana hanya mengigit bibirnya, dan Hasan tersenyum ketika hal itu,ia beralih ke bibir Disana ia mengecup bibir yang manis itu, tapi lama-lama kecupan manis menjadi Ciuman yang membangunkan segalanya dan ingin melakukan hal semalam lagi, Diana sudah ingin melepaskannya tapi Tenaga Hasan lebih kuat darinya.