
Masih dengan Pradana dan Rila, Tadi Affandra menyuruh ummi untuk menelfon Dokter Luna, Dokter Luna adalah Dokter kandungan di rumah sakit milik keluarga Affandra, Kini mereka menunggunya.
Sesampainya di Ruangan Kesehatan,Di pesantren memang ada Khusus 2 Ruangan Kesehatan, untuk keluarga, dan untuk para santriwati ataupun para tamu lainnya.
Eirene menatap Dokter Luna, mengapa karena dokter Luna menatap Affandra tidak biasa aja, apakah Dia juga menyukai Suaminya,kenapa seperti menikahi Artis saja yang banyak Fansnya.
Eirene segera memeluk Lengan Affandra, membuat Affandra menatapnya, Eirene hanya tersenyum ketika suaminya menatap heran ke arahnya dan Dokter Luna tidak suka atas kedekatan mereka.
"Bukanya Mas janji mau ngajak jalan-jalan" kata Eirene
"Oh ya, Biar selesai dulu ya" Kata Affandra
"Kenapa gak sekarang aja" kata Eirene
Affandra tau bahwa Eirene mencoba mendekatinya karena dokter Luna menatap kearahnya terus-menerus dan itu membuat Eirene cemburu.
Mafaza berlari memeluk Eirene, Eirene pun mencubit pipi Gembul Mafaza, Sedangkan dokter Luna bertanya-tanya tentang siapa anak kecil itu.
"Mama, Jadi kita jalan" Kata Mafaza
"Papa Sulit sekali, coba Faza yang bujuk" Kata Eirene
Kini giliran Mafaza, Barusan mamanya sekarang gantian putrinya, apakah mereka berjanjian untuk membujuknya.
"Oke kita berangkat,pamit kepada Oma opa" Kata Affandra
"Aku ikut ya bang " Kata Khairina
"Gas yuk " Kata Eirene
Ummi dan Abi tersenyum menatap kedekatan Eirene dan Khairina,mereka seperti kakak dan adik, tapi nyatanya memang mereka baru bertemu setelah pernikahan Affandra.
"Setelah Hasil pemeriksaan,dan Testpack pun bergaris dua berati benar bahwa Bu Rila tengah hamil, selebihnya kita USG di rumah sakit saja ya" Kata Dokter Luna
"Apa dok mana mungkin saya hamil, saya gak mau dok" Kata Rila
"Selamat ya Bu saya permisi dulu" Kata Dokter Luna
"Terimakasih dokter Luna" kata Rafif
Bagaimana Jika Dokter Luna bersama Rafif saja? No Rafif sudah ingin melamar Arika, Dia gadis polos yang tidak sengaja bertemu dengannya saat dia ingin diperkosa oleh Teman laki-lakinya, untungnya dia segera lari dan menabraknya.
Kini Rafif akan janjian dengan Arika, Arika akan datang kerumahnya,ia akan mengenalkannya dengan Abi dan ummi dan beserta keluarganya, setelah kepergian Dokter Luna,Pradana,dan Rila,kini tinggal Ummi dan Abi dan Rafif saja.
Setelah selesai kulineran, Affandra dan Eirene pun pulang tak lupa ia membeli Martabak telur kesukaannya dan Telur gulung beserta seblak dan nasi goreng dan pentol bakar, Eirene memang masih sangat lapar, Kata Affandra Abi dan ummi menyukai, Onde onde dan pukis jadi Eirene membelikan itu untuk mertuanya.
"Abi Ummi ini Onde-onde dan Pukis" kata Eirene
"Makasih nak, repot-repot aja" Kata Abi dan Ummi
"Eirene dan Mas Fandra izin makan terlebih dahulu ya ummi Abi, Ayo Abi Ummi ikut makan bersama kami" Kata Eirene
"Kami kenyang nak kamu saja dengan Affandra" Kata Ummi
Affandra dan Eirene mereka makan di taman belakang, menikmati pemandangan yang sangat indah, seperti orang pacaran bukan.
"Jangan terlalu banyak makan, nanti Muntah" Kata Affandra
"Tapi aku menyukainya mas, jarang banget bisa kulineran malam" Kata Eirene
"Kalau kita udah kembali ke kota kita Kulineran yuk" Kata Affandra
__ADS_1
"Serius Mas Fandra" Tanya Eirene
Setelah selesai Makan, Affandra dan Eirene masih nongkrong di Taman, hingga Khairina memanggilnya, Katanya Rafif membawa calonnya kerumah.
"Tumben banget si Rafif" Kata Affandra
Affandra dan Eirene memasuki rumah, terlihat seorang wanita tengah duduk berhadapan dengan Rafif, Affandra dan Eirene pun duduk bersebelahan juga.
"Jadi kalian mau langsung menikah" Tanya Abi
"Iya Abi, jika Abi dan Ummi merestui hubungan kami" kata Rafif
"Ummi dan Abi hanya bisa mendukung pilihan kamu nak, jika ingin yang terbaik ya gpp" Kata Ummi
Arika Haura Giska, Gadis berusia 23 tahun memang mereka seumuran,Rafif dan Arika hingga mereka memutuskan untuk menikah, Arika menerima Rafif karena Menurut Arika Rafif adalah pria yang baik tidak sama dengan laki-laki lain, Tapi apakah siap Arika ikut Rafif tinggal diluar kota.
Awalnya Arika Tidak ingin kehilangannya,Jika Rafif ingin ke jenjang yang lebih serius makan ia akan mengiyakannya.
"Mbak pasti beruntung mendapatkan suami seperti Gus Fandra" Kata Arika
"Dibilang beruntung iya beruntung,tapi saya bersyukur sih" Kata Eirene
Di taman belakang lah kini Eirene dan Calon adik iparnya itu, Bagaimanapun mereka harus dekat bukan,ya saat ini mereka sedang mulai pendekatan.
"Enak ya mbak, bisa tinggal di kota,Aku sih kepingin" Kata Arika
"Kalau udah jadi istrinya Rafif,bisa sering main kerumah kami kok,kami tunggu ya" Kata Eirene
"Serius mbak, emang gpp" Tanya Arika
"Kita kan sebentar lagi jadi Keluarga,jadi harus saling kompak" Kata Eirene
Arika dan Eirene saling bertukar nomor telepon, Arika akan memberikan Eirene oleh-oleh,Eirene sudah menolaknya tapi Arika memaksanya.
"Tapi apa tidak merepotkan kamu" Tanya Eirene
"Tidak mbak, Aku mohon ya mbak" Kata Arika
Seminggu sudah mereka disini, waktunya mereka kembali ke kota karena banyaknya Aktivitas yang tertunda semenjak mereka kemari.
Kini Mereka sudah sampai di Kota X setelah Seminggu berada di Kota kelahiran suaminya, Setelah sampai rumah Eirene segera Bersih-bersih rumah, rumah yang ia tinggalkan selama seminggu.
"Istirahat saja, kenapa malah bersih-bersih rumah sih" Kata Affandra
"No, Rumah ini seminggu kita tinggal aku mau membersihkannya dulu" Kata Eirene
"Kalau dibilangin suami itu nurut, Jangan membantah" Kata Affandra
"Tapi mas, Hemm yaudah" Kata Eirene
Kalian tau? Affandra kembali cuek dan dingin setelah kembali dari Kota kelahirannya, Eirene merasa heran dengan sikap suaminya,tapi memang sudah biasa bukan seperti ini tapi yaudah lah.
Affandra menerima telfon,Betapa terkejutnya Affandra melihat siapa yang menelfon Dirinya, Dani menelfon iya Dania dia adalah Adik Sinta, Dania sendiri dia berusia 25 Tahun, Memang Mama Gita ingin menjodohkan mereka awalnya,tapi mana mungkin ia mau turun ranjang dengan Diana.
"Halo Di"
"Halo kak, bisa ngajak Mafaza untuk berlibur"
"Bisa di, kalau Mafaza mau ya"
"Baik kak terimakasih,nanti Diana sama mama kesana ya"
__ADS_1
"Oke di silahkan"
Diana Aura Gintara, Gadis berusia 25 tahun, Diana adalah seorang Manajer di salah satu cafe, Kehidupan keluarga Gita memang sangat sederhana,tidak salah jika dulu Affandra menyukai Gita karena Gita sangat sederhana, berbalik dengan istrinya sekarang dia memang sederhana namun dia terlahir dari keluarga yang kaya raya hidupnya selalu mewah.
Malam Harinya Diana dan Mama Santi mengetuk pintu, Eirene heran dengan siapa yang bertamu, tidak tau orang capek apa, Eirene hanya mengenakan Dress Se atas lutut karena mereka sedang di dalam rumah.
Diana dan Mama Santi pun terkejut ketika mengetahui bahwa yang membuka pintu adalah seorang perempuan,mana Pakaiannya seksi siapa dia.
"Maaf anda siapa, kenapa dirumah kakak saya" Kata Diana
"Oh Ini Mungkin Godain Affandra kalik, lihatlah Pakaiannya sangat seksi" kata Mama Santai
"Jika ingin bertamu mencari keributan mending pulang aja" kata Eirene
Affandra pun langsung menghampiri mereka, Diana langsung bersikap sok manis ketika Affandra datang, Jadi mereka siapa hanya itu pertanyaan yang Eirene akan lontarkan.
"Ma Diana kenalin ini istriku, Eirene Luvino" Kata Affandra
Mama Santi dan Diana terkejut mendengarnya, Mana mungkin Affandra menikah lagi namun bukan dengan Diana, Melainkan dengan perempuan lain, memang Yang Mama Santi lihat Foto berukuran besar itu foto pernikahan mereka, dan adanya foto prewedding juga.
"Mau minum apa Tante dan kak diana" Kata Eirene
"Apa aja, jangan terlalu manis" Kata Mama Santi
"Baik ditunggu terlebih dahulu ya" kata Eirene
Diana langsung Insecure, bagaimana Tidak Eirene seorang model ternama, CEO, Pengusaha kayak raya, Duta kampus, Dan masih banyak lagi.
"Ini Tante dan kak diana silahkan Diminum" Kata Eirene
Eirene ingin pergi Agar tidak menganggu percakapan mereka, namun tangannya di tahan oleh Affandra, Eirene menatap kearahnya dengan penuh tanda tanya.
"Mau kemana, temani disini" Kata Affandra
"Tapi mas, gak enak ganggu" Kata Eirene
"Gak mau tau duduklah disini" Kata Affandra
Terdengar suara manja Affandra yang meminta Eirene untuk duduk disampingnya dan menemaninya.
Setelah panjang lebar, Eirene Mulai bosan dengan percakapan yang tidak jelas si mama Santi, Mafaza turun ada neneknya namun dia menghentikan langkahnya.
"Sini nak sama mama" Kata Eirene
"Enak aja mama, kamu tuh bukan mamanya" Kata Mama Santi
"Maaf Tante Apa-apaan ya, bagaimanapun Gita sudah tidak ada jadi Eirene berhak menjadi mamanya" Kata Affandra
"Kamu belain dia" Kata Mama Santi
"Karena Eirene adalah istri saya, Memang salah jika suami membela istrinya " Tanya Affandra
"Mafaza mau ikut nenek sama Tante Diana" Tanya Diana
"Mau kemana Tante" Tanya Mafaza
"Liburan Bareng mau " Tanya Diana
"Mau Tante, boleh kan pa ma" Kata Mafaza
Affandra dan Eirene saling bertatapan, Bingung mau bagaimana namun, Eirene dan Affandra pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah baju Mafaza selesai di kemas, Mama Santi dan Diana pamit, Eirene dan Affandra kini hanya berdua saja dirumah mau bagaimana lagi ya kan.