Takdir Cintanya Papa

Takdir Cintanya Papa
Papa?


__ADS_3

Kini Eirene berpamitan dengan Keluarganya, Bagaimana tidak sedih jika Meninggalkan Rumah yang 20 tahun ia tempati, Tapi Apalah daya Ia harus iku suaminya.


"Papa Titip Eirene Ya nak Fandra, Sayangi dia, Papa mohon jangan sekalipun kasar atau membentaknya,Jika Eirene salah tolong dinasehati ya, Eirene memang masih seperti anak kecil, Maka dari itu Papa percaya Eirene sepenuhnya kepada Nak Fandra, papa tau nak Fandra bisa membimbing Eirene, dan Jika Eirene masih sering ke barr ataupun party tolong dinasehati nak, ingatkan dia jika dia sudah resmi menjadi istri nak Fandra, Jika nak Fandra bosan kembalikan Eirene kepada papa ya nak, Papa sayang kalian berdua, dan Papa percaya kepada kamu sepenuhnya nak" Kata Papa Halim Barayev


"Baik pa, Insyaallah Fandra akan menjaga Eirene dengan sepenuh jiwa Fandra, Fandra akan selalu mengingatkan Jika Eirene salah, Pa Jika suatu hari Nanti Fandra tidak sengaja melakukan kesalahan hingga membuat putri papa menangis, Fandra siap untuk menerima apapun resikonya" Kata Fandra


"Abang Titip Adik Abang satu-satunya ya bro, Jagain dia selagi dia jauh dari kami, saya percaya sama kamu kalau kamu bisa jagain adik saya yang centil dan usil, sayangi dia seperti Saya dan papa menyayanginya dengan tulus ya bro, Jangan sekalipun membentak adik kecilku,dan membuatnya menangis, jangan berbuat kasar juga, Bagaimanapun dia adalah istrimu,jika dia melakukan kesalahan tolong dinasehati jangan dimarahin hingga membuatnya terluka" kata Felix


"Baik bang, saya janji akan menjaga Eirene dengan baik, terimakasih bang pa" Kata Affandra


Eirene Memeluk Mamanya, Mama yang selalu ia jadikan tempat bersandar selain papa dan Abangnya,kini ia harus meninggalkan semuanya.


"Mama Eirene gamau pergi dari rumah ini" kata Eirene


"Nak, Jadilah istri yang baik, terimalah semua kekurangan suamimu, jangan sesekali mengumbar kekurangan suamimu atau aib suamimu ataupun keluarganya,ingat nak sayangi suamimu seperti kamu menyayangi Papa dan Abang, Sayangi seluruh keluarganya karena mereka juga keluargamu, Berbaktilah Kepada suamimu ya nak, Jadilah Istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kamu kelak, Mama cuma pesan Apapun yang suami katakan jangan pernah kamu bantah, Larangannya Harus kamu patuhi nak, Mama sayang Kamu" Kata Mama Zanitha


Dan Kini Eirene bergantian Memeluk Papa dan Abangnya, Sungguh ia ingin menangis dalam pelukan papanya, Cinta pertamanya, Apa bisa yang dilakukan kini suaminya sudah menunggu.


"Papa mama Sehat-sehat ya, Eirene bakal sering kesini, tapi kalau Eirene sibuk, Eirene janji bakalan serin nelfon mama dan papa, Abang dan Mbak Laura Eirene titip mama papa ya, Kalau ada apa-apa kabarin Eirene" Kata Eirene


"Hadiah dari Papa dan Mama nak, Semoga suka ya nak, Papa mama sayang banget sama kamu, doa kami selalu menyertaimu nak" Kata Papa Halim


Kini Kalea memeluk Eirene dengan erat, Keponakan kecil itu enggan untuk Melepaskan pelukannya, Sungguh Kalea menganggap Eirene Sebagai Bundanya.

__ADS_1


"Bunda jangan tinggalin Kalea, Kalau bunda pergi kita gak bisa shopping bareng, Main bareng siapa yang nemenin Kalea tidur lagi" Kata Kalea


"Nak Bunda cuma pindah rumah kok, Kalea bisa sering-sering telfon bunda ya" Kata Eirene


"Tapi bunda, Kalea bakalan kesepian Kalau Mama dan Oma sibuk" Kata Kalea


"Bunda janji bunda sering nelfon Kalea" Kata Eirene


"Bunda Ini Hadiah Dari Papa Mama Dan Kalea, Semoga bunda suka dengan hadiah Kami ya, bunda jaga diri baik-baik, Kalea sayang Bunda " Kata Kalea


Eirene melepaskan pelukannya lalu menerima Hadiah Kalea, Dan Kalea menatap Sang Ayah Affandra, Gadis kecil itu menatap Affandra dengan tulus, bagaimanapun Kalea sudah seperti putrinya.


"Hmm Ayah Fandra, Kalea titip bunda ya, Jangan buat bunda sedih, Kalea sering lihat bunda sedih, sekarang kan ada ayah, Kalau ayah sampai buat bunda sedih, Kalea Bakalan benci sama ayah, Ingat ya Ayah" Kata Kalea


"Siap Princess, Ayah janji sama princess, Yaudah Ayah sama bunda pamit pergi dulu ya, Princess baik-baik disini lain kali main sama ayah ya" Kata Affandra


"Jika belum siap kita menginap satu malam Bagaimana " Tanya Affandra


"Tidak, Kita sekarang saja pulang" Kata Eirene


"Yakin, Saya lihat kamu sangat sedih akan hal ini" Kata Affandra


"Gpp Mas, Ayo mas keburu siang kita belum sarapan, sarapan di jalan aja ya mas" Kata Eirene

__ADS_1


Eirene memasuki Mobil Milik suaminya, Affandra sudah menawarkan untuk menginap semalam bukan, Tapi Eirene menolaknya,kenapa Kalau ia tunda akan semakin sedih ketika meninggalkan mereka.


Diperjalanan Kedua pasangan suami-istri baru itu hanya saling diam, Tapi Sang Suami Affandra sering-sering melirik sang istrinya,ya betul Sang istrinya menatap ke arah keluar dengan matanya berkaca-kaca, Jadi jahat gak sih dia memaksakan kehendaknya,tapi bagaimanapun ia harus pulang kerumahnya,karena juga 2 hari acara pernikahan dan 1 hari acara Syukuran di rumah sang mertua.


1 Bulan setelah Pernikahannya yaitu tepat Bulan puasa, Akan di adakan syukuran di pondok pesantren, Jadi Affandra dan Sekeluarga Akan mudik ke kampung halamannya.


Sesampainya Dirumah Affandra langsung di Sambut oleh putri kecilnya, Mafaza ya dia langsung memeluk Affandra.


"Papa lama pulangnya,Faza sudah kangen" kata Mafaza


Eirene menatap interaksi antara keduanya, Apa dia tidak salah dengar, Anak kecil Seumuran Kalea memanggil Suaminya dengan sebutan papa.


"Ini mama baru Faza ya pa, cantik ya" Kata Mafaza


"Mafaza masuk dulu ya, Papa mau bicara sama mama, kasihan mama habis perjalanan mungkin capek" Kata Affandra


"Siap papa" Kata Mafaza


Affandra beralih menatapnya, dan kini tatapan mata tersebut saling bertemu untuk yang pertama kalinya setelah menikah, Mengapa menjadi beda ya.


"Kamu pasti bertanya-tanya siapa dia kan, dia adalah putriku, Kamu belum tau statusku sebelum menikah dengan kamu adalah Duda anak 1, Awalnya Saya sudah menolaknya,Tapi Abi saya Memasak saya, katanya demi masa depan saya dan masa depan Mafaza, maka dari itu saya siap Menikah dengan kamu, apa kamu keberatan sekarang jika kamu bukan hanya seorang istri namun juga seorang ibu" Kata Affandra


Jika dibilang keberatan pasti Eirene akan mengatakan iya, karena sebelumnya Eirene tidak tau jika Affandra seorang duda anak 1, jika ia mengetahuinya mungkin saja ia akan menolaknya dari awal memang Eirene menolaknya tapi papa selalu memaksakannya juga.

__ADS_1


Percuma kini hubungannya dengan Revan sudah selesai dan dirinya resmi menikah dengan Affandra,bukan hanya seorang istri melainkan kini dirinya adalah seorang ibu juga, bagaimana apakah Eirene bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk suami dan putrinya, Ia harus menerimanya walaupun agak berat dihati, namun Perlahan Eirene pasti bisa menerima kehadiran putri kecil Affandra, tidak masalah Jika memang ini sudah takdir yang harus Eirene dapatkan.


Diperistri seorang Affandra yang tidak pernah ia kenal sebelumnya dan kini tiba-tiba di kagetkan dengan status Affandra sebelum menikahinya, Jika takdirnya bersama Affandra apakah dia bisa menolaknya,jika ia bisa memilih takdir untuk berjodoh dengan siapa mungkin ia akan memilih berjodoh dengan Revan bukan dengan Affandra.


__ADS_2