
ceklek..
pintu ruangan itu terbuka menampilkan seorang Dokter yang terlihat sangat cantik.
Dokter itu menggunakan jas putihnya dengan terselip nametag di sebelah kanannya bertulisan Amerta.
ia melangkah keluar mendekati keluarga pasien yang ia tangani, Dan keluarga itu pun berhamburan mendekat ke arah nya untuk menanyakan kabar hasil dari pemeriksaan barusan.
"Bagaimana Dok keadaan Putri saya." tanya mom Anelka pada dokter Amer.
Dokter itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan pertanyaan dari mommy Anelka.
Ded Arta , Anta, dan Arka. mendekat pula ke arah dokter tersebut. mommy nya yang hanya melihat senyuman dari wajah dokter itu lantas bingung. 'kenapa dokter itu hanya tersenyum, padahal putrinya jatuh pingsan tak berdaya di hadapan nya tadi'.
"selamat" satu kata keluar dari bibir dokter itu.
"selamat, putri nyonya sedang mengandung. sudah 4 Minggu usianya" kata dokter itu melanjutkan ucapannya.
Dduuuaaaarrrrr.
__ADS_1
Bagai tersambar petir, keluarga yang mendengar itu begitu terkejut mendengar kabar ini. putri nya yang diketahui tidak memiliki kekasih karena yang mereka ketahui mantan kekasih nya itu telah mencampakkan anaknya.
lantas terkejut. bagaimana bisa anaknya hamil, bukankah anaknya sudah tidak memiliki kekasih.
'Near... hamil' batin Rani yang ikut mendengarkan dokter tadi berbicara.
' Apa karena kejadian satu malam itu. waktunya pas sekali.' batin Rani lagi.
Rani bingung, bagaimana dia harus menjelaskan pada keluarga kandung Near. ia takut keluarga zoxga kecewa padanya karena tidak bisa menjaga Near dengan baik.
keluarga nya pun begitu bingung. harus bahagia atau sedih mendapatkan kabar ini.
"Ahh Dok Terimakasih" ucap Ded Arta. ia harus berterimakasih dulu kepada dokter karena telah memeriksa Putri nya. agar dokter itu pergi, dari hadapan mereka yang sedikit dalam kebingungan. jika dokter itu tahu akibat kebingungan keluarga nya takut nya akan merusak nama baik Near.
Rani yang mendapat kan tatapan maut itu tak bisa mengelak dari rahasia yang ia ketahui. dia benar benar harus menceritakan nya sekarang juga.
*******
"ya Tuhaannn. Near mengalami hal menyedihkan seperti itu ?" tanyanya mom Anelka pada Rani Deng wajah pias khawatir.
__ADS_1
yeah akhirnya Rani menceritakan semuanya yang terjadi sebelum mereka ke Prancis. dia menceritakan sedetail detail kehidupan Near saat di Indonesia, saat Near tersiksa dengan keluarga angkat nya, saat Near dicampakkan oleh kekasihnya, dia yang di khianati oleh sahabatnya sendiri. Rani menceritakan semua kehidupan seluk beluk Near yang hanya ada penderitaan.
"iya Tante. tapi, Jika Near sudah sadar nanti. tolong, jangan terlihat kita seperti mengasihani dirinya. dia akan merasa dirinya rendah jika kita terlalu mengasihani nya." ucap Rani pada Tante Elka. ia persis tahun seperti apa sifat sahabat nya itu.
semua yang ada di ruangan itu pun mengangguk kan pelan kepala nya. mereka semua setuju dengan ucapan Rani tersebut.
mommy Nelka yang duduk di sebelah kanan ranjang Near dan Rani di samping nya, Deddy Arta yang duduk disebelah ranjang kirinya yang berhadapan dengan istrinya itu, disebelah nya pula ada sia Arka. dan di sudut pojok dekat jendela ada anta yang sedang duduk bersama asisten nya.
mereka semua menunggu Near yang sejak tadi belum ada tanda tanda akan kebangunan nya.
"Rani. Jika setelah pulang nya Near dari rumah sakit ini, bisakah kalian tinggal di Mension zoxga ?" tanya mom Anelka.
"Hmm, saya gk tau Tan. kita lihat dulu saja nanti setelah Near bangun tan." jawab Rani. dia tau, dia tidak mungkin mengambil keputusan seenaknya saja yang berhubungan dengan Near.
.
.
Terimakasih bagi yang sudah membaca....☺️
__ADS_1
maaf yah cheap ini pendek banget....
Tapi jangan lupa like', favorit, VOTE, dan komen nya.😅