TAKDIR PERTEMUAN KITA

TAKDIR PERTEMUAN KITA
6. Near curhat


__ADS_3

Triiinggggg triiinggggg


Terdengar sebuah telephon bergetar dan memunculkan sebuah nama ' Anearta '.


"Near..?, Tomben sekali dia nelpon pagi pagi begini." Gumamnya Rani.


yeah Near menelpon Rani saat sudah mendapatkan TAXI di depan rumah orangtua angkat nya


"Halo Near, ada apa ?. Tomben sekali kamu menelpon pagi pagi begini." Ucapnya saat sudah mengangkat telponnya.


" Ini Rani, aku mau kerumah kamu. Ada yang mau aku ceritakan." Ucap Near.


" Oh, yaudah kesini aja. Kebetulan aku juga lagi bosen sendiri. Mau aku jemput gk ?."


" Gak usah Rani. Ini aku udah naik TAXI dari rumah. "


" Wiih, biasanya kalo mau main nunggu di jemput dulu. Hahahaha"


" ihhh dasar, ngeledek yahh"


" Engak, cuman tomben aja gitu"


" Hahaha, iyayah Tomben. Yaudah aku patiin dulu telepon nya nanti pulsa aku abis lagi."


" Hahaha, oke oke. Kutunggu kedatangan mu beb".


" Yeah. By."


Itulah percakapan mereka saat teleponan. Tidak ada tanda tanda jika near sedang bersedih. Hanya terdengar suara seceria seperti biasanya.


" TERIMAKASI ya pak, nih uangnya. " Ucap Near pada supir TAXI tersebut.


"Sama sama Non."


Brrummm, pergilah supir TAXI itu saat sudah menurunkan near di depan kediaman Rani.


Tok Tok Tok.

__ADS_1


Near pun memencet bell yang ada disamping pintu tersebut.


Tingtong tingtong.


Ckleeck.


Akhirnya ada juga yang membuka kan pintu itu.


"Eh... Sahabatnya Non Rani ya ?." Tanya seseorang yang membukakan pintu itu.


"Iya mba, Rani nya ada kan ?" Jawab Near.


"Ada Non, masuk aja silahkan" ternyata yang membukakan pintu tersebut adalah salah satu ART di rumah Rani.


Setelah diijinkan masuk Near pun langsung menuju kamar Rani. Tidak perlu diantar karena Near Sudah sering sekali datang ke kediaman orang tua nya Rani. Biasa nya ia kesini di antar jemput oleh Rani jadi para pembantu disana tidak begitu memperhatikan nya, hanya beberapa yang kenal dengan near. Rata rata para pembantu lama yang mengenal near.


Orang tua Rani pun begitu terbuka pada Near. Mereka menganggap Near adalah anak kedua mereka. Karena Rani adalah anak tunggal.


Ckleeck...." Raniiiiiiiiiii..... Hiks hiks " sreett terdengar suara koper yang ditarik.


"Aahhhhh Nearr, sudah sampai juga ka-...mu.... Loh loh loh.... Kamu kenapa nangis near ?. Ada apa ini?. Pantas saja kamu mau datang kesini sendiri bahkan tanpa di ajak. Kamu ada masalah near. Sini sini cup cup cup" ucap Rani yang langsung memberi kan berderet pertanyaan pertanyaan pada Near. Dia langsung menghampiri Near dan memeluk erat-erat Near.


Setelah berpelukan memberikan semangat pada Near yang sedang terlihat sekali banyak masalah yang terjadi padanya, Rani pun melihat kearah belakang.


Tampak near membawa sebuah koper di tangan kirinya. Dan tas selempang di bahu kanannya.


"Kamu kenapa bawa koper Near ?" Tanya Rani.


" Oh yah, bukan kah saat ditelepon tadi ada yang mau kamu ceritakan. Apa itu near ?. Sini cerita lah sama aku. Ya ampun kamu inih bikin khawatir saja. Pakai bawa koper segala lagi. Apakah kamu mau pergi jauh Near?." Tanya Rani sambil mengusap usap punggung near.


"Iya Ran. Aku mau pergi jauh. Bantu aku yah RAN.? " Ucap near.


"Apa itu Near, aku pasti akan bantu. Tenang aku punya banyak uang hehe"


"Isshh... dasar kamu tuh. Aku cerita dulu yah.."


"Yaudah, ceritakan. Kupingku siap mendengar kan mu" ucap Rani yang terdengar bercanda.

__ADS_1


Selama sejam lebih mereka bercerita. Terkadang Near kembali menangis lalu ditenangkan oleh Rani.


Rani yang mendengar kan cerita dari Near tak jarang pula ikut menangis, Tapi terkadang dia menangis terkadang dia mencaci maki orang orang yang telah menyakiti sahabat nya itu yang sudah seperti saudara nya sendiri.


Rani benar benar kesal pada orang orang yang menyakiti Near. Tapi dia juga ikut bersedih dengan musibah yang menimpah sahabat nya itu.


" Rani ......" gumam Near.


" Hmm. ada apa Near ?".


" Sebenarnya ada beberapa hal lagi masalah, selain tentang aku bukan anak kandung di keluarga Derio...."


" Hah... masih ada lagi Near ? apa itu ?." ucap Rani.


"Hiks... "air mata itu menetes lagi. " Kevin mutusin aku Raniiiiii..... hiks hiks haagggh aaaahhagg haaa haaaaahhhhh hiks hiks" menangis lagi lah si near.


" APAAAAAAA ????!!. " ucap Rani dengan suara berteriak.


...✨✨✨✨✨...


...tekan tombol LIKE , VOTE , FAVORIT KAN...


...novel ini......


...TOLONG DIBANTU NOVEL INI...


...MOHON BANTUANNYA...


...TERIMAKASIH....


...jika ada kesalahan ketik dan nama mohon maafnya....


...jika ada pendapat silahkan komentar di kolom komentar....


...terimakasih....


...SALAM DARI AUTHOR : cherrycute.ar...

__ADS_1


__ADS_2