TAKDIR PERTEMUAN KITA

TAKDIR PERTEMUAN KITA
21. Akhirnya...


__ADS_3

hufftt sangat terasa' suasana yang mencekam di dalam ruangan ini. dengan ruangan VVIP kelas 1 yang terbilang sangat luas dan fasilitas bak hotel bintang 7. serta di hinggapi enam manusia yang berada di ruangan ini sekarang.


Near sebagai pasien yang di rawat, Nyonya besar Anelka, Tuan besar Arta, Tuan muda anta, Tuan muda Arka dan Rani sahabat Near sebagai penjenguk pasien. mereka semua sedang dalam ke diaman melihat reaksi Anearta.


Tidak ada yang berani berbicara se kata pun saat ini. mereka semua berdiri mengelilingi ranjang Near di ruangan ini.


mereka memperhatikan Near, melihat raut wajah Near yang terlihat dalam keterkejutan.


.


"a-apa ap-paaa.. maksudnya ini ?" gumam Near dengan suara tercekat dan air mata yang sudah terbendung di matanya, Tinggal menunggu kedipan mata saja air mata itu akan terjun ke pipinya. dia masih tidak percaya jika dia benar benar bagian dari keluarga itu. dia yang sudah selesai berurusan dengan rasa mual nya itu terasa lemas tubuhnya hingga ia menahan tubuhnya menggunakan kedua tangan nya pada kasur yang ia tiduri.


.


' apa kah aku Harus senang atau bahagia telah bertemu dengan keluarga kandung ku ?' batin Near. sesungguhnya dia sangat bahagia sekarang. sangat.. sangaaattt bahagia. tapi ia merasa tidak percaya diri. Near tidak percaya jika ia anak dari sepasang suami istri paruh baya yang ada di hadapannya.


Near begitu mengagumi keluarga harmonis yang ada di hadapannya itu hingga ia merasa tidak pantas jika bergabung dalam keluarga itu. ia memiliki masa lalu yang kelam yang menimpah nya yang membuat dirinya sangat menjijikan jika bergabung dalam keluarga itu.


"Hiks....."piluh nya, ia tidak bisa ber'ucap panjang lebar sekarang.


"Anearta... kenapa sayang ?. kenapa kamu menangis, sudah ada mommy disini jangan menangis sayang..." kata mom Anelka dengan suara yang sangat lembut berbicara dengan Near. ia berjalan mendekati Near lalu duduk di pinggiran ranjang Near. mom Anelka pun memeluk Near dengan sangat sangaaattt erat ia memeluk Anearta.


"Hiks... hug hug" Near ingin menjawab tapi malah suara cegukan yang keluar.


puk puk.... ada tepukan lembut bertangan besar di punggung Near yang membuat Near nyaman hingga ia merasa lebih tenang hati dan pikirannya.


"tenang sayang... tenang" suara serak tapi lembut di telinga membuat Near menjadi lebih tenang lagi.


mom Anelka yang sedari tadi memeluk Near ia sudah merasa kan jika Near mejadi lebih tenang.


ia pun mengendur kan pelukan nya dan melihat wajah Near yang sudah sembap akibat menangis. Deddy Arta yang tadi di belakang Near untuk mem puk puk kan punggung Near pun berjalan perlahan melihat ke depan wajah Near.


"hiks.." lirik kecil dari suara Near. ternyata ia masih menangis.


"jangan menangis sayang, cerita jika kamu ada kesusahan..." ucap mom Nelka.

__ADS_1


"Tantee...." ucap Near yang langsung di potong oleh mom Nelka. "jangan panggil Tante sayang. ini mommy, mommy kamu." potong mom Anelka.


"Hiks... T-tapii aku gk pantes Tan..." lirih nya yang terdengar semua orang yang ada di ruangan itu. mana yang membuat mereka kaget, kenapa Near berbicara seperti itu.


"Tidak sayang. kamu pantas kamu anak mommy...."ucap Nyonya Anelka sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi Near.


"Kamu darah daging saya !!. siapa yang bilang tidak pantas ?" ucap Deddy Arta yang menjadi sorotan mereka.


"betul itu siapa yang bilang tidak pantas jika adik ku sendiri bergabung bersama kita ? hah ! siapa itu ?" ucap Arka menambahi perkataan Deddy nya.


Near terdiam, ia sendiri bingung karena ia tidak tahu siapa yang bilang jika ia tidak pantas. tapi ia hanya berfikir jika dia tidak cocok masuk kedalam keluarga seperti itu. mungkin pemikiran seperti itu terlintas karena dia sering di rendah kan dalam keluarga sebelumnya yang membuat dia tidak percaya diri.


"Tidak ada..." ucap Near pelan.


"Baiklah jika begitu. anak ku Anearta harus semangat. jangan lemah. kita keluarga zoxga harus memiliki rasa percaya diri agar tidak di rendah kan orang lain. jika ada yang membuat masalah dengan kita lawan mereka kita jangan pasrah atas pembuatan yang merugikan bagi kita" ucap Deddy Arta yang menyemangati Near, lantas yang membuat Near tersenyum.


"cepat sembuh sayang..." kata mom Nelka pada Near sambil mengusap usap lembut ubun ubun Near.


"iya.. mom" jawab Near. ia menjawab dengan suara pelan dan malu malu menunduk kan kepalanya, Dan ini pertama kali Anearta menyebut Nyonya Anelka dengan sebutan mom. mom Anelka yang mendengar panggilan itu pun terkejut dan langsung memeluk lagi Near dengan erat.


"aaaaaa... so sweet, jadi kangen mama hiks" ucap seorang gadis yang tidak jauh berdiri dari ranjang Near. Near yang mendengar suara itu pun mencari arah pandang nya dan menemukan nya " sini Rani... kamu juga bisa memanggil mom ku dengan sebutan mom juga seperti aku yang juga memanggil mama mu dengan sebutan mama " ucap Near dengan wajah tersenyum lalu menggerakkan tangan nya agar Rani mendekat.


Rani yang mendengar ucapan sahabat nya itu pun terkejut "seriosly....? " tanyanya.


"iya, serius. sini sayang..." bukan Near yang menjawab melainkan mom Anelka yang sembari membuka lengan kanan nya agar Rani mendekat.


"hiks.." Rani pun bukannya mendekat ia malah menangis karena sambutan keluarga sahabat nya itu sangat baik.


pluukkk....


"ehh"


glup...


'ihh siapa sih yang dorong ' batin Rani yang barusan saja terdorong dan tanpa sadar masuk kedalam pelukan mommy Anelka dan Near.

__ADS_1


"lama banget, tinggal jalan aja pake nangis segala..." terdengar suara pria di belakang Rani. dan ia baru tersadar jika yang mendorong nya adalah si Arka.


"Hahahahahah" tawa mom Anelka dan Near.


Rani yang mendengar itu pun mendongak kan sedikit kepalanya dan melihat siapa itu yang ternyata adalah Mommy nya Near dan Near sedang mentertawakan dia.


Rani menunduk kan kepalanya lagi dan ia merasa ada yang mengganjal. saat ia diam sebentar dia baru tersadar jika sekarang dia sedang dalam pelukan mommy Anelka.


Rani pun mendongak kan kepalanya lagi dan ia melihat mommy Anelka sedang mencium puncak kepala Near dan berganti ke arah puncak kepala nya yang membuat ia memejamkan matanya. "selamat datang anak anak perempuan mommy Anearta dan Rani..." terdengar ucap mommy Anelka setelah melepas kan ke cupan di kepalanya Rani.


"Hmm. masa Deddy gk di ajak sih, gk seru lah..." ucap Deddy Arta yang terdengar merajuk.


"iya.. Arka juga masa gk di ajak sih..." tambah Arka yang juga merasa iri.


"ehgem... anta kan yang nemuin Anearta deluan. masa anta gk di ajak sih. di tinggal sendiri lagi nih" lanjut anta yang ternyata ia sendiri yang tidak ikut berpelukan sebandingkan yang lain sudah berpelukan semua.


"Haahhahahaha" semua pun tertawa mendengar ucapan anta yang mengeluh.


.


bersambung........


.


.


.


jangan lupa like favorit vote Dan komen.


mohon saran nya agar saya bisa membuat novel yang lebih baik lagi.


dan jika ada kesalahan dalam penulisan novel saya mohon di ingat kan.


Terimakasih.......

__ADS_1


__ADS_2