TAKDIR PERTEMUAN KITA

TAKDIR PERTEMUAN KITA
4. Saran


__ADS_3

"hiks hiks hiks.... Tuhaannn, kenapa ini terjadi padaku. satu masalah muncul langsung kau datang kan berbuyut buyut. tidak bisa kah kau datang kan dengan jeda ?. kenapa harus kau limpahkan masalah ini sekaligus ?. hiks hiks hiks." tangisnya yang lemah.


"aku sungguh tidak sanggup, hancur sekali hati ku tuhaannn. dimana tempat ku bersandar ?. orang tuaku?, mereka saja tidak menghawatirkan ku saat aku tidak pulang kerumah. pacarku? dia saja menghianatiku. dan kesucian ku yang telah ku jaga bertahun tahun pun telah kau renggut Tuhaannn. Apa yang harus kulakukan hiks hiks haagggh aaaahhagg haaaaa" tangisnya yang semakin larut mereda dan tertidur.


.


.


malam hari telah datang, waktu yang near habiskan hari ini hanya dikamar saja.


ia menangis seharian di kamarnya. Dengan pintu tertutup ia bebas menangis semaunya, karena ruangan kamarnya kedap suara.


sampai jam 8 malam ia masih bersedih. padahal ia sudah bersedih selama 6 jam yang terkadang ia melamun lalu menangis dengan kencang dan tiba tiba berhenti, terus ter'ulang lagi seperti itu!.


hingga akhirnya ia benar benar terlelap dalam tidurnya saat jam delapan lewat malam.


...****************...


'aku tidak punya identitas wanita itu. bagaimana aku mencari nya ?.' Tampak pria sedang termenung menghadap jendelanya, di kamar itu! terlihat pemandangan malam gelap dan pepohonan serta bangunan tinggi lainnya .


Rumahnya yang berjauhan dengan tetangga dan diatas perbukitan membuat nya bisa melihat apa saja yang berada dibawahnya, daerah yang hanya dihuni oleh kaum elit. itu saja hanya rumah biasa yang dia tempati karena Mension aslinya ada di Paris bagaimana dengan Mension aslinya !, Mension yang hanya bisa dihinggapi oleh keluarga oxtar.


dia ke Indonesia untuk melakukan kontrak bisnis di salah satu cabang perusahaan nya.


~


"lebih baik, aku tanya mereka saja" gumamnya.


*halo..., Arka, bisa kah kau datang kerumah ku ?.*


tanya pria itu, dia Samuel.


*bisa Sam ada apa ?* jawab arka dari Balik telephon.


*aku ingin bertanya, lalu mendiskusikan sesuatu dengan kalian. sekalian bawa Rendi kesini !. bisakah?*


*bisa sam, apa yang tidak bisa untuk sahabat ku satu ini. tunggu aku akan berangkat.*


jawabnya.


*baik terima kasih.*


itulah percakapan mereka saat ini di sambungan telephon.


........


tok tok tok...

__ADS_1


.


.


ckleeck..


"ahh tuan arka dan tuan Rendi. cari Tuan Samuel yah ?." ucap salah satu pembantu di rumah itu. biasa dipanggil Bik' Darmi.


dia sudah sangat lama menjadi asisten rumah tangga di kediaman oxtar. dia menjaga Rumah ini untuk perawatan rumah dan lain lain. karena Samuel kadang datang kesini untuk tinggal jika sedang mengecek perusahaan perusahaan cabang nya.


"iya Bik, Samuel nya dimana? "


"Ada didalam, masuk saja."


.


.


.


tiba mereka berdua di ruang kerja Samuel


"Sam, apa yang mau kamu bicarakan ?" ucap arka.


"iya, kayaknya srius amat nieh" lanjut Rendi, sambil menggosokan kedua tangan nya.


~


"aku ingin membicarakan tentang wanita yang pernah ku tiduri itu !. "


"woww, apa kau sudah menemukan nya ?. " ucap rendi yang sejak tadi tidak bisa diam.


cleetaakkk...


"awW, kau ini. sakit tahu !" ucap rendi


"lagian kamu tuh. orang Samuel lagi mau bercerita dengan srius, kau malah cengengesan seperti becanda saja.."


"sudah sudah sudah. lanjut dengarkan saja aku bicara. " cegah Samuel.


" jadi seperti ini. aku ingin mencari wanita itu!, tapi aku bingung bagaimana caranya."


"ck ck ck. ternyata Samuel bisa bingung juga. ck ck ck.... isshh padahal kau seorang pembisnis terkaya, seharusnya kau itu jenius, ish ish ish" celanya sambil menggeleng kan kepala.


cleetaakkk...


"awW kenapa lagi aku kena tempeleng ?. isshh".

__ADS_1


"sudah ku bilang !. kau diam saja !, DIAAMM !. Paham tidak ?".


"paham paham"jawabnya dengan wajah sedikit mengerucut.😒


"awas kau bicara menyelaaa lagi !!" ancam Arka.


"jadi begini. aku sudah berusaha mencari nya lewat CCTV. Siapa tahu aku melihat wajahnya. tapi ternyata apa?. CCTV nya saja tidak ada bagaimana mau melihat wajahnya."


"bagaimana bisa tidak ada CCTV ?" tanya Arka.


cctaakk


"kau ini seperti tidak tahu saja, itu kan di club' yang ada kamar seperti motel. tentu saja tidak ada CCTV jikalau ada tempat itu sudah di grebek oleh polisi. begitu saja tidak tahu. Huuu dasar NOOB." UCAP Rendi.


"ish iya juga yahh.." Bala's arka sambil mengelus jidat nya.


"Rendi apakah kau balas dendam ?" tanya Samuel.


"Dasar KAUUUUU...." lirik arka sambil membawa kepalan tangan nya di depan wajah.


~


"lalu aku harus bagaimana ?"


"bukan kah wanita itu masih perawan saat itu, dan ada bercak darah yang menempel di seprei. itu bisa kau ambil dan jadikan buat tes saat bertemu wanita itu lagi. jika hasil test DNA nya sama berarti itu wanita mu !. " saran Rendi. yang akhirnya terdengar bijak juga ucapannya.


"lalu mana seprei nya ?" tanya arka.


" Niiiiiihhhh" ucap rendi sambil menyodorkan sprei yang terdapat bercak darah near.


semua mata melihat ke arah rendi yang memegang benda itu, bisa bisa nya dia menyimpan benda itu. lalu mereka berdua menggeleng kan kepala nya. ck ck ck. dan si Rendi hanya tersenyum menyengir saja saat ditatap begitu.


"lalu bagaimana caranya kau menemukan wanita yang memiliki DNA itu Sam ?" tanya arka.


"Harum...."


"hah ?. harum ?, apa maksudnya"


"Harum, yah betul. harum wanita itu yang membuat ku terlena, dan hanya wanita itu yang membuat ku mabuk tam sadar kan diri !." jawab Samuel yang sepertinya sudah menemukan solusi nya.


"tapi terdapat ribuan wanita di Dunia ini. ini yg membuat persalahannya." renung Samuel yang sepertinya sudah Runtu lagi semangat nya.


"Jika kalian berjodoh pasti akan bertemu. sejauh apa pun jaraknya pasti akan bertemu. dan itu hanya menunggu takdir dan waktu yang menuntun kita. yang perlu dilakukan sekarang adalah berusaha mencari dan bersabar, agar membuahkan hasil yang memuaskan " ucap rendi yang terdengar bijak lagi. Tomben sekali dia.


prok prok prok


suara tepukan tangan terdengar dari Samuel dan Arka.

__ADS_1


"jangan begitu lah. saya jadi malu... hehehehe" ucap rendi yang semakin nyengir.


__ADS_2