
" Hufftt akhirnya sampai juga...." Ucap mom Anelka, ia menghela nafasnya yang terasa berat. Menandakan kelelahan dan ke khawatiran yang ia rasakan telah usai beberapa untuk saat ini. Ia melangkah kan kakinya keluar dari mobil mewah milik suaminya.
Saat mommy Anelka sudah turun dari mobil tersebut, ia pun menghampiri pintu mobil belakang yang di tumpangi oleh ke dua anaknya yaitu Anearta dan Anta. Sebandingkan untuk Rani dan Arka mereka berdua langsung pergi menuju apartemen milik sepupunya Rani yang di tempati oleh Rani dan Near.
"Silahkan turun sayang, dirumah mu..." Ucap mom Anelka, ia segera ingin membawa putrinya masuk ke dalam Mension milik keluarga zoxga. ehhh tunggu tunggu.... Sebenarnya rumah ini Bisa di bilang Bukan termasuk Mension milik keluarga zoxga. Tapi,karena mereka sekeluarga lah yang menempati Mension itu jadi banyak orang luar mengetahui jika itu adalah Mension keluarga zoxga. Daann... Sebenarnya pemilik nya bukan Tuan besar keluarga zoxga. Pemilik sesungguhnya ia lah Anearta yeah walaupun Anearta adalah bagian keluarga zoxga tetapi Mension itu bukan di atas namakan zoxga family melainkan Anearta zoxga saja tanpa ada ember embel family.
Anearta sendiri belum mengetahui nya. Bahkan sekarang ia terlihat seperti sedang memuja Muja yang terlihat dari raut wajahnya. Ia terlihat mengagumi bangunan yang ada di hadapannya yang ia pikir itu adalah rumah orang tuanya.
"Waahhh... Mom rumah mom bagus banget...." Ucap Anearta. Iya berkata sambil keluar dari dalam mobil Deddy nya.
"rumah ini punya kamu Near..." Ucap seseorang yang baru menghampiri Near. Ia anta, anta juga ikut turun keluar dari mobil Deddy nya dan berjalan mendekati Near dan mommy nya.
"Hahaha kak anta bisa saja. Ini kan rumah Deddy dengan mommy. Bagaimana bisa jadi milik ku." Ucap Near. Ia sedikit canggung dan bingung dengan perkataan kakak nya mengenai rumah itu. Ia berfikir, bagaimana bisa rumah semewah itu bisa menjadi miliknya.
"Tidak Near, ini bukan rumah Ded dan mom. Tapi ini rumah mu rumah yang diberikan oleh kakek mu. Rumah ini juga sudah di atas namakan dirimu hanya saja belum di tanda tangani. Karena seharusnya rumah ini di berikan saat kau berusia 17 tahun sebagai hadiah hari dewasa mu." Ucap Deddy arta yang sudah berada di samping mommy Anelka. Mereka berdua terlihat sudah bergandengan tangan.
"Hah... Ded. Ini boong kan, pasti gk benar. Tidak mungkin aku mempunyai rumah sebesar ini" ucap Near yang merendah diri. Dia tidak percaya jika ini benar benar milik nya.
Ia berfikir jika ia tinggal di situ mungkin bisa dibilang wajar, yeah walaupun dia tidak menyangka jika akan tinggal di Mension sebesar itu. Tapi ini, Mension ini ternyata di atas namakan dirinya, ini benar benar sudah tidak wajar !.
Dulu di Indonesia ia tinggal di rumah yang terbilang sangat mewah di kota nya. Karena orang tuanya termasuk pembisnis termaju di Indonesia. Dia pikir rumah orang tua kandungnya tidak beda jauh dengan orang tua angkatnya. Tapi apa ?, Ternyata begitu jauh seperti 180 derajat.
"Apakah aku bermimpi Deddy ?"
"Hahahhahahahahah" gelak tawa mereka semua mendengar ucapan Anearta.
"Tidak sayang, kamu tidak bermimpi. Ini memang punya mu..." Ucap Deddy arta.
"Apakah kau terkejut ?" Tanya anta yang mendekat kan wajah nya ke wajah Anearta.
"Sangat- sangat terkejut..., Apalagi melihat wajah kak anta yang membuat ku sangat terkejut...." Ucap Near yang melantur begitu melihat wajah anta Dengan sangat dekat.
"Pufftt... Hahaha, yang ku maksud itu apakah kau terkejut dengan rumah milik mu ini. ?" Ucap anta sambil tertawa melihat wajah Anearta yang memerah.
"Ah.. eh, hehe... Maaf kak. Lagian kak anta ganteng banggeetttt" ucap Anearta dengan memajukan kedua jempol nya ke hadapan anta.
"Tapi, aku juga benar-benar terkejut. Ternyata aku punya rumah sebesar ini...." Lanjut nya yang masih mengarah kan kedua jempolnya pada anta.
"Owh.. aku tahu aku ganteng" kata Anta dengan raut wajah membanggakan dirinya. Ia menepuk dada nya dan memejamkan matanya yang jika dilihat orang lain seperti orang yang sangat belagu.
__ADS_1
"Dih.." decih Deddy arta.
"Oh ya Anearta..., Kamu akan lebih sering terkejut lagi mulai sekarang..." Lanjut Deddy arta sambil merangkul istri nya. Mereka berdua berjalan masuk kedalam Mension itu. Yang sedari tadi sibuk memperhatikan Near dan anta berbicara akhirnya masuk juga mereka. Mungkin bosan.
"Selamat datang adik tersayang ku... Di rumah" ucap anta pelan di telinga Near. Anta terlihat akan merangkul pundak adik itu. Dan mereka berdua pun masuk ke dalam Mension mewah tersebut.
.
.
"kalian berdua tinggal di sini ternyata..."
"He'em.."
cklek....
di sebuah apartemen yang terbilang cukup mewah di daerah itu.
Arka dan Rani datang ke apartemen itu, bertujuan untuk membereskan barang barang Anearta yang ia bawa dari Indonesia. karena mereka berdua Near dan Rani memiliki untuk tinggal di Mension keluarga Near.. aitsss Mension Near lebih tepatnya.
"waahhh mewah Juga yeah tempat tinggal kalian..." lirih Arka sambil berkacak pinggang menelusuri ruangan yang ada di apartemen itu.
"ck.. aku punya yang lebih mewah dari ini" ucap Arka tak mau kalah.
"benarkah ?"
"Tentu..."
"owh.. aku tak peduli. huhuu" ucap Rani meninggalkan Arka sendiri di ruang TV.
"ck dasar.."
.
' walaupun apartemen ini terbilang mewah tapi... terlihat sepi jika di pandang. bukankah mereka perempuan ?, seharusnya banyak pernak pernik di apartemen ini...' batin Arka yang telah menelusuri ruangan yang ada. eitss, dia hanya menelusuri ruangan yang ada kecuali kamar.
"kak ARKAAA....." teriak Rani terdengar di telinga Arka.
"anjir nih orang, perempuan geh suaranya gede banget..." gumam Arka, ia sedikit terkejut mendengar teriakkan itu, karena sebelumnya ia sedang mengambil cemilan di kulkas yang ada di dapur. ia sangka ia tepergok telah mengambil makanan tersebut.
__ADS_1
Buru buru pun Arka membersihkan makanan yang telah ia makan separu.
Arka pun berjalan lagi ke arah ruang TV. saat ia sampai di ruang TV ia melihat Rani telah selesai membereskan barang barang Nya. terdapat banyak sekali barang yang ia keluarkan.
brukk..
suara kardus yang Rani letakkan di meja yang ada di ruangan tersebut. " sudah semua ?" tanya Arka. ia pikir dengan barang sebanyak itu mungkin sudah lengkap semua barang Rani dan Near. tapi, ternyata salah.
"belum"
"Hah ?.." ucap Arka kaget dengan raut wajah cengo.
"itu, barang sebanyak itu. belum juga ?" tanya Arka. ia tidak habis pikir, ternyata perkiraan nya salah besar.
"iya, belum. itumah barang Rani doang, barang Near belum." kata Rani dan ia berlalu pergi meninggalkan Arka yang termangu sendiri.
'gua pikir dengan keadaan apartemen yang terlihat sangat sepi dan sunyi ini mereka tidak membawa banyak barang. tapi ternyata,... barang yang keluar dari kamar Rani saja sudah sebanyak itu...' batin Arka, ia menggeleng kan kepalanya dengan lesu.
"KAK ARKAAA"
BRUKK...
"astaga anjir nih orang teriak Mulu." ucap Arka.
"APA...?" Tanya Arka dengan berbalik tanya.
"sini geh bantuin. barang nya Near lebih banyak nih..." teriak Rani lagi.
"iya iyaaa......" akhirnya Arka pun menyusul Rani yang tengah membereskan barang barang Near.
.
.
.
*bersambung.....
TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBACA CERITA SAYA....🙏🙏🙏*
__ADS_1