
"hihihi...."tawa Rani dengan suara yang sangat kecil hingga Arka tidak bisa mendengar nya.
Rani merencanakan sesuatu yang hanya ia ketahui sendiri.
saat Arka hendak membuka pintu lemari tersebut. Rani pun berhitung.
satu...
duaa..
tiggaaa...
dalam hatinya.
brukkkkk
"hahahahahah" tawa Rani pecah terdengar.
ia melihat Arka yang sudah terkubur dalam gulungan gulungan kain yang sangat banyak.
Rani sengaja tidak memberi tahu Arka jika terdapat banyak gulungan kain di lemari tersebut. dan hasilnya di luar ekspektasi nya.
seorang Arka zoxga dari keluarga ternama telah tertimbun gulungan kain yang sangat banyak.
"hahaha, kak bangun cepetan. lanjutin beres beres nya." kata Rani yang melanjutkan aktivitas sebelum nya yang sedang merapikan pakaian Near dan memasukkan nya ke koper.
beberapa detik Rani telah bicara dan tak mendapatkan Jawaban dari Arka
"kak..."
"Hhmm" akhirnya di jawab juga. tapi hanya Hhmm mana yang membuat Rani kesal.
"ish, kak Arka. lanjutin be'beres nya" ucap Rani yang mulai kesal.
"heeyyy, kau tidak lihat ?. badan ku saja tenggelam seperti ini. dan kau, kau menyuruhku cepat cepat berberes. bagaimana bisa aku be'beres jika bangun saja tidak bisa." kata Arka dengan suara mencekam. hahaha, Arka sedang sangat kesal Sekarang.
"hehehe, oke oke. Rani singkirkan sekarang"
dan akhirnya Rani pun menyingkirkan gulungan gulungan kain tersebut dari tubuh Arka. hingga memunculkan Arka yang terlihat terlentang tak berdaya. hahaha
"hufftt.. sudah yeah" kata Rani. ia lumayan lelah setelah memindahkan gulungan gulungan kain tersebut yang ternyata sangat berat.
Rani pun kembali duduk dan membereskan pakaian pakaian Near yang sebelumnya tertunda sesaat.
saat ia tengah melanjutkan melipat pakaian Near. Rani melihat ke arah Arka. ternyata Arka masih saja terlentang seperti sebelumnya, tidak ada perubahan sama sekali.
__ADS_1
"Kak... Berdiri lagi dong. Masih banyak nih barang yang belum di beresi" Ucap Rani yang memprotes pada Arka, ia mau marah sebenarnya. tapi tidak ia lanjutkan karena ia tersadar. Arka seperti itu karena ulahnya.
"Woi, bantuin bangun dulu dong. Gk bisa berdiri nih, dari tadi. Sangka mau di bantuin bangun sekalian, ternyata cuman nying Kirin
Kain." Ucap Arka dengan nada berkomentar.
"Oooooohhh, ternyata mau minta bangunin. Bilang dong dari tadi. Lagian diem diem Baek. hehehe" Ucap Rani, ia kembali mendekati Arka yang masih terlentang di lantai.
Rani pun menjulurkan tangannya yang di sambut oleh Arka. Dengan mengeluarkan sepenuh tenang untuk mengangkat Arka.
Arka yang menyambut uluran tangan Rani pun tersenyum. Tapi, ada maksud tersembunyi dari senyuman nya itu. Hahahaha.
Arka yang merasa Rani sudah mengeluarkan tenaga nya itu pun tidak membantu mengeluarkan tenaga nya juga, mana yang membuat Rani kesulitan. (Itu tujuannya).
Rani sedikit bingung kenapa Arka susah sekali di tarik.
"Njir.. berat amat nih orang. Lemes banget lagi kek gorengan tiga jam." Batin Rani dalam hatinya.
Tiba tiba saja setelah Rani membatin seperti itu, tenaga Arka keluar. Tapi, anehnya Arka bukannya berusaha untuk berdiri malah terasa menarik lengan Rani.
Mana yang membuat Rani terkejut dan hilang keseimbangan. Jelas jelas Rani kelelahan setelah mengangkat gulungan kain yang sangat banyak itu !. Malah ditambah dengan tarikan lengan Arka yang membuat tambah susah. Hinggaaa....
"Aaakhhhh..."
Bruk..
Dan...dannn mereka terlihat 😲
Waahhh wahhhh wahhhh.....
Humpp.....
Yeah Rani terjatuh daannn mana yang membuat mereka bersentuhan bibir ! Tunggu bukan kah itu juga termasuk ciuman ?.
"Whhaattttt.... My first kiss" batin Rani yang sangat terkejut. Ia sedikit meringis dalam hatinya.
"Waitttttt... Tunggu tunggu. Ini bukan rencana gua woi" batin Arka yang tak kalah kagetnya. Ia benar, sebelum nya ia merencanakan sesuatu. Tapi !! Ini bukan rencana nya. Ini benar benar di luar prediksi nya !.
Sejenak terasa hening...
Hummpp... Mereka pun melepaskan ciuman itu. Dan terjadi keheningan kembali.
"Kak Arka sengaja yaahhh..." Ucap Rani.
"Lah... Manah ada" bantahannya.
__ADS_1
"Terus barusan apa ?" Rani lumayan marah dan merutuki Arka. Mungkin ia berusaha menghilangkan kecanggungan yang ada.
Dan sebaliknya pun begitu. Arka menjawab dengan segala banyak alasan. Yang mana membuat Rani tambah marah karena jawaban Arka terdengar mengeles.
Yeah sejam kemudian, selesai juga pertengkaran kecil mereka.
Mereka berdua pun melanjutkan aktivitas be'beres yang sebelumnya sempat terjeda akibat hal yang tidak di rencana kan.
Dan Arka melanjutkan beresan gulungan kain yang sebelumnya membawa kan bencana kecil untuk nya. Hahahaha.
Arka membawa gulungan gulungan kain tersebut ke depan apartemen beserta barang barang Rani yang sebelumnya sudah di beresi.
Arka pun kembali ke kamar Near untuk mengecek lagi. Siapa tahu ada yang terlewat kan pikir nya.
Dan saat mengecek lemari yang sebelumnya berisi kan gulungan kain tersebut, dan benar saja !. Tepat Di atas lemari nya terdapat sebuah kardus yang berukuran sedang. Untung saja Arka sempat melihat ke arah atas. Jika tidak bisa bisa tertinggal sudah kotak itu.
Hufftt hampir saja tertinggal pikir Arka.
Arka pun mengambil kotak itu. Dan ia taruh di kasur yang tepat berada di belakangnya.
Entah kenapa Arka merasa sangat penasaran terhadap kotak yang berbahan dasa kardus tersebut.
Yeah bisa dibilang ini perbuatan lancang. Yaitu sembarangan membuat barang milik orang lain.
Tapi yang namanya penasaran mau bagaimana lagi.
.
Arka pun membuka kotak itu. Yang ternyata isinya berupa benang jahit dan pernak pernik bahan yang biasanya digunakan untuk pakaian. Yah mengingat jika near adalah mahasiswa desain jadi itu adalah hal yang lumrah.
Tapi, tanpa sadar tangan Arka tetap saja memegang megang barang barang tersebut.
Hingga ia melihat sebuah benda yang sangat ia kenali dari desain nya.
Ia sedikit bingung, kenapa benda itu ada di kamar Near. Apakah ini hanya kebetulan saja ?. Atau ada sesuatu yang tidak ia ketahui ?.
"Bukan kah ini Desain lambang keluarga oxtar ?" Gumamnya.
Bersambung........
.
.
.
__ADS_1
hayyy Terimakasih sudah membaca. mohon bantuan like dan vote nya sebagai dukungan.
TERIMAKASIH.....