
SEHARI SEBELUM NYA..
"ughh..." terdengar erangan kecil dari suara seseorang.
ia Near.
"aghh.. hmm, dimana ini ?. Aku dimana..." lirik Near. suara nya sangat parau terdengar kecil.
"aku dimana, ugh. kenapa Tubuhku lemas sekali...., sekarang" Near masih saja bergumam sendiri.
'apa yang terjadi dengan ku, bukankah tadi aku masih di restauran dan..dan bertemu mom nya Arka. lalu... Kenapa aku disini..?' batinnya.
ia masih tidak sadar jika dia sedang di ranjang rumah sakit...
beberapa detik dia menenangkan diri ia baru melihat ke kanan dan ke kiri.
.
' aku seperti nya aku sekarang ada di rumah sakit. Tapi, mewah sekali ruangan ini. siapa yang membawaku. ah, yah dimana Rani aku tidak melihat nya.' pikir Near.
saat aku sedang menenangkan diri dan berfikir bagaimana aku bisa ada disini terdengar suara pintu yang terbuka.
cklek...
suara itu pun menarik perhatian ku, aku pun melihat kearah pintu masuk tersebut.
Dan saat ku lihat orang yang memasuki ruangan ku tempati sekarang, ternyata ada dua orang. yeah dua. tapi, hanya satu orang yang ku kenal. ia Tante Anelka, ya Tante Anelka mommy nya kak Arka.
Tante Anelka masuk bersama pria yang terlihat lebih tua sedikit dibandingkan Tante Nelka.
Tante Nelka berjalan mendekati ranjang yang aku tempati, sebanding kan pria paruh baya itu menutup pintu itu kembali. sesaat sudah pria itu berada disampingnya Tante Anelka.
aku lihat mereka berdampingan, jelas mereka sangat dipastikan adalah suami istri. sangat serasi sekali ku pikir. bahkan aku sempat membayangkan masa Depan seperti itu !.
(Apakah aku dapat menemukan pasangan seperti mereka berdua....) batin ku.
sempat saja aku terlamun dengan pikiran ku sendiri.
"hay sayang. bagaimana keadaan mu ?, apakah ada yang tidak nyaman ?". ucap Tante Anelka. yah suaranya menyadarkan ku dari lamunan ku barusan.
aku pun kaget dan sedikit gugup.
"ghm, ahggh. ahh, maaf Tante..., saya melamun.." ucap ku.
aku pun langsung melihat wajah Tante Anelka. 'Cantik' pikir ku.
"ahh, tidak apa apa sayang. tapi, apakah ada yang tidak nyaman dengan mu ?" Tante Anelka pun bertanya lagi sama seperti pertanyaan sebelumnya.
__ADS_1
"ehmm, Tidak Tante. aku sudah nyaman" jawab ku.
sesudah ku menjawab tiba tiba saja Tante Nelka memeluk ku dan sontak membuat ku kaget.
cup cup cup...
bahkan setelah melepas kan pelukan nya ia langsung mengecup jidat ku.
aku sempat terlena sesaat. aku sempat berpikir jika mereka adalah orang tua ku, perlakuan mereka seakan akan menghawatirkan putri nya. bahkan setelah Tante Anelka melepaskan ku, pria yang disampingnya pun ikut memeluk lalu mengusap usap rambut ku.
sungguh sikap mereka membuat ku sangat tersentuh. orang tua ku yang di Indonesia saja tidak pernah seperti ini pada ku. padahal aku sudah dirawat sejak masih bayi.
"hiks...." yhhh, air mataku Benar benar tidak bisa diajak kerja sama, sungguh. sepertinya aku benar benar kekurangan kasih sayang.
bahkan saat orang yang tidak ku ketahui siapa mereka, aku bisa tersentuh begitu dalam.
menyedihkan sekali diriku. itu pikir ku.
"ehh. Anearta..
kamu kenapa nangis sayang ?.
kenapa ?.
apa ada yang sakit ?.
"mommy....." sungguh seperti nya mereka benar benar mengasihani ku. bahkan mereka membuat seolah olah mereka adalah orang tua ku.
"hmm. tidak apa apa Tante. perasaan ku saja tiba tiba meloww, ah ha ha" ucap ku mencairkan suasana. sambil ku usap air mataku yang sudah berada di pipi menggunakan punggung tangan ku.
"Jangan seperti itu Anearta. kamu tidak boleh membohongi diri sendiri jika kamu sedang dalam kesusahan"
deg
Tiba tiba saja pria yang disamping Tante Anelka berbicara. ucapan nya sederhana. tapi, menurut ku itu menyakitkan. karena apa ? karena ia berbicara dengan menegur ku untuk tidak usah berpura-pura bahagia dengan keadaan ku.
seakan akan mereka berdua tau jika aku sedang mengalami masalah.
sejujurnya aku dari tadi tidak berani menatap wajah pria tersebut. aku hanya berani berhadapan dengan Tante Anelka.
aku pun memberanikan diri untuk melihat wajah pria tersebut.
Dan saat ku melihat wajahnya 'Tampan' yah itu satu kata yang terlintas di benakku. dan wajah nya sangat mirip dengan kakak anta yang pernah ku temui.
Dapat di pastikan mereka berdua adalah suami istri
bahkan anak anak mereka terlihat Tampan Semuanya. dan.. oh yah, bukankah mereka berdua juga memiliki seorang putri. bagaimana rupanya. hmm.
__ADS_1
Jika bisa ku meng'halu ku pikir mereka adalah orang tua ku. kenapa aku bisa berfikir seperti itu !. karena jika digabungkan wajah orang tua yang ada di depan ku ini mereka terlihat mirip dengan ku.
ahh tapi itu tidak mungkin....
"salam om.." ucap ku saat menghadap ke pria tersebut.
"Hmm. bisa kah kau jangan memanggilku ku om ?.." ucap nya.
'Hah ?... maksudnya' batinku.
sungguh aku bingung sekali dengan nya. panggilan apa yang harus ku berikan jika bukan om ?. kakek ?(tidak mungkin, aku bukan cucu nya..!,). nenek ? ( apalagi itu, heyy.. dia itu pria bukan wanita ) lalu ?. masa harus ku panggil kakak ( narsis sekali pria itu. diakan sudah tua) hufftt aku sungguh bingung.
aku bahkan sempat sempat nya untuk ngelag saat dia melarang ku memanggil om!.
"Anearta.." ucap pria itu.
aku yang masih ngelag langsung tersadar kan begitu mendengar suaranya yang begitu menggema di telinga ku.
"ah ha.. iya om ?. apa?" ucap ku.
"sudah ku bilang jangan panggil om. kamu harus memanggil ku Deddy..!!" ucapnya.
"HAHHHH ?"
adduhh aku malah berteriak lagi. bahkan mulutku terbuka lebar di depan mukanya saat ini juga.
hihihihii' nah kan ada yang mentertawakan ku.
saat ku melihat nya ternyata Tante Anelka yang mentertawakan ku.
"kamu juga harus memanggil ku mommy. bukan Tante sayang" Ucap Tante Anelka sehabis mentertawakan ku.
"Hhaaahhh..." sungguh aku sangat kaget. ada apa ini.
Kenapa ada satu sepasang suami istri menyuruh ku memanggil mereka berdua dengan sebutan Deddy dan mommy ?.
"apa maksudnya ?" tanya ku.
Ckleeck....
belum pertanyaan ku di Jawab sudah ada saja yang masuk.
"Hayy... Nearr, akhirnya kamu sudah siuman dari pingsan nya." ucapan sahabat ku satu itu yang tak lain adalah Rani.
**bersambung......
hay Tolong dukungan nya , vote like dan komen....
__ADS_1
jika ada kesalahan ketik mohon maaf. jika ada saran tulis di kolom. terimakasih**