TAKDIR PERTEMUAN KITA

TAKDIR PERTEMUAN KITA
20. penjenguk


__ADS_3

"aaaaaa Near ku akhirnya sadar juga kamu. tau gk sih ?. kamu tuh bikin kita semua itu khawatir sama kamu, karena lama banget sadar nya... hiks" histeris Rani begitu masuk keruangan ku. yeah dia ini memeluk ku sampai membuat ku tercekik dan kesulitan bernapas. sampai pernah ku berfikir. dia ingin ku cepat sembuh atau ingin ku sakit selama nya laluuuu....dead.


"huegg hueee...."


'ughh tuh kan ini mah pasti karena Rani meluk aku ke kencengan jadi muel aku nya.' batin Near.


'eh, Near mual. apa ini tanda tanda orang hamil ?. Near Benar benar hamil. bagaimana yah jika ia mengetahui kabar ini...' batin Rani yang berbanding terbalik dengan Near. segera ia pun melepaskan pelukannya dari Near.


.


saat Perut ku tiba tiba saja merasa sangat mual aku pun segera beranjak dari ranjang rumah sakit tersebut." mau kemana kamu Anearta ?" ucap Tante Anelka. mungkin ia kaget karena aku mau turun dari ranjang itu.


"mau ke kamar mandi te. Perut aku mual banget. gk enak, mau muntah rasanya" jawab ku yang sempat berhenti turun dari ranjang rumah sakit. tapi Tante Anearta mencegah ku untuk turun ke lantai, ia malah membawa kantong kresek. "buat apa ini te ?" tanya ku. aku bingung bukankah aku mau ke kamar mandi ?, seharusnya dibawakan sendal, kenapa ini malah kantong kresek.


"Pakai ini saja jika kamu ingin muntah sayang, jika kamu jalan ke kamar mandi takut nya kamu tidak kuat dan terjatuh. Dan itu berbahaya." kata Tante Anelka. owh ternyata itu alasannya ia memberikan ku kantong kresek. jadi mau tidak mau aku menggunakan kantong kresek itu di atas ranjang ini. yeah aku menuruti perintah Tante Anelka.


ueeg hueeghh ueehhgg...


'ehmm. mual ku tidak hilang hilang, bahkan yang keluar hanya cairan air liur saja. aku mual tapi isi perut ku tidak keluar. bagaimana ini... aku masih saja mual.' batin Near. dia sedikit jengkel karena mual nya tidak hilang hilang dari perutnya, dan terlebih lagi... isi perutnya tidak keluar, bagaimana dia bisa berhenti jika begini. jengkel sekali baginya.


ckleeck...


'hmm, siapa lagi yang masuk ruangan ini' batin Near.


Near pun melihat ke arah pintu ruangan. Dan saat ia melihatnya ternyata yang masuk ada dua pria yang sangat ia ketahui, karena ia sudah pernah berjumpa dengan mereka berdua. yeah mereka adalah kak anta dan kak Arka. pria yang mereka temui seminggu lalu di restauran.


untuk apa mereka berdua sampai datang ke mari. bukankah hubungan Near dan dua kakak beradik itu tidak begitu dekat sampai sampai saat sakit dijenguk seperti ini. bahkan kedua orang tua mereka juga datang menjenguk Near.

__ADS_1


'ada apa ini kenapa banyak sekali orang yang tidak ku kenal menjenguk ku.' batin Near.


.


kedua pria itu berjalan mendekati ranjang Near. mereka berdiri di sebelah orang tua nya. mereka pun menyalami kedua orang tua itu. setelah mereka menyalami kedua orang tuanya mereka melihat ke arah Near. " ada apa dengan Anearta mom ?" ucap Arka. yang sedari tadi masuk kedalam Ruangan selalu memperhatikan Anearta. ia bingung kenapa dengan adiknya itu.( biasa Arka lupa kalo adeknya lagi hamidun).


"Tidak apa apa Arka. adik mu Hanya mual." ucap nyonya Anelka, dan tanpa sadar ada yang kaget setelah Nyonya Anelka berbicara seperti itu. (adikmu Hanya mual.... adikmu.... adikmu....) kata itu terngiang ngiang di telinga seseorang yang sedari tadi sedang menahan rasa mual.


....hening....


.


.


"hueegghh....." duaarrr... keheningan yang terjadi luntur begitu saja saat suara seorang pasien yang ada di ranjang itu sekarang.


'gawat sepertinya nyonya Anelka keceplosan dan..dan Near mendengar nya. pasti ini mah, pasti udah gk bisa di sembunyikan lagi faktanya sebelum Near keluar dari rumah sakit.' batin Rani yang sudah mematung sambil melihat ke arah Near.


'apa maksudnya nyonya Anelka. adik kak Arka ?. hahahaha aku pasti salah dengar iya pasti salah dengar ini mah.


stop stop sudah jangan ku pikirkan terus, oke lebih baik ku selesai kan saja dulu rasa mual ku ini. jangan pikirkan ucapan nyonya Anelka, ia pasti Hanya salah ucap, yeah betul nyonya besar hanya salah ucap' monolog Near dalam batinnya sendiri. jelas ia sangat tidak percaya dengan perkataan yang barusan ia dengar sendiri, ia sangat tidak percaya bisa menjadi anak dari keluarga yang terlihat sangat harmonis tersebut, keluarga yang jelas terlihat orang kaya dari pakaian nya saja, tidak mungkin ia anak dari keluarga itu. pikir nya .


"aghemm" suara deheman terdengar keras dari pria yang diam saja sedari tadi.


pria paruh baya yang terlihat sangat tampan, wajah nya sangat terlihat tidak termakan oleh usia.


setelah pria yang ber dehem itu pun sontak menarik perhatian dari seluruh orang yang ada di ruangan itu. mereka semua melirik ke arah pria paruh baya itu, iya tuan Arta.

__ADS_1


"baik lah jika sudah terbongkar..." ucap Tuan Arta dengan di jeda lalu melihat ke arah istrinya Nyonya Anelka.


"maaf" ucap nyonya Anelka setelah mendapat kan lirik kan dari suaminya.


"Anearta zoxga... kamu adalah anak kami...."


duaaaarrr


.


bersambung......


.


.


selamat membaca. jangan lupa like, jempolnya, komentar, vote.


beri dukungan seikhlas nya.


jika ada kesalahan mohon koreksinya biar bisa diperbaiki.


jangan sungkan sungkan untuk mengkritik.


kritik kan mu adalah ilmu yang bermanfaat.


terimakasih, seeyouu

__ADS_1


__ADS_2