
Lin Zi berjalan di koridor sekolah. Meskipun masih pukul setengah 6 pagi tapi sekolah terlihat sudah ramai. Ia berjalan melewati setiap kelas sambil memandangi sekelilingnya. Tak ada yang berubah. Sepertinya kehidupannya telah kembali normal.
Bruukkkk
Lin Zi menabrak seseorang didepannya, hingga ia terpental 2 langkah kebelakang. Ia mengusap usap kepalanya yang menubruk dada bidang seorang pria.
"Lihat jalanmu!" ucap pria itu dengan ketus.
"Maaf maaf, aku tidak senga..." kata kata Lin Zi terputus ketika melihat wajah pria dihadapannya. Seorang pria yang mengenakan seragam yang sama dengannya. Wajahnya terlihat sangat tampan dengan model rambut ala boyband korea.
"Jing Xuan!" panggil Lin Zi pada pria dihadapannya.
"Siapa Jing Xuan?" tanya Li Tian pada gadis yang masih tertegun menatapnya.
Lin Zi pun melihat ke tanda nama yang ada di dada kiri pria itu. Tertulis Jie Li Tian.
"Maaf maaf, sepertinya aku salah mengenali orang" ucap Lin Zi yang tidak bisa menjelaskan.
Pria itu hanya menatapnya dingin kemudian berlalu pergi.
"Zi Zi!" panggil seorang gadis yang tengah berlari menghampirinya.
"Zi Zi? Kenapa jadi memanggilku Zi Zi?" tanya Lin Zi pada gadis didepannya yang melihat pungung Li Tian semakin menjauh.
"Apakah kau berbicara dengannya? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ming Yue dengan semangat sambil menepuk nepuk bahu Lin Zi.
"Kau belum menjawab pertanyaanku" ucap Lin Zi membuat Ming Yue kehilangan semangatnya.
"Kau tau aku selalu ingin memanggilmu Zi Zi, tapi kau selalu bilang kalau itu aneh. Bukankah wajar karena aku adalah sahabatmu?"
"Panggil Lin Zi saja, aku hanya tidak terbiasa mendengarnya"
"Baik baik. Jadi Lin Zi, apa yang kau bicarakan dengan Li Tian?" tanya Ming Yue cengengesan.
"Tidak ada, aku hanya tidak sengaja menabraknya dan kupikir dia adalah orang yang kukenal"
"Benarkah? Oh iya, bagaimana keadaanmu? Bukankah harusnya kau masih istirahat di rumah sakit?"
"Aku sudah tidur selama 7 hari, tidak perlu istirahat lagi" ucap Lin Zi yang kini mulai berjalan meninggalkan Ming Yue.
"Lin Zi! Kelas kita kearah sana!" ucap Ming Yue sambil menunjuk arah berlawanan dengan Lin Zi.
Lin Zi pun berbalik dan terus berjalan melewati Ming Yue yang masih berdiri ditempatnya.
"Sepertinya otaknya sudah rusak" gumam Ming Yue yang mengikuti langkah Lin Zi dengan kesal.
***
Kringgg kringgg
Bel istirahat berbunyi. Lin Zi bergegas keluar karena wali kelasnya memintanya pergi ke ruang konseling. Namun saat keluar pintu kelasnya, ia kembali menubruk seseorang.
__ADS_1
"Maaf maaf, aku tidak sengaja" ucap Lin Zi segera.
"Kau lagi? Apa kau tidak punya mata?" ucap Li Tian dengan ketus.
"Aku kan sudah bilang tidak sengaja"
"Li Tian, Li Tian" panggil seorang gadis menghampiri Lin Zi dan Li Tian yang berdiri didepan pintu.
"Li Tian, ini untukmu" tambah Ming Yue seraya menyodorkan susu kotak rasa strawberry sambil cengengesan.
"Dasar aneh" gumam Li Tian mengabaikan Ming Yue.
"Kau!" ucap Lin Zi yang geram dengan sikap pria yang kini tengah berlalu pergi.
"Jangan mengejarnya lagi, sikapnya sangat sombong!" ucap Lin Zi pada sahabatnya yang menundukkan kepala karena telah diabaikan.
"Dia sangat kaya raya, wajar saja kalau sombong" gumam Ming Yue yang masih membela.
"Kaya raya kaya raya, kau selalu mengatakannya"
"Dia benar benar kaya raya. Apa kau tidak tau? Dia adalah Jie Li Tian, pewaris tunggal J Group !" jelas Ming Yue membesar besarkan.
"Benarkah? J Group ???" ucap Lin Zi menggoda sahabatnya.
"Benar! Bagaimana? Hebat kan?"
"Aku tidak peduli" putus Lin Zi seraya melangkahkan kakinya.
Tak lama kemudian, Lin Zi telah sampai didepan ruang konseling. Ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada jawaban. Ia pun memberanikan diri untuk masuk. Namun, ruangan itu kosong. Tak ada seorangpun disana. Ia melihat ke sekeliling ruangan. Ada 3 rak besar buku, 2 sofa dengan meja, 1 meja kerja guru yang dilengkapi dengan komputer dan printer, dan 1 rak besar berisi piala.
Suara pintu yang terbuka mengejutkan Lin Zi. Ia melihat seorang pria muda dan pria paruh baya memasuki ruangan.
Dari banyaknya siswa, kenapa dia lagi?
"Oh Lin Zi kau sudah datang rupanya, duduklah" ucap pria paruh baya memulai percakapan.
"Guru Yang" sapa Lin Zi.
"Emmm Lin Zi, begini... Kau sudah 1 minggu tidak masuk sekolah, emmm lalu..." gumam guru Yang kebingungan mencari kata kata.
"Guru Yang, anda bisa mengatakan intinya saja" ucap Lin Zi tak ingin berbasa basi.
"Jie Li Tian akan menggantikan posisimu sebagai ketua OSIS!" sahut guru Yang.
"Ke kenapa tiba tiba sekali?"
"Selama beberapa hari ini Li Tian membantu menyelesaikan masalah dan para guru memuji kinerjanya. Jadi kepala sekolah meminta Li Tian untuk menjadi ketua OSIS dan kau sebagai wakilnya"
"Ta tapi tidak bisa seenaknya begitu kan? Lagipula aku tidak masuk juga bukannya karena bolos"
"Dia pindahan dari luar negeri dan ayahnya adalah pemilik J Group" bisik guru Yang ditelinga Lin Zi.
__ADS_1
"Mohon kerja samanya" ucap Li Tian mengulurkan tangannya.
Lin Zi terlihat agak ragu, tapi ia menjabat tangan Li Tian dengan tersenyum masam. Saat itu ingatan Lin Zi ketika berpegangan tangan dengan Jing Xuan kembali muncul. Suhu tangannya, besar tangannya, rasa nyamannya membuat Lin Zi terdiam.
Rasanya sama...
"Apa kau bisa melepaskan tanganku sekarang?" ucap Li Tian membuyarkan lamunan Lin Zi.
Lin Zi kembali ke kelasnya dengan terus menggerutu. Meski begitu pikirannya tidak lepas dari bayang bayang Jing Xuan.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Para siswa berhamburan keluar kelas. Hari ini Ming Yue dijemput oleh ibunya jadi Lin Zi pulang sendirian. Ia menaiki sepedanya dan berhenti didepan sebuah toserba.
"Aku yakin ini tempatnya, tapi kenapa sekarang tidak ada?" gumam Lin Zi memandangi ruko ruko didepannya.
"Apakah ada yang bisa kubantu?" kejut seorang wanita yang bekerja di toserba.
"Ah, maaf.. apakah disekitar sini ada Paranormal Yin Yang?" tanya Lin Zi.
"Paranormal? Aku sudah bekerja selama 5 tahun disini dan tidak pernah mendengar kalau disini ada paranormal" ucap wanita berumur 30 tahunan itu sambil mengingat ingat.
"Benarkah? Kalau begitu maaf sudah mengganggu waktumu" ucap Lin Zi kemudian.
"Eh.. tunggu dulu. Kau bukannya anak sekolah yang pingsan didepan toserba minggu lalu?" ucap wanita itu menghentikan langkah Lin Zi.
"Didepan toserba?" gumam Lin Zi yang kebingungan.
"Benar! Sepertinya kau tidak mengingatnya. Apa kau mau lihat rekaman cctv hari itu?"
"Bolehkah?"
Lin Zi memarkirkan sepedanya dan masuk mengikuti wanita itu. Wanita itu memasukkan sebuah kaset dalam cpu.nya. Lin Zi melihat dengan jelas bahwa saat itu, ia hanya berdiri didepan toserba hingga 20 menitan sebelum pingsan dan dikerumuni banyak orang.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi Lin Zi terlihat masih terjaga di meja belajarnya. Kedua tangannya memegangi sebuah tusuk rambut diatas meja dengan lampu belajar yang masih menyala.
*Aneh sekali.. apa mungkin itu hanya mimpi? Jika hanya mimpi, kenapa tusuk rambut ini ada padaku? Dan bagaimana bisa Li Tian memiliki wajah yang sama persis dengan Jing Xuan? Arrggghhhhh semua ini membuatku gila!
**Tok tok tok***
Suara ketukan pintu itu mengejutkan Lin Zi yang masih melamun. Ia bergegas membukakan pintu sebelum mendapat komplain dari tetangga yang cerewet. Namun ia sangat terkejut melihat siapa yang bertamu kerumahnya malam malam begini.
●●●~~●●●
Kalau ada kritik dan saran tolong cantumkan di komentar ya..
Kritik dan saran kalian sangat membantu saya untuk melanjutkan novel garing ini🤗
Terima kasih atas kontribusinya
Dan jangan lupa tekan 👍 ya 😚😚
__ADS_1