Takdir Yang Belum Berakhir S.2

Takdir Yang Belum Berakhir S.2
Kau Adalah Milikku!


__ADS_3

Pukul 5.50 pagi, Li Tian sudah bersiap dengan seragamnya. Ia menuruni tangga dengan cepat dan seperti biasa, ia melemparkan tasnya ke meja makan menimbulkan bunyi benturan resleting yang terdengar nyaring. Ia duduk dan mengambil roti yang sudah disiapkan untuknya. Ia menggigit ujungnya dan mengunyahnya perlahan. Tatapan matanya terlihat kosong dan mulutnya ikut berhenti mengunyah. Ada sesusatu yang mengganggu pikirannya. Pria bermata tajam itu pun menghela nafas panjang dan meletakkan kembali roti bekas gigitannya di piring. Tangan kirinya meraih dengan kasar gelas berisi susu putih dan meminumnya beberapa teguk kemudian meletakkannya kembali.


Tok tok tok


Li Tian mengetuk pintu kamar Lin Zi beberapa kali, namun ia tak mendapat jawaban. Ia pun membukanya dan mendapati kamar yang telah kosong.


"Bibi Tang!" panggil Li Tian pada wanita yang tengah membereskan meja makan. "Kemana Lin Zi?" sambung Li Tian setelah bibi Tang ada dihadapannya.


"Lin Zi langsung berangkat setelah menyiapkan sarapan" jawab bibi Tang dengan nada rendah.


***


Kringggg kringggg kringggg


Bel istirahat berbunyi. Sebagian siswa keluar dan pergi ke kantin dan sebagian lagi ada yang tetap dikelas memakan bekal makanan yang mereka bawa. Yaaahhh namanya juga sekolah elite, tentu saja bekal yang mereka bawa bukan bekal masakan rumah yang sederhana melainkan makanan makanan buatan chef ternama dengan harga yang menjulang. Tujuannya yaa buat pamer ke teman temannya.


"Lin Zi, makan ini" ucap Ming Yue seraya meletakkan sepotong daging dengan sumpitnya ke piring Lin Zi.


"Lin Zi? Apakah kau sedang ada masalah?" tambah Ming Yue menyadari gadis yang duduk didepannya hanya memandangi makanannya dengan tatapan kosong.


"Ming Yue..." Lin Zi ragu untuk melanjutkan perkataannya.


Apakah ia harus menceritakan tentang Jing Xuan? Apakah ia harus menceritakan tentang apa yang ia alami di kerajaan Jing? Apakah ia harus memberitahu tentang kemiripan Jing Xuan dan Li Tian? Ataukah ia harus bilang jika ia memiliki perasaan pada Li Tian meskipun sebenarnya ia sendiri masih belum yakin. Lin Zi kebingungan untuk mencari kata kata yang pas karena jika ia menceritakan itu semua, sahabatnya mungkin juga tidak akan percaya. Lebih baik untuk mengatakan perasaannya saat ini.


"Ming Yue... kurasa aku.."


Menyukai Li Tian- kata kata itu tak bisa keluar dari mulutnya. Ia tau sahabatnya menyukai pria yang sama meskipun ia sudah diberitahu jika itu bukan masalah. Hanya saja ia tetap tidak tega dam merasa jahat jika mengatakannya.


"Geser" ucap seorang pria yang berdiri disamping Ming Yue dengan membawa piring berisi makanannya.


"Li Tian" sapa Ming Yue dengan girang melihat pria yang disukainya mau duduk disampingnya.


Ming Yue pun bergeser tanpa ragu dan membiarkan Li Tian duduk didepan Lin Zi. Namun Lin Zi malah terlihat tidak senang. Gadis itu meletakkan sumpitnya dipiringnya dan berdiri.


"Duduk!" perintah Li Tian dengan ketus.


Ming Yue tampak bingung dengan apa yang dilihatnya. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka dan apa yang ingin dikatakan Lin Zi padanya tadi?

__ADS_1


"Lin Zi, ada apa?" tanya Ming Yue pada sahabatnya yang kini kehilangan moodnya.


"Duduk!" ulang Li Tian dengan nada keras membuat seluruh siswa yang tengah makan dikantin memandanginya.


"Kenapa? Kenapa aku harus menuruti kata katamu?" ucap Lin Zi membuka suara.


"Apakah begitu sulit untuk duduk dan makan bersama?" ucap Li Tian menurunkan nada bicaranya.


"Lin Zi, duduklah.. semuanya sedang melihat kita.." bujuk Ming Yue.


"Kau selalu melakukan dan mengatakan semuanya secara sepihak. Kau bahkan melarangku untuk berkencan. Apakah kau pernah bertanya pendapatku?" ucap Lin Zi dengan suara yang terdengar parau.


Beberapa siswa terlihat telah memegangi ponsel mereka dan merekam kejadian itu. Beberapa juga ada yang menayangkan live stream.


"Kenapa kau diam? Kau tidak bisa menjawabnya?" tambah Lin Zi ketika Li Tian masih memilih untuk bungkam.


"Lin Zi, sudah..." Ming Yue berjalan mendekati Lin Zi dan membujuknya untuk duduk, namun gadis itu masih tak bergeming.


"Karena kau adalah milikku!" ucap Li Tian membuat semua yang mendengarnya terkejut.


Beberapa orang yang tengah menonton live stream ikut terkejut dan meninggalkan banyak komentar.


-Apakah dia menyukai si pembantu?


-Hebat! Ini berita esklusif!


-Aaaahhh pangeranku sedang menyatakan perasaannya..


-Tidak mungkin dia ditolak kan?


-Siapa yang berani menolaknya?


"Milikmu? Kau pikir aku barang yang bisa kau miliki?" ucap Lin Zi.


"Sejak kau menyetujui kontrak denganku, aku menganggapmu sebagai milikku!"


"Aku menyetujui kontrak sebagai pelayanmu bukan berarti kau bisa bisa mengatur hidupku! Kau berhak menyuruhku melayani permintaanmu, tapi kau tidak berhak melarang keinginanku!"

__ADS_1


"Benarkah? Lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku menyukaimu?"


"Apa?"


"Bagimana jika aku menyukaimu?!" Li Tian berdiri dan meninggikan suaranya. "Jika aku menyukaimu, apa aku masih tidak berhak melarangmu berkencan dengan lelaki lain?!"


"Dasar gila!" gumam Lin Zi yang kemudian berlalu pergi.


Yaaahh itulah yang akan dikatakan seseorang jika tiba tiba mendapat pengakuan cinta tapi dengan cara yang tidak diinginkan. Banyak komentar pedas yang menyindir Lin Zi dibeberapa chanel live stream yang merekam kejadian di kantin itu. Lin Zi juga mendapat banyak pesan yang menghujatnya di akun wechat ataupun weibonya. Netizen memang selalu berkomentar tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya. Mereka selalu bertindak impulsif dan tidak memikirkan bagaimana perasaan orang yang duhujatnya. Bagi beberapa orang, makian mungkin tidak berarti. Tapi bagi beberapa orang lagi, makian mungkin sudah cukup untuk menghancurkan kehidupan mereka. Bully, adalah hal yang sering terjadi baik disekolah ataupun lingkungan kerja. Parahnya lagi, meskipun mereka tau mereka telah menyakiti seseorang, mereka masih merasa memiliki harga diri yang tinggi dan enggan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Hal sesederhana itu, tapi banyak orang yang tidak mampu untuk melakukannya.


"Lin Zi...." gumam Ming Yue seraya mengelus bahu Lin Zi yang sedang menangis sambil memegangi ponselnya.


"Ming Yue, maafkan aku.. aku.." ucap Lin Zi tersengal tangisnya.


"Tidak apa apa, tidak perlu cerita sekarang.. tenangkan dirimu dulu" ucap Ming Yue yang kini memeluk Lin Zi.


Bzzzrttt bzzzrttt bzzzrttt


Ponsel Lin Zi terus bergetar dan tanpa sengaja Ming Yue melihat tulisan yang tertera disana.


"Euuuuu mereka benar benar tidak tahu diri! Mereka pikir mereka yang paling benar?! Menulis komen seenaknya sendiri! Lin Zi bagaimana jika kita laporkan saja mereka biar tahu rasa!" ucap Ming Yue.


Lin Zi tidak menjawab dan Ming Yue terlihat tengah membuka ponselnya dan membalas beberapa komentar jahat di video live stream yang telah selesai itu.


"Euuhhh beraninya dia bilang Lin Zi murahan?! Dasar kau tidak tahu diri, memangnya kau merasa berharga hanya karena memiliki pacar?"


Ming Yue sibuk membalas komentar dengan menyuarakan apa yang diketiknya. Akhirnya ekspresi Ming Yue lah yang berhasil membuat Lin Zi kembali tertawa.


"Kau tertawa? Lin Zi apa kau baru saja tertawa? Aku sedang sibuk membalas mereka dan kau malah tertawa?"


"Ming Yue... terima kasih.... kau adalah sahabat terbaikku" ucap Lin Zi seraya memeluk sahabatnya.


"Tentu saja! Aku tahu kau tidak memiliki teman lain selain aku!"


Mereka pun kembali bercanda bersama melupakan kesedihan untuk sementara. Sangat menyenangkan untuk memiliki sahabat meskipun hanya satu orang. Saat kau merasa sulit, sahabatmu akan selalu ada. Meskipun tak bisa banyak membantu, setidaknya merekalah yang bisa membuatmu tersenyum kembali. Karena itu, sahabat itu sangat berharga dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jika kau memilikinya, pastikan untuk tidak menghianatinya. Karena perkataan mereka nantinya, bisa menjadi kata kata paling menyakitkan yang tidak pernah ingin kau dengar. Sebisa mungkin untuk saling membantu dan beranikan diri untuk meminta maaf lebih dulu jika terjadi kesalah pahaman. Meski kau tidak bersalah sekalipun, jangan sampai keegoisanmu menghancurkan sebuah hubungan.


●●●~~●●●

__ADS_1


Tbc-


__ADS_2