Takdirku Menjadi Mafia Girl

Takdirku Menjadi Mafia Girl
Kejujuran Alexander


__ADS_3

"Aku akan beritahu putriku soal ini dan semoga saja dia tidak menangis mendengar kenyataan ini,dan rencana ke singapura akan segera aku lakukan setelah memberitahu putriku" Bathin Alexander dengan melamun.


Setelah sekian lama dia melamun dengan memegang tangan istri nya,Alexander terkejut karena tangan istrinya bergerak dan segera memanggil dokter.


"Dok...Dokterr tangan istri saya sudah bergerak,cepatlah kemari!!!" Teriak Alexander di ruangan tersebut.


Kemudian datanglah dokter dengan sigap saat alexander tengah memanggilnya karena ia tahu kalau tidak memenuhi panggilan tersebut maka rumah sakit menjadi ancaman nya.


"Baik Tuan,Silahkan anda menyingkir sebentar" Ucap sang dokter dengan lembut alias takut😅


"Baik lakukan yang terbaik untuk istri saya,kalau tidak AKAN AKU RATAKAN RUMAH SAKIT INI DENGAN TANAH!!!" Jawab alexander dengan penuh penekanan.


"Haduhh baru saja itu kata² aku pikirkan dari tadi ternyata lolos juga dari mulut Tuan Alexander" Bathin Dokter tersebut.


Setelah diperiksa keadaan Risa oleh dokter tadi,dengan wajah panik Alexander bertanya pada dokter tersebut.


"Heii lama sekali sihh dok, tinggal periksa saja lama nya nggk ada obat" Omel alexander pada dokter tersebut.


"Tuan ini pikir memeriksa penyakit itu cuma di tekan² aja stetoskop nya" Gerutu sang dokter dalam hati melihat tingkah Alexander.

__ADS_1


"Baik Nyonya risa harus segera dibawa ke rumah sakit di Singapura supaya mendapatkan mendapatkan perawatan lebih lanjut disana" Ucap dokter tersebut.


disisi lain ternyata Elisa sepulang sekolah langsung menuju rumah sakit karena ia ingin menjenguk mama nya yang sedang terbaring di brankar rumah sakit,ia ternyata tidak jadi masuk karena sang dokter masih berada diruangan tersebut.


Didepan pintu ruangan sang mamanya dia mendengarkan apa yang dibicarakan dokter itu.


"Tidak...tidak...mama hanya kelelahan saja tidak mungkin sampai dibawa ke Singapura" Ucap Elisa tidak percaya kalau mamanya tengah sakit keras.


"Aku harus tanyakan pada Papa bahwa sebenarnya Mama sakit apa" Lanjutnya berdialog sendiri.


Disisi lain...


"Baiklah,saya kembali ke ruangan saya dulu" Pamit sang dokter.


Setelah kepergian sang dokter,tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.


"Elisa" Gumam Alexander.


"Pa,sebenarnya mama sakit apa?jawab jujur?kenapa mama sampai harus dibawa ke Singapura?jujur pa!!!" Ucap elisa dengan terisak tangisan.

__ADS_1


"Baiklah Papa akan jujur,tapi kamu harus kuat yah?!" Jawab Alexander.


Dengan menghela nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya alexander pun mulai mengatakan apa yang terjadi oleh mama putrinya.


"Berarti selama ini mama sakit kepala dan mimisan dia tidak menyadari bahwa dirinya sakit parah?"


"Iyh,dan mama mu tidak boleh stress karena penyakit ini bisa menyangkut nyawa mama mu putriku sayang" Tutur Alexander pada putrinya.


"Pa bagaimana kalau mama meninggalkan ku?aku tidak mau di tinggal mama,aku butuh sosok ibu" Ucap elisa sambil terisak nangis.


"Sabar sayang...semoga mamamu bisa bertahan dalam penyakit ini" Jawab alexander dengan meraih tangan anknya.


"Sekarang kita doakan yang terbaik untuk mama mu yah sayang" Ucap Alexander dengan memaksa senyum.


"Baiklah pa,aku akan terus berdoa demi kesembuhan mama" Jawab elisa lebih tenang dari yang tadi.


"Pa kapan kalian berangkat ke Singapura?" Tanya elisa ke papahnya.


"Secepatnya nak. lebih cepat lebih baik untuk kesembuhan mama mu" Jawab papa nya.

__ADS_1


"Baiklah".


__ADS_2