Takdirku Menjadi Mafia Girl

Takdirku Menjadi Mafia Girl
Kabar buruk


__ADS_3

Tutt


Sambungan telpon terputus


Setelah mendapat telpon dari sahabatnya,Elisa kemudian menenangkan pikiran nya sebentar dengan menyeduh teh hijau dan kemudian kembali ke ruang tamu dan menunggu telpon dari Papa nya.


"Huhh sedikit adem pikiran gw" Ucap elisa sambil menyeruput teh hijau nya.


 ---------------------------------------------------------------------------------


General Hospital(Rumah sakit terkenal di Singapura)


Seorang berbadan tegap dan dengan perasaan cemas di raut wajah nya, berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD


Yapp orang itu adalah Alexander.


Dia sedang menunggu istrinya yang sedang dalam ruang UGD untuk penanganan lebih lanjut lagi sesuai saran dokter di rumah sakit di Indonesia.


Setelah menunggu 1 jam lamanya,Kini sang dokter keluar dari ruang UGD.


"How is my wife doctor?"


(Bagaimana keadaan istri saya dokter?) Tanya Alexander pada sang dokter


"You see, sir, your wife's condition is getting worse because the disease has started to spread to her blood cells, where her brain cancer is now in stage three"


(Begini tuan,keadaan istri anda semakin memburuk karena penyakitnya mulai merambat pada sel darah nya yang dimana kanker otak nya sekarang berada di stadium tiga) Ujar sang dokter dengan sebuah penjelasan.


"What?!!" (Apa?!!) Jawab Alexander terkejut.


"Your wife should immediately get further treatment or chemotherapy with the aim of slowing the spread of the disease in your wife's blood cells, sir"


(Sebaiknya istri segera mendapatkan pengobatan lanjutan atau kemoterapi dengan tujuan memperlambat penyebaran penyakit pada sel darah istri tuan) Ucap sang dokter


"Well do what's best for my wife doctor"

__ADS_1


(Baiklah lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter) Jawab Alexander


"Sebaiknya aku beritahu Elisa takut dia khawatir karena dari setibanya aku di rumah sakit belum menelpon dia" Gumam alexander.


"Apa elisa 3× telpon tak terjawab?" Bathin Alexander terkejut karena putrinya menelpon dia tp tidak terjawab.


Drtt Drttt Drtt


Suara panggilan terhubung Alexander ke putri nya.


"Ayo sayang angkat telpon Papa,ini penting!!" Gumam Alexander menelpon putrinya.


Kringg Tutt (Anggap aja yah ini suara panggilan sudah terhubung 😅)


"Halo Pa?Ada apa?Bagaimana kondisi mama sekarang?apa sudah membaik?" Tanya beruntun elisa diseberang telpon.


"Kamu harus sabar yah,sekarang kondisi ma-" Belum sempat alexander bicara sudah dipotong oleh putrinya.


"Ada apa Pa?Kenapa mama?Mama baik-baik saja kan?" Tanya elisa khawatir.


"Mama kamu sekarang makin parah,dia sekarang sudah mengalami kanker otak stadium 3 sayang" Jawab Alexander menahan air mata nya keluar.


"Terus gimana pa?aku nggk mau kehilangan mama hiks...hiks...hiks..." Ucapnya lagi sambil menangis.


"Kamu yang tenang sayang,Kamu bantu doa disana yah" Jawab Alexander


"Mama kamu pasti baik-baik saja yah dan dia sekarang akan menjalani kemoterapi untuk memperlambat proses penyebaran kanker otak nya di sel darah" Jawabnya lagi.


"Bukannya kemoterapi biasanya banyak efek samping nya Pa?" Tanya elisa pada Papa nya


"Iyh Papa tau itu El,Tapi mau bagaimana lagi hanya ini jalan satu-satunya untuk penyembuhan Mama kamu" Jawab Alexander.


"Okeh Baiklah,Pa elisa hanya bisa bantu doa disini untuk kesembuhan mama" Ucap Elisa


"Iyh sayang,Kamu hati-hati yah disana dan jangan keluar mansion jika tidak ada keperluan tapi jika ada keperluan kamu harus dikawal orang suruhan Papa yah sayang" Ucap Alexander dan memberi nasehat pada Putrinya.

__ADS_1


"Baiklah Pa,El nggk kemana-mana selain pergi sekolah" Jawab Elisa pada Papa nya.


"Eummm Pa?Apa elisa boleh ke rumah kakek Lim? Elisa janji nggk akan belajar beladiri kepada kakek elisa hanya temu kangen sama kakek boleh?boleh yah pa?" Ucap elisa meminta izin ke papa nya untuk berkunjung ke rumah kakek Lim.


Alexander menghela nafas panjang dan membuang nya kasar.


"Huftt Baiklah Papa mengizinkan tapi hanya sekedar berkunjung tidak lebih dari itu!" Jawab Alexander penuh penekanan.


"Siapp Bos" Jawabnya girang.


"Yaudah Papa tutup dulu telpon nya yah karena papa ingin memantau keadaan mama kamu,Bye putri Papa Sayang" Ucap Alexander


"Bye Papa,Semoga Mama sehat selalu disana dan cepat pulang ke Indonesia dengan sehat bugar" Jawab Elisa penuh percaya diri mama nya pasti sembuh.


Tutt


Panggilan telepon berakhir antara Alexander dan putrinya.


.


.


.


.


~Haii readers!!! Tolong bantu support aku yah untuk terus melanjutkan cerita "Takdirku menjadi mafia girl" ini Jangan Lupa yah untuk


👇


Vote


Like


Komen

__ADS_1


dan jangan lupa beri hadiah...


~HAPPY READING ✨


__ADS_2