Takdirku Menjadi Mafia Girl

Takdirku Menjadi Mafia Girl
Ini semua tidak mungkin


__ADS_3

bagai disambar petir di siang bolong dan elisa tak percaya akan hal ini membuat Elisa langsung saja pingsan sebelum memmatikan ponsel nya.


"Ha-halo elisa?sayang?nak?" tanya Alexander panik dari sebrang sana.


Dan di saat Elisa pingsan dia hanya seorang diri di ruang tamu mansion kakeknya,tetapi setelah 10 menit ia masih pingsan telpon dari papa nya belum teroutus sama sekali dan bibi ART mansion kakeknya terkejut dan berteriak saat melihat nona muda nya pingsan.


"Ya ampun nona muda" Ucap bibi ART tadi sembari menghampiri elisa yang tengah pingsan.


"Non,bangun non,non elisa??" Tanya bibi ART sembari menepuk pipi elisa.


"Apa nona muda pingsan?tapi apa penyebabnya?" Tanya nya sendiri


"Ehh?kok hp non elisa hidup dan seperti nya sedang terhubung ke seseorang?" Ucap bibi ART sembari mengambil hp nona muda nya.


"Tuan Alexander?ini sebenarnya ada apa?kenapa nona muda sampai pingsan?" Gumam bibi ART sembari memberanikan bicara kepada Alexander.


"Ha-halo?Tuan Alexander?" Ucap bibi ART tadi mulai angkat bicara.


"Halo,ini siapa yah?dan dimana putriku?kenapa yg meneruskan panggilan orang lain?" Jawab Alexander yang masih dengan suara serak khas setelah menangis.


"Ini Tuan saya bibi ART di mansion Tuan besar Lim dan ini saya menemukan hp nona muda di dekat nona muda pingsan,ini sebenarnya ada apa yah tuan Alexander? Jelas bibi ART dan menanyakan apa yg terjadi.


"APAA?? ELISA PINGSAN??" tanya Alexander dan ia pun menangis lagi.


"Eh tu-tuan?kenapa anda menangis?"Tanya bibi ART


"Bi, to-tolong berikan telpon nya kepada Tuan besar saya ingin berbicara dengan beliau" Perintah Alexander kepada bibi ART tadi.


"Ba-baik tu-tuan" Jawab bibi ART sembari berlari menuju kamar Tuan besar nya.


"Tuan besar,tolong buka pintu nya!ini ada telpon dari Tuan Alexander" Ucap bibi ART menggedor pintu kamar Tuan besar.


Setelah menunggu 5 menit akhirnya kakek Lim keluar dari kamar nya dan dibuat bingung kenapa menantunya menelpon dia dan itu pun memakai Hp Elisa.


"Tu-tuan non-nona pingsan di ruang tamu" ucap bibi ART pada kakek Lim.

__ADS_1


"APAA?? PINGSAN? BAGAIMANA BISA PINGSAN? BI TOLONG SEGERA BAWA ELISA KE KAMAR NYA DAN BERI DIA MINYAK ANGIN!!! CEPATT!!" perintah kakek lim pada bibi ART tadi.


"Baik Tuan besar"


Setelah bibi ART tadi pergi dan diberi perintah untuk mengurus elisa yang tengah pingsan sedangkan kakek Lim mulai berbicara kepada Alexander.


"Halo?Ada apa menelpon ku?" Tanya kakek Lim pada Alexander.


"Halo Pa, Pa maaf sebelumnya-" Jawab Alexander tetapi terpotong karena kakek Lim bertanya.


"Ada apa?tumben kau minta maaf padaku?" Tanya kakek Lim.


"Pa, Risa sudah tenang disana dan sekarang Alexander mengurus kepulangan jenazah nya ke Indonesia" Ujar Alexander membuat kakek Lim mendadak syok dan untungnya dia tidak pingsan.


"APAA???PUTRIKU RISA!! INI SEMUA TIDAK MUNGKIN,PASTI KAU BOHONG KAN ALEXANDER?


???!!!" Jawab kakek Lim sembari membentak alexander dan tidak percaya kalau Risa telah pulang kepada Pencipta.


"Papa yang sabar Pa,bukan cuma Papa yang kehilangan aku pun sangat kehilangan Risa apalagi Elisa,dia sudah tidak bisa merasakan kasih sayang mama nya" Ucap Alexander dengan nada sehabis nangis.


Setelah 25 menit Elisa pingsan akhirnya dia siuman dan kembali menangis karena kepergian mama nya.


"Aaaaa....Mamaaaa....nggk...mama nggk mungkin mati...Aaaa....Mama" Jerit Elisa setelah siuman dari pingsan.


Suara teriakan elisa membuat bibi ART panik dan bingung karena nona muda nya menangis histeris.


"Non,non muda harus sabar dan ikhlas yah?nanti mama non pasti akan sedih kalau melihat non menangis seperti ini" Ucap bibi ART menenangkan nkna muda nya.


"Bi,mama akan sedih?" Tanya elisa kembali tenang.


"Iyh non,kata orang jaman dulu kalau ada orang yang meninggal kita tidak boleh menangis nanti akan membuat orang yg meninggal itu ikut menangis" Ujar Bibi ART dengan berharap membuat Elisa tenang.


Bukan malah tenang malah elisa berteriak histeris lagi dan mengira mama nya sudah ada di mansion Alexander.


(Aduhh kasihan banget Elisa,pasti dia sangat tertekan karena mama nya meninggal😢)

__ADS_1


"Mamaaaa....Oh pasti mama sudah sembuh dan sekarang di mansion Papa,Yah aku harus kesana dan memeluk mama,aku rindu dengannya" setelah memanggil mama nya dengan berteriak kemudian ia menyimpulkan sendiri bahwa mama nya pulang dalam keadaan selamat dan ia segera bangkit dari duduknya dan berlari menuju pintu utama.


"Maaa... I'm comiiing" teriak elisa bersemangat.


Kakek lim yang tengah masih menenangkan pikiran nya melihat cucu nya berlari menuju pintu utama pun terkejut dan segera ia hadang.


"Elisaaa...kemari sayang...kamu harus ikhlas sayang" Ucap Kakek Lim sembari menangis.


Setekah mendengar suara kakek nya, Elisa pun berhenti dan kembali menangis dan berteriak histeris lagi.


"Nggak...mama nggk mungkin ninggalin Lisa...Mamaaa...Aaaaa...." Teriak Elisa dan ia menangis.


Tiba-tiba Elisa jatuh pingsan lagi dan segera di angkat menuju kamar oleh Kakeknya.


.


.


.


.


~Haii readers!!! Tolong bantu support aku yah untuk terus melanjutkan cerita "Takdirku menjadi mafia girl" ini Jangan Lupa yah untuk


👇


Vote


Like


Komen


dan jangan lupa beri hadiah...


~HAPPY READING ✨

__ADS_1


__ADS_2