TALES OF RUNETERRA: IONIA

TALES OF RUNETERRA: IONIA
SYNDRA THE DARK SOVEREIGN


__ADS_3

Potensiku tak mengenal batas. Aku tak akan bisa dibelenggu.


Syndra adalah penyihir pemberani dari Ionia dengan kekuatan luar biasa yang dikuasainya. Saat masih anak-anak, dia mengejutkan tetua desa dengan sihir liarnya yang ceroboh. Dia dikirim untuk belajar cara menguasainya, tapi suatu saat dia mengetahui gurunya tersebut menahan kekuatannya. Merasa dikhianati dan disakiti dia melepaskan bola energi kegelapan, Syndra bersumpah akan menghancurkan siapa saja yang mencoba mengendalikan dirinya.


...SYNDRA...


...THE DARK SOVEREIGN...


Sebagai anak muda kelahiran Navori, perhatian Syndra mudah teralihkan. Dia seringkali tersesat di keindahan sihir kolam yang terhalang bayangan, atau jejak kumbang gula yang memanjat dinding. Setiap kali tugas rumahnya tidak terselesaikan, dia dimarahi ibunya akibat kurangnya fokus yang dia miliki. Syndra bahkan disalahkan ketika susu mereka menjadi basi, atau ketika kemalangan lain menimpa keluarganya.


Kakaknya laki-lakinya, Evard, paling sering menggodanya. Syndra seringkali melarikan diri ke tempat persembunyian favoritnya—the ghost-willow, pohon suci bagi warga desanya. Sendirian di sana, dia berbisik pada pohon itu selama berjam-jam lamanya, mencari ketenangan. Tanpa sepengetahuannya, di suatu malam yang hangat, Evard dan teman-temannya mengikutinya secara diam-diam. Mereka menertawakan air mata kekanak-kanakannya. Rasa malu dan amarahnya tumbuh saat dia mencoba mengabaikan hinaan mereka, hingga suatu hari satu di antara mereka melempar gumpalan tanah ke arah kepalanya.

__ADS_1


Syndra tak lagi mampu mengontrol emosinya. Seluruh amarahnya meledak, dalam wujud bola gelap yang menyala, berat dengan amarah besarnya.


Kemampuan sihir tersebut telah tertidur hingga saat itu. Bola itu menyala dengan kekuatan yang tidak stabil, bola itu menyerah sihir di sekelilingnya, menyerap inti kehidupan ghost-willow. Evard dan teman-temannya melarikan diri saat pohon kuno itu mengering, dan menghitam.


Merasa takut melihat kondisi ghost-willow, warga desa khawatir hubungan mereka dengan Spirit of Ionia telah terputus, dan keluarga Syndra disalahkan. Terpaksa harus pergi mencari rumah baru, semua merasa takut dengan sihirnya.


Setelah berjalan selama berbulan-bulan, mereka tiba di pantai dan menemui pendeta pertapa bernama Konigen. Dia menceritakan rumahnya di pulau Fae’lor, di mana dia berpikir adalah tempat mereka yang ingin mempelajari sihir liar, dan keluarga Syndra tak mengetahui pilihan lain—mungkin dia mampu melakukan yang tak mampu mereka lakukan. Syndra muda mendaki tebing terjal kuil itu, yang ditempa di zaman dahulu dari batuan hitam, dan menghadap ke laut. Meski merindukan kehidupan lamanya, dia mencoba menerima ajaran gurunya, dan mengupayakan seluruh tekadnya pada emosinya.


Syndra merasa lebih dikhianati dari sebelumnya. Konigen berusaha menenangkannya, tapi hal itu malah memperkuat amarahnya… di saat itu, fokusnya telah hilang.


Fondasi kuil itu bergetar. Cahaya pagi itu terlihat pucat. Syndra melayang dari lantai, saat amarah memuncak dari dalam tubuhnya. Dia mengambil bola kegelapan dari udara, dan melemparnya menembus tubuh gurunya, memaksanya merasakan seluruh amarahnya saat dia meninggal dunia.

__ADS_1


Atapnya runtuh, reruntuhan berjatuhan, mengubur taman suci itu dengan debu. Syndra mengarahkan kekuatannya pada apa saja yang tersisa dari kuil itu, mengirim gelombang kejut di seluruh Fae’lor, dan menyerap sihir mentah dari pulau itu.


Tak pernah terjadi sebelumnya energi negatif sebesar itu terkumpul dalam satu tempat, dan Spirit of Ionia yang membengkak di tempat itu melawannya. Lempengan tanah di bawah Syndra terbuka, menyeretnya ke bawah tanah yang dalam—akar-akar menariknya ke dalam air hidup untuk menahan kekuatannya, dan memenjarakannya dalam kondisi tidur ajaib.


Syndra bermimpi untuk selama-lamanya. Sebagian besar dunia melupakan keberadaannya.


Perang melawan kerajaan Noxus membagi kaum Ionia, dan Syndra dibangunkan oleh mereka yang dahulu menjaga Fae’lor. Banyak yang datang untuk membunuhnya, dan banyak yang berharap dia akan membantunya dalam perlawanan melawan Noxus, tapi dia melepaskan kehancuran pada mereka. Dia menolak menjadi pion dalam permainan orang lain. Dia merubuhkan dinding benteng yang dibangun di atas pulau penjaranya, dia membangkitkan menara terbesar ke langit untuk membawanya menjauh.


Dia tak mau dikendalikan. Tidak lagi.


***

__ADS_1


__ADS_2