TALES OF RUNETERRA: IONIA

TALES OF RUNETERRA: IONIA
XAYAH THE REBEL


__ADS_3

“Pernah ditusuk oleh sebuah bulu?”


Mematikan dan tepat sasaran, Xayah adalah pejuang revolusioner vastaya yang menjalankan perang pribadi demi kaumnya. Dia menggunakan kecepatan, kegesitan, dan pisau bulunya yang sangat tajam untuk memotong siapa pun yang menghalangi jalannya. Xayah bertarung bersama rekan dan kekasihnya, Rakan, untuk melindungi sukunya yang tinggal sedikit, dan ingin mengembalikan kejayaan rasnya seperti dahulu.


...XAYAH...


...THE REBEL...


Mematikan dan tangkas, Xayah adalah bangsa Vastaya yang rela mendeklarasikan perang untuk melindungi orang-orangnya. Dia menggunakan kecepatan, tipu muslihat, dan bulu setajam pedang untuk memotong siapa pun yang menghalangi jalannya. Xayah bertarung bersama rekan dan juga kekasihnya, Rakan, untuk melindungi semua bangsanya, dan mengembalikan ras mereka kembali ke kejayaan.

__ADS_1


Ketika masih kecil dulu, Xayah sangat senang mendengarkan ayahnya mendendangkan cerita tentang pahlawan-pahlawan Vastaya. Iramanya begitu merekat di kepalanya sampai saat ini, seperti roh halus yang berkeliaran di alam dunia fisik ini. Tapi seiring dengan munculnya generasi baru, manusia datang dan muncul sebagai tuan tanah, menciptakan jarak, serta membawa kekacauan pada Ionia demi tujuan mereka sendiri. Tidak ingin melihat bangsanya punah begitu saja, Xayah tidak ingin menerima saja takdirnya dan mencoba untuk melawan manusia.


Dia berkelana dari desa ke desa di luar dari tempat tinggalnya dan belajar tentang dunia luar. Sekelompok orang-orang yang kelaparan pernah mencoba untuk merampoknya, beberapa di antara mereka ingin mencuri bulu yang dimiliki Xayah sebagai sebuah harta yang bisa mereka jual. Sisanya merasa takut dengan penampilannya yang aneh. Tak mau membuang waktu, Xayah memberikan mereka pelajaran dengan cara menghabisi mereka tanpa ampun.


Kecewa dengan apa yang dia temukan di luar sana, dia terus mencari bangsanya, terutama ayahnya, yang telah menghilang tanpa jejak. Kuil besar Vastaya telah diliputi oleh kekuatan sihir kegelapan yang tidak biasa, membuka sebuah gerbang penghubung dengan dunia roh. Xayah menghancurkan kuil itu untuk melenyapkan sihir itu. Di saat yang sama, sihir kemudian tersebar ke seluruh daratan. Pemandangannya begitu indah, tapi Xayah tetap belum bisa menemukan bangsanya.


Setelah bertahun-tahun masuk keluar desa, dan menyisakan banyak jasad setelah dia pergi, akhirnya orang-orang mulai menjulukinya sebagai “The Violet Raven.” Dia tinggal sendirian, hanya fokus untuk satu misi, dan langkah yang dia ambil adalah untuk kebebasan bangsanya.


Xayah mengabaikan apa yang baru saja dia lihat tadi dan berniat untuk meneruskan misinya. Setelah semuanya selesai, Xayah bisa dengan mudah melarikan diri berkat keramaian yang dibuat oleh orang bernama Rakan itu.

__ADS_1


Meskipun di dalam hatinya tidak pernah terpikir untuk bertemu dengan Rakan lagi, Xayah ternyata tidak pernah berhenti memikirkan sosoknya. Rasanya aneh dan begitu rumit; seperti sebuah cahaya yang begitu menghangatkan jiwanya.


Setelah meninggalkan kota itu, Xayah masih terus dihantui oleh perasaan itu. Sampai-sampai dia dijebak oleh para pedagang yang ingin menjarahnya. Dia mengharapkan sebuah pertarungan, dan tentu saja sangat ingin menumpahkan darah dengan bulunya. Sepertinya pertarungan akan menjadi sebuah obat tersendiri untuk perasaannya.


Itulah saat ketika Rakan membuat datang.


Xayah memaksa bahwa dia tidak butuh bantuan siapapun, bahkan dari seorang bangsa Vastaya lainnya. Rakan juga tidak mau kalah memaksa. Dia beralasan bahwa dia hanya tidak ingin ketinggalan pesta. Dari pertarungan itu, terlihat bahwa cara bertarung Rakan sangatlah aneh, tapi tetap efektif. Mereka berdua melompat ke sana kemari begitu lincahnya, membentuk pasangan yang sangat serasi. Satu perlindungan yang diberikan oleh Rakan memberikan Xayah ruang untuk menghabisi musuhnya.


Meski selalu diprotes oleh Xayah, Rakan terus mengikutinya. Perlahan, Xayah mulai menerima keberadaan Rakan, dan dari sana, Xayah tidak pernah merasakan kesendirian lagi, Sejak saat itu, mereka tak perpisahkan. Xayah sudah mulai terbiasa dengan gerakan tarian indah yang dipraktekkan oleh Rakan sebagai sebuah pengalihan. Dari sana, Xayah akan menyelesaikan apa yang telah Rakan mulai. Bersama-sama, mereka bertarung untuk memerangi sihir jahat yang ada di Ionia, dan tentunya membawa Vastaya kembali bangkit lagi.

__ADS_1


***


__ADS_2