TALES OF RUNETERRA: IONIA

TALES OF RUNETERRA: IONIA
IRELIA THE BLADE DANCER


__ADS_3

Bahkan saat masih kecil, Xan Irelia terpesona oleh keanggunan dan kecantikan gerakan manusia. Dengan bimbingan neneknya, dia mempelajari tarian tradisional khas provinsinya—meski dia merasa ragu dengan hubungan mistis mereka dengan Spirit of Ionia, kecintaan Irelia akan tarian sungguh nyata. Karena ingin menguasai seni tersebut, dia kemudian meninggalkan rumahnya untuk belajar dengan beberapa penari Ionia yang paling dihormati di Placidium of Navori.


Suku Irelia adalah orang-orang yang cinta damai dan menginginkan keharmonisan di antara sesama, tapi rumor adanya invasi asing yang terlihat dari tepi pantai mengusik banyak orang di Placidium. Irelia kembali ke desanya yang ternyata sudah dikuasai, oleh para pasukan Noxus yang mengenakan helm baja yang mendorong penduduk tak bersenjata di jalanan dengan bagian belakang tombaknya. Admiral Noxus, Duqal, telah mengepung desa Xan untuk mengumpulkan petinggi pasukannya.


Kakak dan ayah Irelia telah melancarkan protes; kini seluruh keluarganya terbaring di dalam makam tak bertanda di taman.


Hancur akibat duka, gadis muda itu melihat anak buah Duqal menjarah barang berharga dari rumahnya. di antara barang jarahan itu terdapat lambang logam besar, yang menyimbolkan keluarga Xan. Irelia bergegas mendekatinya, lalu merebutnya dari tangan pasukan Noxus. Sang admiral sendiri menjatuhkannya ke tanah, dan memerintahkan pasukannya untuk memecahkan simbol itu dengan palu besar, lalu memerintahkannya untuk menggali makam baru untuk anak itu.

__ADS_1


Saat mereka mengepungnya, Irelia memalingkan matanya, melihat ke arah simbol keluarga Xan yang pecah berserakan di tanah. Dari dalam jiwanya, dia merasakan ritme aneh mulai terdengar. Pecahan logam itu mulai bergetar, berputar, dan bergerak sendiri, dan Irelia merasakan sukacita tarian kuno itu sekali lagi...


Dengan sapuan tangannya, dia menerbangkan pecahan logam itu seperti pisau yang terlempar, hingga menembus dua orang Noxus itu. Ketika Duqal dan petingginya kaget, Irelia merebut pecahan simbolnya dan melarikan diri ke desa.


di hutan sepi, Irelia berduka atas keluarganya, dan mengingat kembali ajaran neneknya. Dia menyadari teknik yang dia pelajari bukan tarian biasa—itu adalah ekspresi sesuatu yang lebih hebat.


Penjajahan Noxus mulai menguji kedamaian First Lands yang rapuh. Konon sang pemimpin relijius Karma sendiri terpaksa menyerang balik para penjajah dengan sihir yang mematikan, tapi pengikutnya kini telah mundur ke Lasting Altar dan tidak akan melakukan kekerasan lagi. di Navori, suara-suara perselisihan mulai bersatu. Sebuah pasukan pemberontak terbentuk, pasukan yang tidak akan berhenti hingga Ionia merdeka lagi. Irelia bergabung dengan mereka, dia menampilkan tarian tercintanya pada mereka di kemah di tengah hutan, untuk melestarikan budaya mereka yang telah hilang.

__ADS_1


Tapi Noxus sangat memahami simbolisasi tempat-tempat itu. Jendral licik bernama Jericho Swain mengepung Placidium dan menyandera penjaganya, dengan tujuan untuk menjebak pasukan bantuan yang datang.


Di saat itulah Irelia menyambut takdirnya. Terbebas dari ikatannya, dia melepaskan potensi penuh tarian pisau-pisau kuno, melepaskan keanggunan yang luar biasa. Lusinan pasukan veteran Swain tumbang, sambil memisahkan pasukan mereka dengan para sandera yang kemudian bergabung dengannya, sebelum menyerang jendral itu sendiri—pemandangan gadis itu mengangkat tangan jendral itu di atas kepalanya adalah titik balik perang itu.


Kemenangan itu, Kemenangan besar di Navori, memastikan semua orang di Ionia mengenal nama Xan Irelia, dan menganggapnya sebagai pemimpin. Dengan sedikit keraguan, dia memimpin pemberontakan selama hampir tiga tahun daram pertarungan yang melelahkan sebelum mendapat kemenangannya di Dalu Bay. Di sana, dia akhirnya berhasil menyudutkan dan mengalahkan Admiral Duqal, dan membalaskan dendam yang dia cari-cari sejak lama.


Meski perang itu telah lama usai, Ionia telah berubah karenanya. The First Lands kini terbagi, dengan faksi berbeda yang saling bertarung hampir sama sengitnya seperti saat melawan Noxus. Banyak yang kembali mencari Irelia untuk mendapatkan jawaban, meski banyak yang menerima kekuatan sebesar itu, Irelia masih merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Di dalam hatinya, dia masih rindu menari sendirian.


***


__ADS_2