Teleportation Spirit And Isekai World

Teleportation Spirit And Isekai World
BAB 3 : Profesi Keahlian


__ADS_3

ARC 2 : Magical Academy


Pada Saat Sampai Di Depan Gerbang Asrama, Zen Langsung Berfikir Untuk Menemui Rio Dan Bertanya Soal Profesi Keahlian, Dia Pun Menuju Ke Kamar Nomor 201 Untuk Menemui Rio.


"Permisi!!! Rio!! Apa Kau Di Dalam?" {Zen}


Rio Pun Membuka Pintunya,


"Zen?? Ayo Masuk!! Masuk!!" {Rio}


Zen pun Masuk Ke dalam Asrama Rio Dan Bertanya Soal Profesi.


"Rio!!! Apa Kah Kau Tahu, Tentang Profesi Keahlian?" {Zen}


Rio Pun Menjawabnya.


"Tentu Saja Aku Tahu!!!" {Rio}


"Kalau Begitu!! Profesi Apa Yang Kau Ambil?" {Zen}


"Aku Mengambil Profesi Kesatria Dan Paladin!!" {Rio}


"Kau Mengambil Dua Profesi Sekaligus!!!" {Zen}


"Yap!! Benar Sekali!!" {Rio}


"Keren!!!" {Zen}


"Memangnya Profesi Apa Yang Akan Kau Ambil??" {Rio}


"Itu Dia Masalahnya!! Aku Masih Bingung!! Aku Harus Ambil Profesi Apa!! Apa Kau Memiliki Saran?" {Zen}


"Emm!! Kau Lebih Suka Pertarungan Jarak Dekat Atau jauh?" {Rio}


"Aku Lebih Suka Jarak Jauh!! Karena Aku Tidak Begitu Pandai Menggunakan Pedang!!" {Zen}


"Berarti Kau Bisa Menggunakan Panah?" {Rio}


"Aku Bisa Sedikit Sii!!" {Zen}


"Kalau Begitu Ambil Profesi Panah Saja!!" {Rio}


"Sepertinya Kurang Menarik!!" {Zen}


"Oh Yaa!! Pada Saat Kau Bertarung Kau Lebih Cenderung Memakai Apa?" {Rio}


"Saat Aku Masih Menjadi Petualang, Aku Sering Menggunakan Tongkat Sihir!!" {Zen}


"Tepat Sekali!! Aku Menyarankanmu Untuk Mengambil Profesi Penyihir!!" {Rio}


"Penyihir yah? Sepertinya Menarik Aku Akan Mengambil Profesi Penyihir!!" {Zen}


Akhirnya Zen Memutuskan Untuk Memilih Profesi Menjadi Penyihir Atas Saran Dari Rio, Setelah Mengobrol Bersama Rio Diapun Kembali Ke Kamarnya Untuk Tidur.


Pagi Hari Pun Tiba.


Zen Langsung Bersiap Menuju Akademi.


Sesampainya Di Sana Zen Langsung Di Sambut Oleh Temannya, Disana Dia Langsung Ditanya Oleh Temannya Mengenai Profesi Apa Yang Dia Pilih.


"Oyy Zen!! Ngomong-Ngomong Profesi Apa Yang Kau Ambil?" {Zora}


Zen Pun Menjawabnya.


"Profesi Yang Ku Ambil Eeee....,Rahasia!!!" {Zen}

__ADS_1


"Dasar Kau Ini!!!" {Zora}


"Zora!! Memangnya Kau Pilih Profesi Apa?" {Lucy}


"Aku Mengambil Profesi Sebagai Pengintai!!!" {Zora}


"Apa Kau Yakin!! Memilih Profesi Pengintai?" {Ryuma}


"Tentu Saja!!!" {Zora}


Pada Saat Mereka Berbincang, Tiba-Tiba Pak Kizaru Datang Dan Menyuruh Semua Siswa Menuju Ruangan Pengambilan Profesi.


Semua Siswa Pun Pergi Ke Ruangan Itu, Sesampainya Disana Zen Melihat Ada Enam Ruangan, Ruangan Itu Di Sebut, Ruangan Profesi, Zen Pun Memasuki Ruangan Profesi Penyihir, Teman-Teman Nya Pun Memilih Ruangan Yang Dia Tuju, Zora Memasuki Ruangan Pengintai, Lucy Memasuki Ruangan Kesatria, Dan Ryuma Memasuki Ruangan Paladin.


Saat Zen Memasuki Ruangan Itu, ia Melihat Arima Seizawa, Dia Adalah Seorang Siswa Terbaik Di Angkatan Yang Sekarang, Dia Adalah Anggota Kelompok Demon Hunter.


Tiba-Tiba Guru Keahlian Penyihir Datang.


" Selamat Datang Di Kelas Penyihir!!" {Pak Gilbert}


Guru Kelas Penyihir Bernama Gilbert, Dia Dulunya Adalah Penyihir Tingkat Atas Yang Berhasil Menyelamatkan Kotanya Dari Serangan Para Bangsa Orc, Dia Juga Di Juluki Sebagai Heroes Of Glasier Karena Elemen Yang Dia Miliki Adalah Tanah Dan Es.


Baiklah Lanjut Ke Ceritanya.


Pak Gilbert Pun Memberikan Pertanyaan Ke Semua Siswa Yang Membuat Semua Siswa Sangat Senang.


"Baiklah Semuanya!! Aku Ada Satu Pertanyaan! Jika Kalian Bisa Menjawabnya!! Akan Kuberikan Sebuah Tongkat Sihir Tingkat Atas!!" {Pak Gilbert}


Salah Satu Siswa Pun Langsung Berkata.


"Benarkah!! Anda Tidak Berbohong Kan!!"


Pak Gilbert Pun Menjawabnya.


Pak Gilbert Pun Memberikan Pertanyaan Kepada Siswa Di Kelas Penyihir.


"Baiklah Ini Pertanyaannya!! Berapa Jumlah Harga Buronan Yang Dimiliki Oleh Raja Iblis Kegelapan Diablo! Apakah Ada Yang Bisa Menjawabnya?" {Pak Gilbert}


Tiba-Tiba Arima Seizawa Berdiri Dan Menjawabnya Secara Detail.


"Harga Buronan Yang Dimiliki Raja Kegelapan Diablo Saat Ini Adalah!! Sembilan Belas Miliar Dua Ratus Juta Nars!!" {Arima}


"Benar Sekali!! Jawaban Yang Tepat!! Siapa Nama Mu?" {Pak Gilbert}


"Namaku Arima Seizawa Dari Kelompok Demon Hunter!!" {Arima}


"Arima Setelah Kelas Ini Selesai Temuiku Di Ruang Guru!!" {Pak Gilbert}


"Baik Pak!!" {Arima}


Pak Gilbert Pun Bercerita Mengenai Penjara Kematian.


"Diablo Dia Adalah Satu Dari Tujuh Raja Iblis Di Kerajaan Abyss, Bisa Dibilang Diablo Adalah Yang Terkuat, Aku Akan Memberi Tahu Kalian Semua Mengenai Penjara Kematian!! Bagi Yang Belum Tau Apa Itu Penjara Kematian, Itu Adalah Tempat Dimana Para Buronan-Buronan Terkuat Di Tahan!! Karena Disana Di Jaga Oleh Para Prajurit Yang Sangat Kuat!! Oh Ya!! Kalau Tidak Salah Ada Satu Satunya orang Yang Memiliki Umur Seperti Kalian Memasuki Dua Puluh Lima Besar Yang Sangat Di Cari Oleh Penjara Kematian!!" {Pak Gilbert}


Setelah Pak Gilbert Berkata Seperti Itu Semua Siswa Penasaran, Salah Satu Siswa Pun Ada Yang Bertanya.


"Seumuran Dengan Kami? Siapa Namanya?" {Salah Satu Siswa}


"Aku Tidak Tahu Namanya!! Tetapi Dia Adalah Pengguna Kekuatan Kegelapan!! Dia Juga Murid Dari Raja Iblis Darah Belzeebub!!" {Pak Gilbert}


Zen Pun Langsung Kaget Dengan Perkataan Pak Gilbert, Dia Pun Langsung Berkata Dalam Hati.


"Murid Raja Iblis Belzeebub Kan!! Mustahil!! Ray Aku Masih Tidak Percaya Kau Menjadi Jahat!!" {Zen} Dalam Hati


Tiba-Tiba Ada Yang Bertanya Lagi.

__ADS_1


"Maaf Pak!! Kira-Kira Berapa Harga Buronan Yang Anak Itu Miliki?"{Salah Satu Siswa}


"Harga Buronannya Yah? Kalau tidak Salah Dia Memiliki Harga Buronan Lima Ratus Lima Puluh Juta Nars!! Yah Kemungkinan Dia Berada Di Peringkat Empat Belas!!" {Pak Gilbert}


Zen Pun Menjadi Sangat Risau Dan Berkata Dalam Hati Lagi.


"Mustahil Bukankah Rio Berkata Kepadaku Kalau Harga Buronan Ray Adalah Lima Puluh Juta! Mengapa Sekarang Bisa Lima Ratus Juta!! Ray Apa Yang telah Kau Lakukan Sampai Kau Memiliki Harga Buronan Setinggi Itu!!" {Zen} Dalam Hati.


Setelah Cerita Yang Cukup Panjang Pak Gilbert Pun Memberikan Informasi Mengenai Kegiatan Besok.


"Baiklah Aku Akan Memberi Tahu Kalian!! Besok Akan Ada Ujian Penyihir!! Agar Aku Bisa Tahu Siapa Penyihir Terkuat Di Kelasku!! Jadi Siapkan Tenaga Kalian!!! Karena Hari Telah Sore Ku Izinkan Kalian Kembali Ke asrama Kalian Masing Masing" {Pak Gilbert}


Semua Siswa Pun Kembali Ke Asramanya Masing-Masing, Pada Saat Zen Ingin Kembali Ke Asramanya ia Terpikir Untuk Berlatih Dengan Rio.


"Oh Iya!! Apa Aku Harus Berlatih Dengan Rio Saja Yah Agar Aku Bisa Mandapat Peringkat Tertinggi!!" {Zen}


Zen Pun Pergi Ke Kamarnya Rio, Sesampai Nya Di Sana.


"Rio!! Permisi!!! Riooo!!" {Zen}


"Ada Apa? Eh Ternyata Kau Zen!! Ada Apa Zen?" {Rio}


"Rio Ayo Temaniku Berlatih!!" {Zen}


Rio Pun langsung Menyetujuinya


"Baiklah! Tapi Kita Akan Berlatih Di Mana?" {Rio}


"Hehehehehe!! Aku Juga Belum Tau Kita Akan Berlatih Dimana?" {Zen}


"Ya Ampun!! Dasar Kau Ini Zen!!! Bagaimana Kalau Kita Berlatih Di Arena Pertandingan? Di Sana Sepertinya Bagus Dan Tidak Akan Ada Yang Mengganggu!! Bagaimana?" {Rio}


"Baiklah!! Aku Mengikuti Mu Saja!!" {Zen}


Mereka Pun Menuju Ke Arena Yang Biasanya Digunakan Untuk Ujian Akhir Oleh Para Siswa Akademi, Sesampainya Di Sana Zen Langsung Berkata.


"Rio!! Bagaimana Kalau Kita Bertarung? Itung-Itung Sambil Aku Latihan!!" {Zen}


"Baik!! Persiapkan Dirimu!!" {Rio}


Zen Dan Rio Pun Mengambil Kuda-Kuda Untuk Bersiap,


"Baiklah!!! Mari Kita Hitung Bersama" {Rio}


"Satu,,, Dua,, Tiga!!!" {Zen Dan Rio}


Rio Langsung Menyerang Zen Dengan Pedangnya, Tetapi Zen Dapat Menahannya Dengan Sihir Pedang Air Nya, Zen Pun Langsung Menyerang Balik Rio Dengan Sihir Bola Apinya Rio Pun Berkata.


"Kau Ternyata Lumayan Kuat Juga Zen!!!" {Rio}


"Hehehe!! Terima Kasih" {Zen}


Zen Pun Menyerang Rio Dengan Sihir Gabungan Api Dan Air, Rio Yang Hampir Terkena Sihir Milik Zen Langsung Mengeluarkan Kekuatan Dua Pedangnya Dan Menyerang Zen, Zen Yang Melihat Rio Menuju Kepadanya Langsung Mengeluarkan Api Biru, Tentu Saja Rio Yang Melihatnya Langsung Terkejut.


"A!! Api Biru!!" {Rio}


Rio Langsung Mengeluarkan Serangan Blazing Thundernya, Dan Zen Mengeluarkan Kekuatan Bola Api Biru, Dan Serangan Benturan Antara Kekuatan Zen Dan Rio Pun Terjadi Yang Membuat Akademi Menjadi Bergetar, Tetapi Mereka Berdua Tidak Ada Yang Terluka Mereka Pun Memutuskan Untuk Menyelesaikan Latihannya.


"Baiklah!! Terima Kasih Rio Telah Menemani Latihanku!!!" {Zen}


"Iya!! Tidak Masalah!! Jika Kau Ingin Berlatih Lagi Panggil Aku Saja Oke!!" {Rio}


"Siap!!" {Zen}


Mereka Pun Kembali Ke Asramanya Masing-Masing.

__ADS_1


__ADS_2