
ARC 5 : Kastil Avalor
Kastil Avalor Adalah Tempat Di Mana Para Kaum Bangsawan Tinggal Bisa Di Bilang Tempat Itu Adalah Yang Paling Kaya Di Antara Semua Kerajaan Di Dunia, Bahkan Orang Yang Boleh Menuju Ke Kastil Itu Hanyalah Kaum Bangsawan Dan Orang Yang Memiliki Banyak Harta.
Setelah Berhasil Membantu Kerajaan Partevia Melawan Bajak Laut Sadis Naraku, Zen Dan Mio Menuju Ke Pelabuhan Kerajaan Partevia, Disana Mereka Ingin Pergi Ke Kastil avalor, Tetapi Mereka Di Tolak Oleh Pengawal Yang Menjaga Pintu Kapal, Di Karenakan Mereka Bukanlah Kaum Bangsawan, Dan Secara Kebetulan Mereka Bertemu Dengan Putri Nia.
Putri Nia Pun Menyapa Zen.
"Eh? Tuan Zen!!, Ada Apa Ini?" {Putri Nia}
Zen Pun Menjawabnya.
"Kami Ingin Pergi Ke Kastil Avalor Tetapi Mereka Tidak Memperbolehkan Kami Masuk!" {Zen}
Putri Nia Pun Langsung Menarik Tangan Kanan Zen Dan Mio, Ia Pun Berkata Kepada Mereka.
"Tentu Saja Kalian Tidak Di Perbolehkan Masuk!!!" {Putri Nia}
Mio Pun Berkata.
"Oh Iya!! Maaf Zen Aku Lupa Memberitahumu Bahwa Kastil Avalor Hanya Boleh Di Masuki Oleh Kaum Bangsawan Dan Orang Yang Kaya, Orang Seperti Kita Tentu Saja Tidak Boleh Masuk!" {Mio}
"Jadi Begitu Yah?" {Zen}
Putri Nia Pun Mengajak Zen Dan Mio Menuju Ke Toko Pakaian, Di Sana Putri Nia Membeli Pakaian Khusus Bangsawan Yang Memiliki Harga Seratus Lima Puluh Ribu Nars, Dan Putri Nia Memberikan Nama Samaran Kepada Zen Dan Mio.
"Tuan Zen Dan Nona Mio!! Mulai Sekarang Nama Kalian Adalah Alfred Dan Rika!!"
{Putri Nia}
Mereka Bertiga Pun Ke Pelabuhan Partevia Dan Menuju Kapal Yang Akan Pergi Ke Kastil Avalor Dengan Menggunakan Kereta Kuda Milik Kerajaan, Dan Berhasil Masuk Ke Kapal Tersebut, Setelah Sekitar Satu Jam Menunggu Akhirnya Kapal Memulai Perjalanan Ke Kastil Avalor, Saat Di Tengah Perjalan Zen Dan Mio Melihat Pemandangan Laut Yang Sangat Indah.
Mio Pun Berbicara Sambil Tersenyum.
"Pemandangan Yang Sangat Indah!! Sudah Lama Sekali Aku Tidak Melihat Lautan" {Mio}
Zen Pun Berkata Sambil Tersenyum Menghadap Ke Mio.
"Aku Sangat Senang Melihatmu Tersenyum Mio!!" {Zen}
Mio Pun Tersipu Malu Karena Ucapan Zen Dari Zen, Saat Mereka Sedang Berbincang, Putri Nia Datang Dan Memberitahu Zen Dan Mio Mengenai Putri Dari Menteri Di Kastil Avalor, Putri Nia Pun Berkata.
"Zen!! Mio!! Kalian Berdua Harus Berhati-hati Jika Bertemu Dengan Putri Sherly Avalor!!"{Putri Nia}
__ADS_1
Zen Pun Bertanya Dengan Kebingungan.
"Apa Anda Maksud? Siapa Itu Putri Sherly?" {Zen}
Lalu Putri Nia Menjelaskan Kepada Zen Mengenai Sifat Asli Putri Sherly.
"Putri Nia Adalah Seorang Anak Dari Menteri Kastil Avalor Sekaligus Pemimpin Disana, Putri Nia, Adalah Putri Yang Sangat Kejam, Dia Juga Sangat Dan Licik!!, Dan Kudengar Juga!! Tidak Ada Yang Berani Membantah Perintah Putri Sherly! Karena Ia Memiliki Hubungan Dengan Salah Satu Raja Iblis Queen Yuri!!"{Putri Nia}
Mio Pun Berbicara.
"Aku Juga Pernah Mendengarnya!! Raja Iblis Queen Yuri!! Ia Di Juluki Sebagai Raja Iblis Tanaman!!, Kudengar Kekuatan Queen Yuri Adalah Memanipulasi Tanaman!! Kita Harus Sangat Berhati-Hati Di Sana Zen!!"{Mio}
Zen Pun Menjawabnya.
"Aku Pasti Akan Berhati-hati!" {Zen}
Mereka Pun Sampai Di Pelabuhan Kastil Avalor, Saat Di Dalam Kereta Kuda, Putri Nia Mengingatkan Zen Dan Mio Mengenai Nama Samarannya Yaitu, Alfred Dan Rika.
Zen Meminta Kepada Putri Nia Untuk Menurunkannya Di Tengah Jalan.
Mereka Berdua Pun Berjalan Kaki Sambil Melihat Sekitar, Zen Sangat Terpukau Dengan Desain Kastil Avalor, Saat Sedang Melihat Ke Arah Atas, Zen Tidak Sengaja Menabrak Seorang Bangsawan, Mio Pun Langsung Meminta Maaf Kepada Bangsawan Itu, Bangsawan Itu Pun Tersenyum Lalu Mengulurkan Tangannya Ke Zen Dan Berkata.
"Apa Kau Tidak Apa-apa?"
Zen Pun Menjawabnya.
Bangsawan Itupun Berkata.
"Ngomong-Ngomong Siapa Nama Anda Dan Dari Mana Anda Berasal?"
Mio Pun Menjawabnya.
"Kami Berasal Dari Kerajaan Partevia, Namaku Rika Dan Dia Alfred!" {Mio}
"Oh Kalian Dari Kerajaan Partevia! Senang Bertemu Denganmu Namaku Adalah Arataki Rey!!"
Saat Mendengar Nama Arataki, Zen Teringat Dengan Arataki Ito Yang Menjadi Siswa No Satu Di Magical Academy, Lalu Zen Pun Berkata.
"Apakah Anda Saudara Dari Arataki Ito?"{Zen}
Bangsawan Itu Pun Berkata.
"Eh Jadi Anda Mengenal Adikku?Hufft Dasar!! Padahal Dia Masih Belajar Di Magical Academy!! Ternyata Dia Sudah Populer
__ADS_1
Saja!!" {Rey}
Tiba-tiba Mio Bertanya Ke Tuan Rey.
"Tuan Ngomong-ngomong Apakah Anda Tahu Tempat Penginapan Terdekat Di Sekitar Sini?"{Mio}
Tuan Rey Pun Memberitahu Lokasi Penginapan Terdekat Kepada Mereka Berdua, Saat Sampai Di Penginapan Mio Memesan Satu Kamar Dengan Harga Dua Ratus Ribu Nars, Saat Di Dalam Kamar Zen Berkata Ke Mio.
"Mio!! Aku Ingin Pergi Keluar Dulu Yah? Mencari Udara Segar!!" {Zen}
Mio Pun Menjawabnya.
"Yasudah!! Hati-Hati Yah!!" {Mio}
Saat Di Luar Zen Berkeliling Sambil Melihat Lihat Ke Kiri Dan Kanan, Saat Sedang Berjalan, Zen Melihat Gang, Ia pun Memasuki Gang Tersebut, Di Dalam Gang Tersebut Ia Melihat Seorang Wanita Yang Di Pukuli Oleh Seorang Pria, Zen Yang Melihatnya Menjadi Geram, Ia Pun Mengeluarkan Sihir Api Biru Bertujuan Untuk Menghabisi Pria Itu, Saat Ingin Melemparkan Sihir Api Biru Ke Pria Itu, Tiba-Tiba Tangannya Di Tarik Oleh Seseorang, Dan Ternyata Itu Adalah Arataki Rey, Ia Menutup Mulut Zen Lalu Berkata.
"Tuan Tenanglah!!"{Rey}
Lalu Ia Membawa Zen Ke Suatu Tempat Dengan Sihir Telerportasi.
Rey Membawa Zen Ke Taman Yang Cukup Jauh Dari Ibukota, Zen Yang Gagal Menyelamatkan Wanita Itu Menjadi Kesal Dan Memarahi Rey.
"Dasar Bodoh!!! Apa Yang Kau Lakukan!! Wanita Itu Sangat Tersiksa!!" {Zen}
Rey memukul Zen Dengan Serangan Yang Sangat Cepat, Yang Membuat Zen Terjatuh, Lalu Rey Menjelaskan Kepada Zen Tentang Hal Yang Ia Lihat Tadi.
"Kawan!! Dengarlah!! Jika Kau Membunuh Orang Tadi!! Kau Hanya Akan Menjadi Buronan Kerajaan!!" {Rey}
Zen Pun Berdiri Sambil Mengelap Darah Di Bibirnya Lalu Berkata.
"Memangnya Siapa Orang Itu?" {Zen}
Rey Pun Menjawabnya.
"Orang Itu Adalah Bangsaan Tertinggi Namanya Adalah Fujiwara Baroque, Dia Adalah Salah Satu Petinggi Kastil Avalor!! Aku Memperingatkan Mu Untuk Hati-hati Karena Di Kastil Avalor!! Mau Setinggi Apapun Gelar Bangsawan Kita!! Kita Semua Akan Kalah Dengan Yang Namanya Petinggi Kastil Avalor!!"{Rey}
Zen Pun Bertanya Lagi Kepada Rey.
"Tuan Rey!!! Apakah Di Sini Masih Ada Yang Namanya Diskriminasi Perbudakan!!!" {Zen}
Rey Yang Tidak Ingin Menjawabnya Memutuskan Untuk Pergi, Namun Saat Ia Ingin Pergi, Zen Berteriak.
"Apakah Tujuanmu Adalah Menangkap Buronan Penjara Kematian, Horihara!!!" {Zen}
__ADS_1
Tiba-tiba Rey Berlari Ke Hadapan Zen Dan Mengeluarkan Pukulan Yang Sangat Keras, Namun Zen Dapat Menahannya, Dan Mereka Berdua Pun Bertarung.