Teleportation Spirit And Isekai World

Teleportation Spirit And Isekai World
BAB 6 : Pedang Perpisahan


__ADS_3

ARC 1 : Teleportasi Me Dunia Lain


Zen Memasuki Toko Barang Rongsokan, Dia Ditemani Oleh Ayase, Zen Pergi Ke Toko Rongsokan Itu Untuk Melihat Lihat Barang Disana, Pada Saat Masuk Zen Melihat Ada Seorang Kakek Tua Yang Menjaga Toko Itu, Zen Pun Langsung Bertanya Kepada Kakek Tua Itu.


"Permisi Paman? Apa Anda Memiliki Barang Yang Masih Bagus?" {Zen}


Kakek Itu Pun Membalasnya.


"Barang Yang Masih Bagus Yahh? sepertinya Ada, Tunggu Sebentar!! Aku Akan Mengambilnya" {Kakek Tua}


Zen Pun Menunggu Kakek Tua Itu Mengambil Barangnya, Tiba-Tiba Ayase Memanggil Zen.


"Zen!!" {Ayase}


"Iya! Ada Apa?" {Zen}


"Ada Satu Barang Yang Belum Kubeli Kau Tunggu Disini Yah, Tidak Lama Kok!!" {Ayase}


"Baiklah!! Hati-Hati Yah!" {Zen}


"Iya!!" {Ayase}


Ayase Pun Pergi Untuk Membeli Barang Yang Masih Kurang, Tidak Lama Kemudian Kakek Tua Itu Datang Membawa Sesuatu Yang Ditutupi Oleh Kain.


"Ini Dia Barang nya Tuan!!" {Kakek Tua}


Kakek Itu Pun Membuka Kain Tersebut Dan Ternyata Barang Itu Adalah Pedang, Kakek Tua itu pun Mempersilahkan Zen Untuk Memegangnya, Pada Saat Zen Sedang Mengecek Pedang Itu Kakek Itu Berkata.


"Pedang Itu Di Juluki Pedang Kaisar Wanita!" {Kakek Tua}


Zen Pun Langsung Terpukau Saat Mendengar Nama Pedang Yang Ia Pegang.


"Kaisar Wanita Yahh!! Nama Yang Keren!" {Zen}


Kakek Itu Pun Menceritakan Kisah Tentang Pedang Itu.


"Konon!! Pedang Itu Adalah, Pedang Yang Di pakai Oleh Kaisar Wanita Yang Bernama Levina kuchikaze!" {Kakek Tua}


"Kaisar Wanita" {Zen}


"Jika Kau Ingin Membelinya Aku Akan Berikan Kepada mu!" {Kakek Tua}


"Benarkah?" {Zen}


"Ya!! Kau Boleh Mengambilnya Dengan Harga Tiga Ratus Ribu Nars!!" {Kakek Tua}


"Mahal Sekali!!!" {Zen}


Karena Pedang Itu Lumayan Mahal Zen Pun Meminta Diskon Kepada Kakek Tua Itu.


"Bagaimana Jika Dua Ratus Lima Puluh Ribu Nars?" {Zen}


"Baiklah!! Dua Ratus Lima Puluh Ribu Nars!!" {Kakek Tua}


"Terima Kasih!!" {Zen}


"Oh Iya!!! Aku Baru Ingat! Pedang Itu Hanya Akan Mengeluarkan Kekuatannya, Saat Di Pegang Oleh Wanita!! Jika Yang Memegangnya Adalah Laki-laki, Pedang Itu Hanya akan Menjadi Pedang Biasa Pada Umumnya!!" {Kakek Tua}


"Benarkah!?" {Zen}


"Seperti Julukannya! Kaisar Wanita!!! {Kakek Tua}


Pada Saat Mereka Sedang Berbicang Ayase Pun Datang,


"Zen Ayo Kita Pulang? Aku Sudah Membeli Peralatan Yang Ku Inginkan!!" {Ayase}


Zen Pun Berpamitan Kepada Kakek Tua Itu.


"Baiklah Paman, Aku Ingin Pulang Dulu Yah!! Terima Kasih!!" {Zen}


"Iya!! Hati-hati Yah!!!" {Kakek Tua}


Zen Dan Ayase Pun Kembali Ke Kedai Serikat, Mereka Pulang Dengan Menaiki Kendaraan Yang Sama, Sesampainya Di Sana Zen Langsung Melihat Tugas Di Papan Serikat.


"Ayase Aku Ingin Mengambil Tugas Di Papan, Jika Kau Lelah Istirahat Saja Dulu!!" {Zen}


"Baiklah!! Aku Ke Kamar Dulu Yah!!" {Ayase}

__ADS_1


Ayase Pun Kembali Ke kamarnya Sedangkan Zen Masih Memperhatikan Papan Tugas.


"Tugas Apa Yang Akan Aku Ambil Yah?" {Zen}


Saat Zen Sedang Berfikir, Untuk Mengambil Tugas Yang Mana, Tiba-Tiba Ia Melihat Poster Tugas Yang Lumayan Bagus Untuknya.


"Sepertinya Ini Bagus!!!" {Zen}


Zen Pun Langsung Bertanya Ke Resepsionis.


"Permisi Apa Kau Tahu Dimana Letak Monster Ini!!" {Zen}


"Monster Ligtning Bird Yah!! Untuk Letak Monster Ini Biasanya Berada Di Gunung Hutan Kerajaan Helgala!!" {Resepsionis}


"Baiklah!! Terima Kasih" {Zen}


"Iya Semoga Sukses!!" {Resepsionis}


Zen Pun Langsung Menuju Ke Gunung Tersebut, Sesampainya Disana Dia Melihat Monster Itu Yang Sedang Tidur, Tentu Saja Itu Adalah Kesempatan Bagi Zen Untuk Mengalahkannya, Zen Langsung Mengeluarkan Sihir Pembatas Air Untuk Membuatnya Terkurung, Supaya Burung Tersebut Akan Sulit Untuk Terbang.


"Sihir Penjara Air!!" {Zen}


Pada Saat Zen Berhasil Membatasi Area Dengan Sihir Air, Burung Tersebut Bangun Dan Melihat Zen, Burung Itu Seketika Menjadi Sangat Ganas Dan Langsung Menyerang Zen, Zen Kaget Saat Melihat Gerakan Burung Itu Yang Sangat Cepat.


"Cepat Sekali Gerakan Macam Apa Itu!! Aku Tidak Bisa Melihatnya!!" {Zen}


Zen Yang Tidak Kehilangan Akal Langsung Mengeluarkan Kekuatan Api Birunya.


"Sihir Ledakan Api Biru!!" {Zen}


Seketika Burung Itu Langsung Tumbang Dengan Satu Serangan, Saya Akan Memberi Tahu Kalian Kenapa Ligtning Bird Bisa Kalah Dengan Satu Serangan?, Jawabannya Adalah Ligtning Bird Adalah Tipe Monster Yang Memiliki Burs Damage Yah!! Walaupun Damage Yang Dia Berikan Sangat Besar Tapi Daya Tahan Yang Dimilikinya Sangat Rendah, Tentu Saja Zen Langsung Bisa Mengalahkannya Apalagi Zen Menggunakan Sihir Api Biru Dengan Tipe Serangan Sekitar Atau Disebut Juga Dengan (AOE).


Setelah Zen Mengalahkan Monster Itu Dia Melihat Benda Seperti Batu Dia Pun Langsung Membawanya. Dan Kembali Ke Kedai serikat, Sesampainya Di Sana Dia Langsung Memberitahu Ke Resepsionis Bahwa Dirinya Telah Mengalahkan Ligtning Bird.


"Permisi!!" {Zen}


"Iya Tuan Zen? Ada Yang Bisa Kubantu?" {Resepsionis}


"Aku Telah Berhasil Mengalahkan Monster Itu Apa Aku Akan Mendapatkan Uang?" {Zen}


"Tentu Saja!!" {Resepsionis}


"Apa Kau Memiliki Bukti Kalau Kau Telah Mengalahkan Monster Itu?" {Resepsionis}


"Memangnya Harus Ada Bukti Yah?" {Zen}


Resepsionis Yang Mendengar Jawaban Zen Pun Langsung Tertawa.


"Ya Ampun Tuan Zen, Kau Membuatku Tertawa!!Tentu Saja Kau Harus Memiliki Bukti Contohnya Seperti Bagian Dari Monster Itu Atau Sebuah Batu Yang Terjatuh Dari Dalam Monster Itu!!" {Resepsionis}


"Oh Iya Aku Punya Batu Nya!!" {Zen}


Zen Pun Langsung mengeluarkan Batu Yang Dia Dapat Pada Saat Mengalahkan Monster Itu


"Batu Ini Bukan?" {Zen}


"Sebentar Biar Saya Periksa!!" {Resepsionis}


"Baiklah!!" {Zen}


Sambil Menunggu Resepsionis Tersebut, Saya Akan Menjelaskan Kenapa Zen Tidak Mengerti Tentang Bukti Pada Saat Mengalahkan Monster Jawabannya Adalah, Dia Selalu Mengambil Misi Yang Mudah Seperti Mencari Tanaman Obat Dan Mengirimkan Barang, Tentu Saja Hal Seperti Itu Membuatnya Kebingungan.


Setelah Menunggu, Akhirnya Resepsionis Itu Datang Dan Memberikan Hadiah Kepada Zen.


"Tuan Zen Ini Hadiah Mu!!" {Resepsionis}


"Terima Kash!!" {Zen}


Karena Hari Telah Sore Dia Pun Kembali Ke Kamarnya, Pada Saat Ia Ingin Kembali Ke Kamarnya Tiba-tiba Tuan Kijima Memanggilnya


"Zen!! Kemarilah?" {Kijima}


"Baik Tuan!" {Zen}


Zen Pun Langsung Mendatangi Tuan Kijima.


"Iya Tuan Ada Apa?" {Zen}

__ADS_1


"Zen Untuk Pemberangkatan Mu Menuju Akademi Sihir Akan Di Percepat!!" {Kijima}


"Memangnya Ada Apa Tuan? Apakah Ada Masalah?" {Zen}


"Masalahnya Adalah, Kapal Yang Menampung Penumpang Milik Kerajaan Helgala Mengalami Kerusakan, Dan Kemungkinan Akan Selesai Di Perbaiki Bulan Depan!! Jadi Yang Akan Menjemputmu Adalah Kapal Dari Akademi Sihir!!" {Kijima}


"Begitu Yah!!! Kira-Kira Kapan Penjemputannya?" {Zen}


"Mungkin Besok!!!" {Kijima}


"Be!! Besok Dadakan Sekali!!!!" {Zen}


"Maka Dari Itu Kau Harus Menyiapkan Barang- Barang Mu Dari Sekarang" {Kijima}


"Baiklah Akan Ku Siapkan!!!" {Zen}


Zen Pun Kembali Ke Kamarnya Untuk Menyiapkan Barang-Barang nya, Setelah Selesai Menyiapkan Barang-Barang Nya Dia Berfikir,


"Besok Aku Berangkat!! Dan Aku Akan Berpisah Dengan Ayase!! Apa Yang Harus Ku Berikan Untuk Hadiah Perpisahan Kepadanya" (Kata Zen Dalam Hati)


Dia Baru Terfikir Bahwa Pedang Yang Ia Beli Pagi tadi Memiliki Kekuatan Jika Dipakai Oleh wanita,


"Oh iya!! Aku Kasih Saja Pedang Kaisar Wanita Kepadanya Sebagai Hadiah Perpisahan!! Ya Ampun Sudah Malam Sebaiknya Aku Tidurr!!" {Zen}


Pagi Hari Pun Tiba Zen Langsung Bersiap Menuju Pelabuhan Kerajaan Helgala, Pada Saat Zen Membuka Pintu Ternyata Ada Ayase Yang Menunggunya,


"Ayase? Apa Yang Kau Lakukan Disini???" {Zen}


"Dasar Kau Ini Tentu Saja Aku Menunggu Mu!!" {Ayase}


"Ehh Kau Sudah Tahu!!! Aku Ingin Pergi?" {Zen}


"Tentu Saja!! Tuan Kijima Memberitahuku!! Hehehehe!!" {Ayase}


"Padahal Aku Baru Saja Ingin Memberitahumu!!" {Zen}


Saat Mereka Sedang Mengobrol Tuan Kijima Pun Datang.


"Baiklah Ayo Zen Kita Ke Pelabuhan Kerajaan Helgala!!" {Kijima}


"Baik Tuan!" {Zen}


Mereka Pun Pergi Ke Pelabuhan Kerajaan Helgala, Pada Saat Mereka Sampai Disana Ternyata Cukup Lumayan Banyak Calon Siswa Akademi Sihir, Dan Mereka Pun Mengucapkan Perpisahan


"Zen Berjuanglah Di Akademi Sihir!!" {Kijima}


"Terima Kasih Tuan Kijima Atas Semua Bantuan Mu Selama Ini!!" {Zen}


"Tidak Masalah, Yang Aku inginkan Adalah Kau Bisa Menjadi Penyihir Terbaik Disana" {Kijima}


"Benar Zen!! Kau Harus Menjadi Yang Terhebat!!" {Ayase}


"Oh Iyaa Aku Punya Hadiah Untuk Ayase!!" {Zen}


"Hadiah Benarkah?" {Ayase}


Zen Pun Memberikan Pedang Yang Telah Ia Bungkus Dengan Kain.


"Nih Untukmu!!" {Zen}


"Wah Apa Ini!!" {Ayase}


Ayase Pun Membukanya.


"Wahhhh!! Terima Kasih Zen Pedang Ini Sangat Cantik!!" {Ayase}


"Syukurlah Kalau Kau Senang!! Oh Iya Yang Ini Untuk Tuan!!" {Zen}


"Apa Ini?" {Kijima}


"Itu Adalah Kristal Monster Ligtning Bird!!" {Zen}


"Hahahaha!! Terima Kasih Zen!! {Kijima}


"Baiklah Tuan, Ayase Aku Pergi Dulu Yah


"Sampai Jumpa Zen!!" {Ayase}

__ADS_1


Zen Pun Menaiki Kapal, Dan Menuju Ke Akademi Sihir.


__ADS_2