
ARC 4 : Kerajaan Partevia
Saat Zen Dan mio Sedang Berjalan-jalan Di Ibukota, Mereka Melihat Seorang Penjual Sayuran Yang Sedang Di Pukuli, Tetapi Orang-Orang Yang Berada Di Sekitarnya Tidak Menolongnya Melainkan, Pura-Pura Tidak Melihat, Zen Pun Langsung Menghampirinya.
"Hei Kau Hentikan Itu!!!" {Zen}
Semua Orang Langsung Melihat Ke Arah Zen, Mio Yang Melihat Lambang Tengkorak Di Bajunya Langsung Mengajak Zen Pergi Dari Situ,
"Zen Ayo Kita Kesana!!" {Mio}
"Mio!! Kau Ini Kenapa!! Aku Harus Membantu Orang Itu!!" {Zen}
"Kau Harus Pergi!! Mereka Berbahaya!!" {Mio}
Saat Mio Ingin Membawa zen Pergi Dari Situ Orang Itu Meneriakinya.
"Oyyy Berani Sekali Kau Meneriaki Kami!!!!!" {Para Pemukul}
Zen Yang Mendengarnya Lansung Berbalik Dan Meneriaki Kembali Para Pemukul Itu.
"Tentu Saja Aku Berani!! Memangnya Siapa Kau!! Mengapa Kau Memukulnya!! Memangnya Tidak Ada Cara Lain Hah!!!" {Zen}
Semua Orang Yang Melihat Zen Meneriaki Pemukul Itu Menjadi Ketakutan, Mio Yang Melihat Zen Meneriaki Para Pemukul Itu Malah Meminta Maaf.
"Maafkan Dia Tuan Dia Tidak Sengaja!!" {Mio}
Zen Yang Melihat Mio Meminta Maaf Menjadi Kesal.
__ADS_1
"Hey Mio Mengapa Kau Meminta Maaf!!! Jelas-jelas Orang Itu Yang Bersalah Kenapa Kau Harus Minta Maaf!!!" {Zen}
Para Pemukul Itu Menjadi Kesal Dengan Perkataan Zen, Para Pemukul Itu Langsung Menyerang Zen.
"Ku Habisi Kau!!!" {Para Pemukul}
Zen Langsung Menahan Pukulan Para Pemukul Itu, Dan Langsung Menghajar Mereka Semua, Para Pemukul Itu Menjadi Ketakutan Dengan Zen Dan Langsung Melarikan Diri, Pedagang Itu Langsung Berterima Kasih Kepada Zen.
"Terima Kasih Banyak Tuan Karena Telah Membantu Saya!! Terima Kasih!!" {Pedagang}
"Mengapa Anda Bisa Di Pukuli, Memangnya Anda Memiliki Masalah Apa dengan Mereka!!!" {Zen}
"Mereka Adalah Para Bajak Laut Yang Selalu Meminta Uang Kepada Kami Para Pedagang, Yang Bisa Kami Lakukan Hanyalah Memberikan Uang Kami Kepadanya, Jika Kami Tidak Memiliki Uang Maka Kami Akan Dipukul!!" {Pedagang}
"Bukankah Kau Bisa Melaporkan Ini Kepada Para Penjaga Kerajaan!!" {Zen}
"Jika Kami Melaporkannya Kepada Kerajaan!! Itu Hanya Akan Menimbulkan Perang Seperti Lima Tahun Lalu, Kami Tidak Ingin Perang Itu Terjadi Lagi!!" {Pedagang}
Mio Langsung mengajak Zen Pergi Ke Sebuah Bar, Di Sana Mio Menceritakan Tentang Para Bajak Laut Tadi Yang Di Hajar Oleh Zen.
"Zen Apa Kau Tahu Tadi Yang Kau Hajar Siapa?" {Mio}
"Mereka Bajak Laut Kan!!" {Zen}
"Benar Mereka Bajak Laut!! Tapi Jangan Samakan mereka Dengan Bajak Laut Biasa!! Mereka Adalah Anggota Bajak Laut Sadis!!" {Zen}
"Bajak Laut Sadis!! Sepertinya Aku Pernah Mendengarnya"{Zen}
__ADS_1
"Yah!! Semenjak Kaisar Sihir Pergi Dari Sini Para Bajak Laut Itu Terus Meneror Para Rakyat Di Kerjaan Ini!!" {Mio}
"Bukankah Kaisar Sihir Berada Di Akademi Sihir Yah?" {Zen}
"Yang Berada Di Akademi Sihir Adalah Kaisar Sihir Yang Sekarang!! Yang Ku Maksud Adalah Kaisar Sihir Sebelumnya!! Dahulu Kaisar Sihir Pernah Menghabisi Seluruh Anggota Bajak Laut Termasuk Kapten Mereka, Para Bajak Laut Itu Memiliki Kekuatan Yang Di Atas Rata-Rata Semua Bajak Laut Itu Memiliki Profesi Yang Lengkap, Pada Saat Itu Kaisar Sihir Dibantu Oleh Raja Dari Kerajaan Partevia, Kaisar Sihir Dan Raja Berhasil Menghabisi Seluruh Bajak Laut Itu kecuali Anak Yang Memiliki Rambut Biru, Kaisar Sihir Dan Raja Meninggalkan Anak Itu Di Medan Perang, Dan Ternyata anak Itu Adalah Naraku!!! Pemimpin Bajak Laut Sadis!! Karena Kematian Sang Raja Dan Tidak Adanya Kaisar Sihir Yang Berada Disini!! Naraku Selalu Menyuruh Anak Buahnya Untuk Meneror Rakyat Di Kerajaan Partevia, Kudengar Juga Tuan Putri Hampir Di Culik Oleh Anggota Bajak Laut Naraku!! Tapi Ia Di Selamatkan Oleh Orang Yang Memakai Topeng!!" {Mio}
Zen Langsung Senyum-Senyum Sendiri
"Begitu!! Yah?" {Zen}
Mio Yang Melihat Zen Senyum-Senyum Sendiri, Langsung Berkata.
"Apakah Orang Bertopeng Itu Kau!!!" {Mio}
"Begitulah!! Hehehehe!!" {Zen}
"Dasar!! Aku Sudah Menduganya!! Jadi Aku Sarankan Dirimu Untuk Tidak Berurusan Dengan Naraku!! Aku Tahu Dirimu Memiliki Kekuatan Yang Hebat!! Tapi kupikir Kau Belum Sanggup Mengalahkannya!!!" {Mio}
"Karena Dirimu Yang Menyuruhku!! Mungkin Aku Akan Melakukannya!!" {Zen}
"Bagus!! Deh Kalau Begitu!! Ayok Kita Pulang Hari Sudah Sore!!" {Mio}
Mereka Pun Pulang Kerumah Dan Beristirahat.
Saat Malam Hari Zen Terbangun, Dia Masih Penasaran Dengan Bajak Laut Itu, Dia Pun Ingin Melihat Para Bajak Laut Itu, Dia Mengambil Topengnya Dan Mantel Yang Ia Dapatkan Dari Labirin, Ia Membuka Jendelanya Dan Langsung Berlari Dengan Menggunakan Kekuatan Petir Merah, Ia Berlari Ke Atas Bukit, Dan Melihat Ada Kapal Besar Yang Berada Di Pinggir Laut, Ia Pun Menggunakan Sihir Kegelapan Dan Masuk Kedalam Bawah Tanah Agar Bisa Melihatnya Dari Dekat, Ia Melihat Banyak Sekali Orang Di Kapal Itu Dan Hal Yang Paling Mengejutkan Bagi Zen Adalah, Ia Melihat Para Pemukul Yang Di Kalahkan Olehnya Pada Siang Hari, Para Pemukul Itu Dijadikan Umpan Untuk Ikan Hiu, Dari Sini Kita Tahu Kekejaman Seorang Naraku, Zen Pun Memasuki Kapal Itu Dengan Cara Menembusnya Dengan Sihir Kegelapan, Saat Zen Berhasil Menembusnya Ia Terkejut Dengan Ruangan Yang Ia Masuki, Zen Memasuki Ruang Harta, Disana Zen Melihat Banyak Sekali Coin Emas Dan Perhiasan, Ia Melihat Ada Sebuah Peti Dan Kunci Yang Menyangkut, Ia Pun Membukanya, Saat Di Buka Isinya Ternyata Adalah Sebuah Peta, Ia Pun Mengambilnya Dan Ingin Memeriksa Ruangan Lainnya, Tetapi Ada Orang Yang Datang, Zen Langsung Menggunakan Sihir Kegelapan Untuk Mengumpat, Dan Ia Melihat Seorang Berambut Berwarna Biru, Orang Itu Berjalan Menuju Sebuah Peti, Zen Pun Mengikuti Orang Itu, Dan Ternyata Orang Itu Membuka Ruangan Rahasia, Zen Yang Melihatnya Menjadi Sangat Terpukau Dengan Kapal Bajak Laut Yang Ia Masuki, Orang Itu Pun Memasuki Ruangan Rahasia Itu, Zen Langsung Mengikutinya, Orang Itu Merasa Ada Yang Mengikutinya Ia Langsung Menengok Kebelakang, Dan Ternyata Tidak Ada Siapa-Siapa, Zen Yang Hampir Ketahuan Menjadi Sangat Panik Ia Pun Mengikuti Bayangan Orang Itu, Saat Sampai Di Bawah Zen Terkejut Melihat Tongkat Sihir Yang Di Segel, Dan Orang Itu Berkata.
"Akhirnya!! Sebentar Lagi Impian ku Akan Terwujud!!! Akan Kuhancurkan Kerajaan Ini Dan Akan Kuhabisi Kaisar Sihir Brengsek Itu!! Karena Dia!!! Semua Temanku Mati!!! Setelah Tongkat Ini Siap Aku Akan Menghancurkan Kerajaan Partevia!!!! Hahahahahaha!!!!!" {Orang Tak Dikenal}
__ADS_1
Dari Ucapannya Tadi Zen Teringat Dengan Cerita Yang Disampaikan Oleh Mio Bahwa Ada Satu Anak Berambut Biru Yang Tidak Di Habisi Oleh Kaisar Sihir, Dan Ternyata Yang Zen Ikuti Adalah Naraku Sang Kapten Bajak Laut Sadis.
Zen Langsung Menuju Keluar Dari Ruang Rahasia Itu Lalu menembus Dinding Kapal Dan Kembali Kebukit Tanpa Ketahuan Oleh Satupun Kru Bajak Laut Itu, Zen Memutuskan Untuk Kembali Ke Kamarnya, Ia Pun Kembali Dengan Menggunakan Kekuatan Petir Merah, Ia Melewati Jendela Dan Berhasil Kembali Ke Kamarnya.