
Setelah nuna menceritakan kejadian malam itu. Keisya menanggapi dengan bingung juga ternyata nuna juga melihat penari itu.
"Kka-kamu lihat juga nuna?" Tanya keisya terbata-bata
"Iya aku lihat penari itu juga"
"Kenapa kamu takut sama penari itu?"
"Kalau aku ikut dia, aku akan di jadikan budak di istana nya mereka, budak itu seperti pembantu jadi aku memilih untuk pergi"
"Bagaimana bisa? Aku belum mengerti coba kasih tau aku" Rengek keisya kepada nuna
"Keisya, tidak semua orang bisa melihat aku, ibu kamu dan ayah kamu juga tidak bisa lihat aku, aku bisa bertemu kamu karena aku tahu kalau kamu bisa melihat aku dan sekarang kita berteman"
"Terus dengan penari itu gimana?"
"Penari itu sama seperti aku keisya, beda nya dia hanya lebih tua dan bisa menyuruh- nyuruh anak-anak kecil di dunia kami"
Keisya bingung dengan kalimat yang diucapkan nuna
"Aku bisa melihat kamu berarti aku ada di dunia kamu dong?"
"Bukan keisya, kamu hanya dikasih kelebihan untuk bisa melihat makhluk seperti kami"
"Kamu hantu ya?" Tanya keisya asal bicara
"Di dunia kalian memang kami dibilang hantu karena tidak selalu terlihat wujud nya tapi aku tidak suka dipanggil hantu terdengar nya aku sangat seram padahal aku hanya anak kecil biasa seperti mu hanya saja dunia kita berbeda"
Sekarang keisya memahami kalimat nuna kemudian keisya kembali bertanya
"Terus boneka perempuan dan boneka bayi itu bagaimana?"
"Itu cara mereka untuk memancing anak-anak kecil supaya mau ikut bersama dia, jadi kalau kamu ikut sama mereka ada 2 kemungkinan yang pertama kamu bisa hilang dan menjadi budak mereka, yang ke dua kamu hilang dan jasad mu tidak selamat"
"Jasad itu apa?"
"Jasad itu tubuh kamu keisya"
Keisya seperti sedang di dongeng kan oleh kakak nya, saat ini keisya memang usianya lebih muda dari nuna.
Nuna ber usia 7 tahun, satu tahun di atas keisya.
Sedang mendengarkan cerita nuna, terdengar suara tari mengetuk pintu kamar keisya dan memanggil
"Keisya, nak buka pintu nya"
Keisya memang terbiasa mengunci pintu sebentar jika ingin ganti pakaian, lalu keisya menyuruh nuna untuk mengumpat di kolong kasur dan keisya berdiri untuk membuka kan pintu kamar nya.
"Iya bu kenapa?"
"Ibu mau bicara sama keisya, duduk sebentar yuk"
Tari dan keisya berada di dalam kamar keisya tepatnya di atas kasur keisya.
Tari mengajak anak nya untuk bicara baik-baik supaya anak nya mengerti.
"Keisya, tadi bu dina telepon ibu, bu dina cerita kalau keisya belakangan ini sering kali bicara sendiri ketika istirahat"
Keisya mendengarkan kalimat ibu nya secara seksama tetapi ketika ibu nyamenjelaskan, keisya langsung menunduk takut jika ibu nya marah lagi.
"Keisya bicara sama siapa memang nak? Kata bu dina di kursi keisya hanya ada keisya sendiri"
"Ibu ngga akan marah kalau keisya ngga bohong, cerita sama ibu" Lanjut tari sambil mengusap kepala anak nya
"Eumm kalau istirahat aku suka ngobrol sama teman aku bu tapi aku ngga tahu siapa nama nya"
"Terus?"
"Ya aku bicara aja sama dia sambil makan bekal yang ibu bawa, kalau sudah bel masuk dia juga pergi kok bu"
"Yasudah kalau gitu, kamu jangan aneh-aneh ya main nya"
"Iya bu"
"Bu, kata nuna aku dikasih kelebihan sama tuhan kalau aku bisa lihat nuna"
__ADS_1
"Owh iya ibu mau tanya, nuna itu siapa sih nak?" Tanya tari dengan penasaran
"Nuna itu teman aku bu"
"Dia sering main kesini?"
"Iya bu"
"Nanti kapan-kapan ibu mau ketemu nuna ya nak"
"Iya bu"
Tari keluar dari kamar anaknya dan kembali lagi ke kamar nya.
Setelah ibu nya keluar dari kamar, keisya langsung menutup pintu lagi dan menyuruh nuna untuk keluar dari bawah kasur.
"Cepat keluar"
Nuna keluar dari bawah kasur keisya.
Keisya kembali bermain lagi bersama nuna sampai keisya lupa rasa takut nya waktu bertemu dengan penari di kamar nya.
Tidak terasa keisya main dengan nuna hampir mau maghrib dan keisya belum mandi.
"Nuna, aku mau mandi dulu ya, aku juga belum makan" Ucap keisya
"Iya keisya, aku pergi dulu ya dadahhh keisyaaa"
Keisya berharap nuna masih mau menunggu keisya sampai ia selesai mandi dan makan namun nyata nya nuna memilih untuk pergi.
Nuna melambaikan tangan nya sambil memberikan senyum manis nya kepada keisya.
Tidak terasa hari sudah gelap suara motor andi sudah terdengar dari jarak 100 meter.
Baru beberapa jam kepergian nuna, rasanya sudah hampir setahun nuna pergi.
Keisya hanya bisa bermain bersama boni dan menceritakan kegembiraan nya bisa bertemu dengan nuna walaupun sebentar.
Keisya tidak tahu, nuna akan kembali lagi atau tidak.
"Halo cantik, ayah udah pulang"
"Halo ayah" hanya 2 kalimat yang di ucapkan oleh keisya.
***
Hari demi hari keisya menunggu nuna berharap ada suara anak kecil itu di dalam kamar nya namun nyata nya tidak ada.
Tidak terasa nuna sudah pergi berbulan-bulan namun untuk keisya nuna adalah teman yang sangat sulit di lupakan.
Hari ini adalah hari dimana acara pengajian tujuh bulan calon adik keisya yang ada di dalam kandungan tari.
Tari sangat bahagia karena anak nya yang berada di dalam kandungan sudah berusia tujuh bulan.
"Keisya kenapa nak? Sekarang keisya kok udah ngga segembira dulu?" Tanya tari kepada anak nya
"Keisya takut ngga ibu sayang ya karna mau ada adik?" lanjut tari
"Bukan kok bu, malah keisya senang karena keisya akan punya teman baru pengganti nuna"
"Owh iya ibu belum lihat nuna nih, emang nuna kemana nak?"
"Nuna sudah lama pergi bu, jadi keisya hanya main sama boni"
"Yaudah ngga papa kan nanti ada adik baru"
"Hehehe iya bu"
Keluarga besar tari dan andi datang ikut menghadiri acara syukuran ini.
Orang tua dari andi pun ikut datang dan sangat gembira menyambut acara ini.
"Alhamdulillah ibu mau punya cucu lagi"
Ucap ibu dari orang tua andi dengan gembira. Ya, mertua andi memang sangat menyayangi cucu dan menantu nya itu.
__ADS_1
Tidak terasa acara pengajian syukuran tujuh bulanan telah selesai alhamdulilah berjalan lancar.
Ternyata selama acara berjalan keisya tidak ada dan tidak mengikuti acara tersebut.
"Nduk, keisya ada dimana daritadi ibu ngga lihat"
Tanya orang tua dari andi, mencari cucu perempuan nya.
"Yuk aku antar ke kamar nya bu"
Tari mengantar ibu mertua nya ke kamar anak nya sambil merangkul ibu mertua nya itu dan mengelus-elus perut nya yang sudah terlihat besar. Sampai di depan pintu kamar keisya, tari membuka pintu dan ya, disana kosong tidak terlihat keisya.
"Lho bu, keisya kemana ya dih ini anak bener-bener deh"
Ucap tari dengan nada sedikit panik
"Coba yuk nduk, tanya sama andi"
"Iya iya ayo bu"
"Mas mas andi" Tari memanggil suami nya sedikit berteriak
"Kenapa kenapa?" Andi yang mendengar istrinya memanggil langsung bertanya kepada istri dan ibu nya.
"Keisya, ngga ada di kamar mas"
"Waduh sebentar tak cari dulu"
"Ren ren liat keisya ngga?"
Andi bertanya kepada adik laki-laki nya, rendi.
"Ngga mas"
Tanpa menjelaskan, andi lanjut untuk mencari anak nya itu. Andi pergi ke halaman belakang untuk melihat siapa tahu anak nya ada disana.
"Keisya, keisya kamu dimana nak?" Teriak andi sambil melihat sekeliling halaman belakang.
POV KEISYA:
Ketika acara sudah dimulai, keisya yang tadi nya berada ikut berkumpul di ruang keluarga, keisya melipir untuk pergi dari keramaian keluarga nya.
Setelah berhasil menghindari keluarga nya, keisya pergi ke halaman belakang memilih untuk menyendiri, keisya pergi ditemani boni yang di peluk dalam genggaman nya.
Keisya memilih duduk di bawa pohon dengan wajah yang tidak bersemangat.
"Boni aku sedih, nuna pergi"
"Padahal hari ini harusnya aku bahagia karena usia adikku sudah mulai besar di dalam kandungan ibu"
"Aku mau nanti kita bisa main bersama nuna dan adik aku nanti"
Anak kecil se usia keisya pasti sangat sedih jika di tinggal oleh teman nya apalagi nuna sangat baru ia kenal.
Setelah 6 tahun ia hidup, keisya hanya ingin memiliki teman selain orang tua nya dan keluarga nya tetapi ketika ia sudah menemukan teman malah tidak berlangsung lama.
Sudah ada satu jam keisya duduk di bawah pohon, air mata yang turun dari mata keisya menghujani boni yang berada dalam pangkuan nya.
Terdengar suara andi yang sedang menyebut-nyebut nama nya.
Keisya tidak beranjak sedikit pun dari bawah pohon, keisya tetap duduk dengan wajah yang masih sedih dan penuh air mata.
-Andi Bertemu Keisya-
Melihat seperti ada anak kecil yang duduk di bawah pohon dan memeluk boneka yang sangat ia kenal.
Andi mulai mendekati langkah demi langkah, benar saja disana terlihat keisya yang sedang menangis bersama boni.
"Keisya nak kamu ngapain disini?"
"Ayah, aku sedih, nuna pergi padahal aku baru punya teman baru tapi dia udah pergi"
"Aku mau nanti kalau adik udah lahir aku main sama nuna dan boni juga"
Nuna bercerita sambil mengeluarkan air mata lagi.
__ADS_1
"Yasudah yasudah nanti kita cari nuna ya, sekarang kita ke dalam dulu tu kamu dicari sama mbah uti"
Keisya menurut dan ikut bersama ayah nya untuk masuk ke dalam.