TEMAN KECIL

TEMAN KECIL
pendekatan #2


__ADS_3

"raya besok pulang sekolah aku jemput yah" ucap dika sambil melangkah ke arah motor nya.


dika pun segera melajukan motor nya karena dia juga tidak menunggu jawaban di perbolehkan atau tidak nya oleh raya.


raya pun hanya menatap kepergian dika.


tanpa raya sadari bapa dan ibu nya sudah ada di depan nya.


"assalammu'alaikum" ucap bapa dan ibu bersamaan


raya pun terkejut lalu menjawab


"wa'alaikumsalam"


sambil mencium punggung telapak tangan bapa dan ibu nya. ibu pun bertanya kepada raya


"kakak kenapa ada di sini? tadi ibu liat ada anak muda yang bawa motor dari arah rumah kita. kakak kenal anak muda itu?"


"kenal bu, itu temen kakak kebetulan sepupu nya putri tadi dia yang anter kakak pulang dari rumah putri" jawab raya


mereka berjalan ke dalam rumah bersamaan, sesampai nya di dalam rumah ternyata ada sosok yang sedang menunggu mereka masuk


"ade kenapa kamu nak?" tanya bapa yang melihat tatapan mata anak nya yang tajam ke arah raya


lisa pun menjawab "itu loh pa bu, kakak bawa pacar nya ke rumah"


ibu dan bapa langsung menatap ke arah raya. dan raya pun terkejut saat lisa berkata seperti itu


"bohong pa bu, itu bukan pacar kakak. tadi kan di depan sudah kakak jelasin siapa dia" ucap raya


ibu pun coba bertanya kembali "bener ka itu bukan pacar kamu?" tanya ibu ke raya


"iya bu kaka ga bohong ko, itu bisa-bisa nya ade aja bu". jawab raya


"ya udah kalian tidur sana besok kan harus masuk sekolah" ucap bapa yang dari tadi hanya mendengarkan ke-3 kesayangan nya itu saling bicara


raya dan lisa pun pergi menuju kamar masing-masing untuk segera tidur.

__ADS_1


ke esokan hari nya di sekolah


sesampai nya di sekolah masih sedikit yang baru datang, masih ada waktu 30 menit lagi menuju jam masuk sekolah. raya pun menuju kelas dan dia duduk di kursi nya.


10 menit menuju waktu masuk sekolah, putri pun telah tiba di sekolah dan seger menghampiri raya di kelas nya. karena menuju kelas putri dia harus melewati kelas raya terlebih dahulu


"hai... anak rajin udah di kelas aja nih?" sambil mendekati raya


"hahaha bisa aja kamu put, tadi aku di anter bapa, kebetulan bapa lewat sekolah jadi bareng deh" sahut raya


tiba-tiba putri menggebrakan meja di depan nya dan sambil berdiri raya pun sedikit berteriak


"ya ampun ray, aku lupa belum ngejain PR matematika, aku ke kelas dl yah" yang baru menyadari kalo PR nya belum dikerjakan


raya tertawa melihat tigkah sahabat nya itu yang harus berlari terburu-buru karena PR nya itu "putri-putri seneng banget ngerjain PR di sekolah" gumam raya dalam hati


jam sekolah pun di mulai... murid-murid mulai belajar seperti biasa nya.


sampai waktu istrirahat tiba, seperti biasa raya dan putri istirahat bersama. sambil berjalan menuju arah kantin mereka pun mengobrol, tiba-tiba putri menanyakan tentang raya yang di antar oleh dika


"kemaren kamu ga di turunin di jalan kan sama dika?" tanya putri


"bagus deh klo kayak gitu... klo sampe dia tega turunin kamu di jalan aq pites dia nanti" sambil memperagkan gerakan pites nya


"bisa aja kamu put, dia anter aku sampe rumah ko. dia juga mampir ke rumah sebentar" jujur raya


"ngapain kamu ajak anak itu mampir?" tanya putri sambil tepok jidat


"kasian dia put, jauh-jauh anterin aku masa langsung balilk lagi kasian kan dia capek jadi aku suruh dia mampir dulu ke rumah"


"hati-hati nanti di modusin sama dia ray" ledek putri dengan wajah sok serius


raya hanya tersenyum mendengar ledekan teman nya itu, dengan santai nya dia berkata "ga lah... kita cuma cerita-cerita tentang temen-temen kita ko"


"lagi pula kalo kamu sampe suka di modusin dika, nanti alvin patah hati donk"


wajah raya langsung berubah saat raya berkata seperti itu seakan tidak suka saat dengan perkataan teman nya itu.

__ADS_1


putri pun menyadari kalo raya tidak suka dengan candaan nya itu... putri langsung mengalihkan pembicaraan nya agar tidak membuat hati raya kesal lagi


alvin adalah juara umum untuk kelas 2 di sekolah ini, selain pintar dia pula mempunyai wajah yang tampan selalu di kejar oleh para kaum hawa, tapi tidak pernah dia gubris para kaum hawa itu. dia lebih memilih mendekati raya tapi raya selalu menghindar dari alvin. raya tidak suka dengan kepribadian alvin yang selalu merasa anak paling pintar sehingga membuat raya tidak suka tapi alvin tidak pernah lelah untuk mengejar cinta nya raya


siang hari setelah pulang sekolah


di depan parkiran telah ada sosok dika yang sedang menunggu raya keluar dari kelas.


raya dan putri melangkahkan kaki menuju parkiran, putri yang tidak tau akan kehadiran dika terkejut saat melihat dika sedang ada di parkiran sekolah nya itu.


sampai lah mereka di depan dika dan putri pun langsung menghampiri dika


"ngapain kamu? jemput aku? tanya putri dengan menatap wajah dika


"ngapain aku jemput kamu, kamu kan bawa mobil sendiri" jawab dika sambil tangannya menunjuk ke arah mobil putri


"trus kalo bukan aku kamu mau jemput siapa? tanya kembali


"mmm" ucap dika


sebelum dika menyelesaikan ucapan nya mata dika melirik ke arah raya sambil tersenyum, seolah mengisyaratkan siapa yang hendak dia jemput dan raya hanya bisa terdiam sambil menundukakan wajahnya itu


"Ooo... jadi kalian ga cerita sama aku nih kalo kaliam udah janjian" ucap putri seolah mengerti kediaman mereka itu


"oke aku pulang" sambil berjalan menuju mobil dan segera melajukan mobil nya untuk pulang


dika dan raya tidak bisa menghalangi putri untuk pulang


dengan sedih nya raya berkata "seperti nya putri marah sama aku dika"


"sudah engga usah di pikirin ray... besok juga dia baik lagi ko jadi kamu santai saja" dika tau kalo putri bukan tipe orang yang bisa marah lama-lama


"kamu masih mau diem gitu aja? kalo kamu gitu aja kita kapan pulang nya" ucap dika


raya tersenyum mendengar ucapan dika itu


"ayo sekarang" ajak raya

__ADS_1


mereka pun pergi dari parkiran sekolah untuk pulang ke rumah raya


tanpa di sadari ada sosok laki-laki yang sedang memperhatikan mereka. wajah nya penuh dengan amarah


__ADS_2