
"I Love You"
kata-kata alvin itu langsung membuat raya terdiam dan tersipu malu. alvin hanya memandang wajah raya yang sudah memerah karena kata-kata nya tadi.
setelah beberapa menit raya terdiam dia langsung izin pamit karena sudah sore
"maaf alvin aku harus pulang, karena sudah sore tadi aku izin nya engga lama"
"baik lah, sebentar aku panggil sopir untuk antar kamu pulang yah " ucap alvin
"tidak perlu alvin, aku bisa pulang sendiri" tolak raya secara halus
"baik lah, terima kasih untuk hari ini sudah menemani ku" ucap alvin
akhirnya raya pulang ke rumah tanpa diantar oleh sopir
sesampai nya di rumah saat raya mengambil ponsel nya raya melihat ada pesan dari alvin
📨 alvin : "kalo kamu tidak keberatan besok boleh temani aku lagi?"
📨 raya : "iya, tapi aku tidak bisa lama seperti hari ini"
📨 alvin : "engga apa-apa, aku tunggu besok pulang sekolah"
📨 raya : "oke... jangan lupa makan dan minum obat"
📨 alvin : "iya"
setelah mereka saling berkirim pesan singkat itu, raya masih terngiang-ngiang atas ucapan alvin tadi
"apakah tadi itu nyata alvin berkata seperti itu" gumam raya.
raya berpikir tidak mungkin seorang alvin itu mengungkapkan rasa cinta kepada nya. mungkin alvin sedang iseng kepada nya dan raya pun tidak mau mengingat-ingat kata-kata alvin tadi
↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔
ke esokan hari nya
setelah pulang sekolah raya langsung menuju kediaman alvin sendiri tanpa di temani oleh teman-teman nya alvin. alvin pun sudah menunggu raya dan raya di persilahkan untuk menemui alvin langsung di kamar nya.
sampai di kamar nya alvin, raya melihat keadaan alvin yang lebih baik dari hari kemarin. alvin hanya tersenyum melihat kedatangan raya
"seperti nya kamu sudah lebih baik dari kemarin" ucap raya pada alvin
"hmmm, ini semua karena kamu" jawab alvin
raya hanya menatap ke arah alvin dan berkata
"kenapa karena aku?" tanya raya
"karena kamu sudah mau menemani ku" sambil dengan terseyum melihat ke arah raya yang masih berdiri di depan pintu kamar nya
"kenapa kamu masih di situ? kemarilah"
__ADS_1
raya mengikuti perkataan alvin untuk mendekati nya
"terima kasih kamu mau temani aku lagi hari ini" senyum alvin sambil memegang tangan raya
raya merasakan ada nya getaran-getaran saat tangan alvin memegang tangan raya. "apa yang aku rasakan? kenapa aku jadi tidak menentu seperti ini" gumam raya dalam hati
"raya.... kamu kenapa?" tanya alvin memecahkan lamunan raya
"tiiii - dak" dengan terbata
"raya"
"hhhmmm" jawab singkat raya
" I Love You"
mata raya menatap ke arah alvin. untuk ke-2 kali nya alvin mengatakan hal itu
"aku suka kamu ray, boleh kah kita lebih dari sekedar teman?" raya makin menatap tajam ke arah alvin dan dia tidak bisa berkata apa-apa
"ray... bisa kah kamu jawab aku" tanya alvin yang masih memegang tangan raya
"hmmm... maksud kamu?" tanya raya memberanikan diri untuk memastikan
"aku mau kamu jadi pacar aku" ucap alvin dengan senyum
"apakah kamu mau ray?"
alvin tersenyum bahagia karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan... saat mereka saling memandang tiba-tiba ada suara ketukan pintu
"permisi den ini makan siang dan obat aden" ucap nya
"terima kasih bi"
raya pun mengambil makanan alvin
"kamu makan dulu yah biar makin cepat sembuh nya"
alvin menarik tangan nya raya agar raya lebih dekat dengan nya dan menyimpan makanan nya itu sambil berbisik
"aku akan cepat sembuh kalo aku selalu dekat kamu" ucap alvin
raya hanya tersenyum dan mencubit kecil pipi alvin
"sayang sakit nih cubitan kamu" ucap nya dengan manja
"maaf yah, mana yang sakit" tanya raya
"seharusnya jangan kamu cubit, tapi kayak gini sayang"
cup
dengan secepat kilat alvin mencium bibir raya.
__ADS_1
"alvin" teriak raya
"kenapa kamy teriak sayang?"
"kamu yah main nyosor aja, engga pake permisi dulu" dengah menunjukan wajah yang sedang marah
"jangan marah donk sayang... sini kamu nya dekat aku"
raya pun mendekati alvin, alvin pun mendekati wajah raya lagi dan alvin mengulangi ciuman nya dengan lembut dan mendapat respon dari raya
➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿
beberapa hari berlalu alvin sudah sembuh dan kembali lagi ke sekolah...
hari itu saat pulang sekolah alvin mengajak raya untuk pergi ke rumah nya... untuk berkenalan dengan mama nya kebetulan mama nya hari ini ada di rumah, karena mama alvin sangat lah sibuk jadi alvin sangat bahagia saat mama nya sedang tidak sibuk.
sesampainya di rumah alvin
"ma... mama..." teriak alvin mencari mama nya
"maaf den nyonya tadi sudah pergi lagi" ucap bibi
"terima kasih bi"
sambil berjalan ke arah kamar nya yang di ikuti oleh raya, alvin merasa sedih mendengar kata-kata dari bibi nya itu
"alvin... kamu jangan sedih ada aku di sini" ucap raya menghibur alvin
"iya sayang" sambil alvin memeluk raya sambil menangis.
raya tetap memeluk alvin untuk menenangkan alvin, entah perasaan apa saat itu yang ada pada mereka sampai mereka berciuman dengan penuh gairah anak muda dan tanpa di sadari alvin hampir menjamahi seluruh tubuh raya. saat raya tersadar alvin sedang menjamahi nya tanpa pakaian di tubuh nya.
raya mencoba mendorong alvin dan mengambil seluruh pakain yang sudah ada di lantai dan menuju ke kamar mandi untuk mengenakan nya sambil menangis. alvin pun mengikuti raya dan mencoba memeluk nya
"sayang maafkan aku, aku khilaf" ucap alvin
plak..... plak....
raya tidak bisa berkata apa-apa saat itu hanya tamparan yang bisa dia berikan kepada alvin. alvin hanya terdiam saat raya menamparnya
raya pun segera pergi dari rumah alvin dengan tangisan. saat alvin mengejar nya raya sudah tidak terlihat lagi.
"bodoh sekali aku sampai bisa melakukan itu pada raya" gumam alvin dalam hati
alvin mencoba menghubungi raya namun tetap tidak ada jawaban. akhirnya alvin mengirimkan pesan kepada raya
📨 alvin : "sayang maafkan aku, aku khilaf... aku janji aku ga akan pernah melakukan nya lagi... tolong maafkan aku sayang"
cukup lama balasan pesan yang di terima oleh alvin
📨 raya : "tolong jangan pernah hubungi aku lagi. anggap semua yang pernah terjadi antara kita tidak pernah ada"
raya tidak pernah berpikir kalo alvin tega berbuat seperti itu. dia lebih memilih mengakhiri hubungan nya dari pada mencoba memberi kesempatan lagi pada alvin.
__ADS_1