
Tari dan ibu mertua nya kaget melihat keisya yang muncul dari arah belakang dengan mata yang sembap dan membawa boni di pelukannya.
"Nduk kamu dari mana aja yaampun"
Suara ibu mertua tari terlihat seperti khawatir dan campur rasa rindu yang jarang bertemu cucu nya.
Sudah menemui cucu nya, orang tua andi ngobrol bersama besan nya di depan ruang keluarga.
Satu persatu keluarga mereka sudah mulai pulang ke rumah masing-masing karena acara sudah selesai.
Hari sudah mulai malam, orang tua andi segera pamit pulang bersama rendi, adik andi.
Setelah mereka pulang, ada bu ranti yang memang diminta tari untuk bantu membersihkan dan merapikan rumah untuk hari ini. Setelah semua bersih dan rapih, bu ranti pamit pulang dan tari memberikan uang sebagai tanda terimakasih kepada bu ranti.
***
Keisya sudah tamat dari sekolah TK. Itu tanda nya keisya banyak waktu dirumah bersama tari. Sebelum tari melahirkan ,banyak pesan-pesan yang disampaikan tari supaya keisya bisa menjadi seorang kakak yang baik.
"Nanti kalau adik nya udah lahir, keisya mau nya di panggil mbak atau kakak?"
Tanya tari sambil menemani keisya yang sedang bermain
"Keisya mau dipanggil kakak aja bu" Jawab keisya
Bulan ini adalah bulan kelahiran adik keisya. Keisya sangat bahagia, setiap hari dirinya selalu bertanya "ibu nanti adik nya siapa nama nya?"
"Nanti kita cari bareng-bareng ya" jawab tari menghibur keisya.
Semenjak kepergian nuna, keisya tidak sedih lagi karena hari-hari nya sudah dipenuhi bersama ibu nya. Kemana tari pergi, keisya selalu ikut.
Jakarta, Minggu 13 Mei 2012
Suara bayi terdengar dari ruang bersalin, adik keisya sudah lahir. Andi memasuki ruang persalinan dan mengumandangkan adzan untuk anak ke dua nya.
Andi memanggil keisya yang sedang menunggu diluar bersama tika untuk masuk dan melihat adik nya sebentar
"Keisya, sini lihat adik nya yuk"
Keisya masuk dan melihat ibu nya yang sedang menggendok sambil terbaring di atas kasur rumah sakit
"Yeayy keisya punya adikkk, laki-laki atau perempuan bu?"
"Perempuan nak"
"Siapa ya Bu nama yang bagus?"
"Ibu belum kepikiran nih, nanti yak"
Keisya tidak bisa berlama-lama di dalam ruangan persalinan karena umur nya masih di bawah 12 tahun. Keisya di ajak keluar lagi oleh andi, dan sekarang gantian tika yang masuk ke dalam ruangan sedangkan andi menunggu di luar.
Suara telepon yang masuk dari ibu mertua andi, ibu nya tari.
"Assalamu'alaikum, Nang gimana? Tari udah melahirkan?"
"Waalaikumusslam Alhamdulillah sudah bu, perempuan lagi anak kami"
"Alhamdulillah, yasudah nanti bapak sama ibu nyusul kesana sekalian bawa makanan"
"Nggih bu"
Suara telepon berakhir .
Saat nya andi memberi kabar gembira ini kepada orang tua nya. Andi menelpon rendi terlebih dahulu, karena ibu dan bapak nya sangat jarang melihat hp.
"Assalamualaikum mas, gimana mas mba tari udah melahirkan?"
__ADS_1
"Waalaikumusslam, Alhamdulillah udah ren"
"Alhamdulillah"
"Bu, pak, mba tari udah melahirkan"
"Alhamdulillah "
Rendi yang langsung memberikan informasi kepada orang tua nya, seperti nya rendi sedang berada dekat dengan kedua orang tua nya jadi suara mereka mengucap rasa syukur nya terdengar.
"Sini ibu mau ngomong" suara ibu andi yang terdengar
"Perempuan apa laki-laki nang?"
"Perempuan bu"
"Wis rapopo seng penting sehat yo nang"
"Nggih bu"
"Besok ibu kesana ya bareng-bareng sama rendi sama bapak"
"Iya bu"
"Aku urus tari dulu ya bu"
Setelah telepon berakhir, andi terlihat sibuk untuk mempersiapkan ingin mengubur ari-ari anak kedua nya itu.
Tari ditemani tika dan anak sulung nya lalu andi pergi izin membeli kendi kecil dan pamit ke rumah sekalian mencuci ari ari serta mengubur nya.
1 jam berlalu, Tari sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Terdengar suara orang tua tari datang membawa nasi kotak untuk anak dan cucu nya.
"Assalamualaikum" suara mbah putri yang terdengar pelan mengucapkan salam
"Waalaikumusslam" ucap tari, tika dan keisya.
(Tik, mbak mu udah punya anak dua, kamu kapan nikah nya?"
Ucap mbah putri meledek anak bungsu nya sambil menggendong bayi di tangan nya.
"Andi lagi ngubur ari-ari di rumah, dibantu bapak, nanti bapak kesini nyusul bareng andi" Ucap mbah putri menjelaskan
"Iya bu"
"Udah ibu masakin juga dia, pasti lapar dari semalam disini"
Keisya berada di dalam ruang bersalin, setelah ibu datang, tika membawa keisya untuk keluar karena tidak ada perawat yang tahu jadi keisya tadi bisa masuk ruang rawat inap.
***
2 hari menginap di rumah sakit akhirnya tari bisa pulang bersama bayi nya.
Tari memasuki rumah sambil menggendong bayi.
Terlihat kamar yang sudah rapih dibereskan oleh bu ranti.
Untuk sementara sampai beberapa bulan ke depan, adik keisya tidur bersama ayah dan ibu nya dulu nanti kalau sudah mulai menuju 1 tahun baru tidur bersama keisya.
"Ibu punya nama bagus kak"
"Siapa bu?"
"Anindita Ashila"
"Iya bu bagus nanti panggil nya nindi aja ya bu" Ucap keisya dengan gembira
__ADS_1
Keisya sangat bahagia melihat adik perempuan nya yang sangat cantik. Memiliki mata yang sipit seperti andi dan pipi yang chubby.
Selama nindi lahir, keisya lebih sering bersama tika lagi. Karena keisya sudah tamat dari sekolah TK dan belum masuk ke sekolah dasar jadi kalau siang hari ketika tika pergi ke kantor, keisya di rumah bersama ibu nya dan sore hari tika pergi ke rumah tari untuk mengurus keisya seperti memberi makan dan memandikan serta mengajak bermain.
"Keisya, kalau siang kan ibu tidur sama adek, kalau kesepian keisya ke rumah mbah aja" Ucap tika memberikan saran di depan tari
"Ibu kan juga suka ke ruko tik ngurusin rumah makan, disana lebih sepi lagi" Ucap tari
"Gapapa tante, aku disini aja" Ucap keisya
"Kan di rumah ada mbah kung mbak, nemenin mbah kung juga maksud ku" Ucap tika membujuk tari dan keisya
"Owh iya deh temenin mbah kung ya kak, mau ngga kalau siang di rumah mbah?"
"Owh iya ada mbah kung, iya deh kakak mau"
"Yaudah, besok pagi sebelum Tante berangkat kerja nanti tante jemput yak, bawa baju sekalian untuk mandi sore jadi sore nya nanti tante anterin kakak dalam keadaan udah mandi" Ucap tika menjelaskan
"Oke tante"
***
Pagi ini tari menjelaskan kepada andi terkait anak sulung nya yang ingin di bawa ke rumah mbah lagi.
"Mas, keisya kalau siang biar di rumah ibu aja yak, kasian kalau di rumah kan aku suka tidur, disana biar nemenin mbah kung"
"Owh iya bu, mbah kung udah pensiun juga kasian sendirian di rumah biar ada teman nya. Mau aku anter apa di jemput tika bu?"
"Owh iya kamu anter aja sekalian deh mas"
"Yaudah"
"Sementara ya mas sampai keisya masuk ke sekolah dasar, biar dia ga kesepian aja aku takut keisya kayak dulu lagi"
"Iya bu"
Setelah selesai berbincang, tari menyiapkan sarapan untuk andi dan membangunkan keisya. Sementara nindi ia biarkan tidur karena nanti rencana nya ia akan membawa nindi berjemur di halaman rumah.
"Keisya, mandi yuk terus sarapan habis itu ke rumah mbah di antar ayah"
"Iya bu" Jawab keisya yang masih mengantuk.
Selesai sudah keisya mandi dan sarapan, andi bergegas pamit kepada tari dan mengantar keisya ke rumah mertua nya.
Sesampai nya di rumah mertua nya, disana terlihat ada mbah kung dan mbah uti di teras rumah yang sedang duduk santai dan menghidangkan 2 gelas teh hangat.
"Assalamualaikum mbah kung mbah uti" Ucap keisya kepada mbah nya
"Waalaikumusslam putu ku seng ayu dewe" Ucap mbah kung menyambut cucu nya
"Eh kakak, baru mau tante jemput" Tika yang muncul dari balik pintu
"Tik, ngga usah di jemput biar mas anter aja, kamu nganter nya sore aja" Ucap andi
"Owh iya mas"
"Pak bu titip keisya yak, sementara biar disini dulu sampai nanti masuk sekolah dasar"
"Iya nang ngga papa, yaudah kamu hati hati kerja nya" Ucap mbah uti
"Iya bu, yaudah aku pamit pak bu, tik titip keisya ya"
"Iya mas"
"Dadahhh ayah"
__ADS_1
Andi melambaikan tangan nya lalu mobil nya pergi meninggalkan halaman rumah ibu mertua nya.