
pandangan alvin tetap pada ke-2 orang itu, yang di benaknya hanya berfikir siapa laki-laki yang pergi dengan raya? tidak mungkin siswa yang di sekolah ini, mereka semua sudah tau kalo alvin itu sedang mengejar raya.
alvin selalu mencoba mengejar raya, untuk bisa mengantar raya pulang tapi raya tidak pernah mengubris ajakan alvin. raya lebih memilih untuk pulang naik angkutan umum dari pada pulang dengan alvin. pada saat pulang sekolah raya selalu keluar kelas terlebih dahulu agar dia dapat menghindar dari alvin
------------^^^^^^^^^^^^^^^^^^^----------
sampailah di depan rumah raya
"makasih sudah mengantar aku pulang" sambil melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah. hari ini dika tidak mampir ke rumah raya, khawatir raya tidak nyaman atas tingkah nya dika. dika melajukan motor nya ke arah rumah putri
di kediaman putri
saat dika sampai di rumah putri, dika melihat putri baru turun dari mobil nya segera dia memarkirkan motornya.
dika berlari ke arah putri untuk menyamakan langkah kaki nya dengan putri. putri hanya melirik dika dan berkata "udah nganter nya?"
dika hanya tersenyum malu
"dasar playboy ga bisa liat cewe dikit" ucap putri sambil tertawa
"aku ini masih normal put, masa ga boleh usaha dikit sih?"
"dika tolong jangan ganggu dia, aku ga mau dia sakit hati gara-gara kamu" dika hanya bisa menatap tajam ke arah putri
"maksud kamu apa sih put? ko kamu ngomong nya gitu?" tanya dika dengan masih menatap nya
sambil duduk di ruang tamu putri pun berkata "dika, aku tau kamu dan aku juga tau raya, aku hafal sekali seperti apa sifat kalian masing-masing"
"trus kalo kamu tau seperti apa kita ini kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya dika
"dika sepupu ku yang ganteng ini tolong dengerin sepupu kamu yang sangat pengertian ini bicara"
dika pun hanya menganggukan kepala seolah mengatakan setuju dengan permintaan putri
__ADS_1
"pertama yang mau aku tanya kenapa kamu deketin raya" dika pun tersenyum dan menjawab "aku suka sama dia"
"dika sayang setau dan seingat aku, bukan nya sekarang ini kamu sedang dekat sama temen sekolah kamu yang nama nya santi" dika pun menghela nafas panjang saat mendengar kata-kata putri tadi.
"aku tidak ada hubungan apa-apa sama santi put, yah emang aku sama dia dekat tapi kita beneran ga ada hubungan sama sekali" bantah dika dengan kesal
santi adalah orang yang sedang dekat dengan dika dan sampai saat ini tidak ada hubungan apa-apa antara mereka, semua nya hanya pertemanan saja. tetapi santi menganggap kedekatan mereka itu lain, siapa yang tidak mau dekat dengan laki-laki yang paling populer di sekolah nya itu. santi selalu mengaku kalo dika adalah pacar nya
"tapi yang aku dengan dia itu selalu bilang kalo kalian itu berpacaran" ujar putri
"tidak sama skali put" dengan nada tinggi
"jangan marah sama aku donk dika" ucap putri
"habis kamu itu enggak percaya banget sih kalo aku engga ada hubungan apa-apa sama santi" dengan wajah yang masih kesal
"oke oke aku percaya aja deh" dika pun tersenyum mendengar nya
dika tidak sadar kalo putri menyudahi perdebatan ini karena tidak mau dika marah-marah bukan karena 100% percaya dengan kata-kata dika. gimana putri mau percaya sama dika, yah susah banget kalo udah dapet cap playboy itu bisa di lihat di ponsel nya semua telpon dan chating yang masuk ke ponsel nya semua nama-nama perempuan saja. kalo temen laki-laki nya yah paling sahabat-sahabat nya aja.
ucap dika berharap
"apa yang perlu aku kasih tau ke kamu dika, bukan nya kamu udah 2x jalan sama dia" jawab putri
"yah put, itu mah cuma nganter doank masa aku bisa cepet tau semua tentang dia" putri tertawa mendengar pernyataan dika
di tempat berbeda, raya masih memikirkan putri dia khawatir kalo putri marah karena raya tidak cerita kalo dika akan jemput oleh dika.
diambilnya ponsel di dalam tas nya itu, raya berniat untuk mencoba menghubungi putri langsung , tapi di urungkan dia hanya terdiam... setelah beberapa menit akhirnya raya memutuskan untuk mengirimkan pesan ke putri
ddrrtt.... ddrrtt.... ddrrtt.... ddrrtt....
📨 : put, aku mau minta maaf kalo aku ga cerita sama kamu
📨 : jangan marah yah... kamu kan sahabat aku yang paling baik
__ADS_1
raya terus menunggu balasan dari putri, raya berpikir kalo putri marah sehingga tidak membalas pesan yang dia kirimkan.
sedangkan di rumah nya putri lagi asik mengoda dika, karena baru pertama kali dika seperti ini ke putri. sampai dia tidak menyadari akan ada nya pesan dari raya
"dika coba kamu usaha sendiri yah untuk dekati raya, aku ga mau ikut campur urusan kalian... biarkan mengalir gitu aja tanpa ada campur tangan aku" ucap putri
"tapi kan put kamu temen nya masa kamu ga mau bantu sepupu mu ini" bujuk dika
"engga dika... aku ga mau. semua nya tergantung dari usaha kamu" jelas putri
dengan muka yang memelas dika berkata "jadi tidak ada yang bisa kamu bantu untuk aku put" putri pun tersenyum dengan menggelengkan kepala nya
"untuk no telpon juga kamu ga bisa bantu" putri terkaget mendengar nya
"kamu engga punya no telpon nya?" tanya putri dengan curiga
"engga" hahahahaha putri pun tertawa mendengar jawaban dika
putri tidak bisa menyembunyikan tawa nya itu karena dia merasa kalo dika itu sangat lucu, sudah 2x antar pulang tapi engga punya no telpon nya
"kenapa kamu tertawa, kamu senang yah aku sampai penasaran seperti ini" ucap dika yang merasa bingung
"dika dika... kamu ini cowo macam apa sih?" ucap putri masih dengan tertawa
"maksud mu apa yah aku ga ngerti" tanya dika
"kamu sudah 2x antar pulang raya masa kamu ga bisa minta no telpon nya" masih dengan tertawa
"sebenernya bukan aku ga bisa minta no telpon nya, tapi aku lupa minta telpon nya" ucap dika sambil menundukan kepala seolah menujukan rasa malu nya itu
"oooh aku kira memang raya yang engga mau ngasih no nya takut di ganggu sama kamu" ledek putri
sambil mencoba mengeluarkan Ponsel di dalam tas nya. ternyata ada pesan dari raya
yang belum di baca nya.
__ADS_1
putri hanya tersenyum membaca pesan dari raya, karena sebenarnya putri engga merasa marah sama sekali dengan raya