
raki datang dengan beberapa makanan serta minuman ditangannya.
ketika mereka sedang hikmat menyantap makanan,raki memecahkan keheningan.
"yuan.. nanti kamu pulang sendiri gak apa apa?"
"hlo? kenapa aku pulang sendiri?" jawab yuan bingung lalu menghentikan aktivitasnya untuk menatap raki intens.
"sehabis pulang nanti aku ada kerkom dirumahku bareng krystal,wooseok,junho"
"terus?"
"krystal sama junho gabawa kendaraan jadinya krystal numpang ke aku"
"ya teruss?"
"kerkomnya dirumahku hlo sayang,jadinya aku pulang sama krystal.. gapapa kan?"
'jadi Lo nyuruh gue balik sendiri buat boncengan sama cewek lain,bagooss'-hati yuan mendidih.
"okey.. gak apa apa"
"makasih yaaa..."
"yaudah aku duluan,mau ke toilet dulu.. tolong beresin ya ki" yuan berlalu begitu saja melewati raki tanpa menunggu jawaban darinya.
'jadi laki laki kok gak peka banget sih ih sebel,biarin lah ah bodo amat'- sepanjang jalan ke toilet yuan misuh misuh sendiri.
-BEL PULANG-
"bener gak apa apa kan?" tanya raki lagi seraya memastikan.
"iya jeon raki Jiranorraphat!"
"kok kamu ngegas?"
"siapa yg ngegas ih anjr aku gak kentut ya!"
"hehe,terus kamu balik sama siapa?"
"sama papah nanti jemput di halte Deket sekolah"
"oh okey..aku duluan ya mau ke perpus,gaenak udah ditungguin"
"sana hus hus" yuan yg sibuk merapihkan bukunya mengusir raki.
yuan berjalan sendiri dikoridor sekolah,beberapa meter dibelakang Yuan ada yohan yg mengikuti dan menatap punggung yuan.
'begini aja rasanya gue seneng banget' batin yohan.
yuan yg merasa seperti di buntuti seseorang tibatiba menghentikan langkahnya lalu berbalik,tapi dia gak nemuin siapapun yg ngekorin dia.
Ya,yohan bersembunyi dibalik tiang depan kelas.
yuan terus berjalan sampai halte deket sekolah buat nunggu papahnya.
yuan memasang aerphone lalu play lagu kesukaan nya.. ia memejamkan matanya meresapi setiap bait lagu yg memutar indah.
yuan tidak tau bahwa yohan yg sedang duduk diatas motornya sekarang tepat berada didepannya.. sedang memandangnya.
yohan turun dari motornya untuk menghampiri yuan,yohan duduk disebelah yuan membuat gadis cantik yg sedari tadi asik mendengarkan musik membelalakan matanya,ia terkejud karena mendapati yohan yg sekarang mendekatkan wajahnya seraya ingin mendengar apa yg yuan dengar.
"yo-yohan"
"hemm 😊 kamu lagi denger apa?" jarak wajah yohan dan yuan sangat dekat,itu membuat yuan merasa gugup.
"eh.. lagi denger lagu" yuan menundukkan pandangannya malu.
"gak pulang? mau aku anter?"
"ah gak usah,nanti dijemput papah"
"hemm.. okey☺️"
hening..
"hann" yuan memanggil yohan namun pandangannya masih kebawah sambil memainkan ujung kukunya.
"hemm?" yohan menoleh.
"sasil na joahaneun saram isseo (sebenarnya aku suka seseorang)" yuan mulai menatap manik mata yohan.
"algo isseosseo (aku sudah tau)" jawab yohan dengan senyum diujung kalimatnya tanpa menatap yuan.
"a~ algo isseotguna (oh kamu sudah tau ya)" yuan kembali lagi menundukkan pandangannya.
"nunchi chaesseosseo (aku sudah menyadarinya)" yohan menatap yuan kembali.
"mianhae ,cheoumbuteo malhal geol (maaf,seharusnya aku bilang dari awal)" mereka saling bertatapan.
yohan tersenyum "aniya! gwaechanha! ihae hae!" sambil mengusap kepala yuan dengan lembut .
"gomawo yohan-shi" yuan pun ikut tersenyum.
yuan lega,karena sudah memberi tahu yohan tentang apa yg ia rasakan. ia tak perlu lagi menghindari yohan yg terus berusaha mendekatinya.. se-engganya yohan tau posisinya jadi yuan tak perlu takut di cap sebagai wanita pemberi harapan palsu.
TIN..
TIINNN..
Papa yuan datang..
"geogiseo geuneun nae abeojiege onda..
joha, joheun chingugadoeja? (itu dia ayah ku sudah datang.
baiklah,mari kita berteman baik? ) " yuan mengulurkan tangannya pada yohan.
"dangsingwa chingugadoeeoseo bangawoyo (senang berteman dengan mu)" yohan menerima uluran tangan yuan dengan senyuman .
"annyeong yohan-shi, naeil haggyoeseo boja (dah yohan, sampai bertemu disekolah besok)" yuan berlari kearah mobil papanya sambil dadah dadah ke yohan.. yohan juga dadah ke yuan..
sampai dalam mobil papa guan langsung natap anaknya sinis.
"siapa tuh? gebetan ya?" tanya papa guan kepo.
"bukan ih, temen itu" pipi yuan merah .
"huh bohong.. tuh pipinya merahh"
"ih papah mah!" yuan mukul lengan papanya.
"kerumah bunda dulu ya? papah mau anter buahan buat bunda"
"hlo? sebanyak ini? ini apaan lagi segala ada rujak" tanya yuan yg bingung melihat kursi belakang mobil penuh dengan buahan.
__ADS_1
"buat bunda rami lah,lagi hamil dia tuh"
"haaahhhh??? papah ngehamilin bunda?"
"anjr anak kurang ajar,engga ya bukan papah ih" bobrok emang bapah guanlin ini kalau ngumpatin anaknya.
"kalau aku anak kurang ajar berarti papah,papah kurang aja dong? heungg.." yuan menatap sinis balik papanya.
"iyaiya papa salah,papa minta maaf yah cantik heheee"
"yaudah kalau mau dimaafin beliin aku hoodie baru"
"sih najong" papanya masang muka sebal.
"hahahaha becanda paa".
begitulah percakapan mereka sepanjang perjalanan kerumah rami.
sisi lain raki dan teman temannya sudah ada diruang keluarga raki buat kerkom,mereka lagi belajar hingga tiba tiba suara bel rumah berbunyi.
TING TONG..
TING TONG...
Raki membuka pintu dan mendapati punggung sosok laki laki yg sedang berdiri dihadapannya.
lalu laki laki itu berbalik menghadap raki.
"om taehyung" raki bengong melihat taehyung yg sudah berdiri didepan pintu rumahnya ini, karena maminya sama sekali belum memberi tahu siapapun bahwa dia pindah rumah ini selalin yuan,papa yuan,nenek raki,kakek raki dan om nya hangyul.
"hai.. mamimu ada?"
"masuk dulu om" raki dengan canggung menyuruh tae masuk.
sampai didalam raki ada sedikit teriak "MIH ADA TAMUUUU"
tanpa jawaban mami raki langsung turun dari kamarnya menuju ruang tamu.
"kak tae?"
tae berjalan lalu memeluk rami "kenapa gak bilang kalau pindah kesini?"
"ahh.. maaf belum sempat.."
tae melepaskan pelukannya "kabar kamu baik?"
"baik kak,kakak tau darimana aku tinggal disini?"
"apa yg aku gak tau?" jawab tae enteng.
"ahh.. stalker"
"hahahha bisa aja"
"duduk yuk"
kebetulan ruang tamu sama ruang keluarga tempat raki belajar itu berhadapan ,jadi mereka bisa saling lihat .
"aku ambil minum dlu ya kak"
"okey"
tae terus memandang krystal,tae seperti melihat sosok seseorang dalam diri krystal.
krystal mengingat sesuatu dan membuka foto yg ada didalam dompetnya tersebut,foto yg diambilnya dari buku diary ibunya.
'benar dia orangnya' batin krystal sambil menatap kembali wajah taehyung bergantian dengan foto yg dipegang krystal.
"krys? heh bengong aja sih" sontak krystal tersentak mendengar teguran raki
"sorry sorry gak fokus"
wooseok memperhatikan foto keluarga di dinding "anjr ki,lo cucunya Ghasina J? yg punya brand GECCI?" wooseok baru sadar setelah mengamati foto keluarga disana.
"iya" jawab raki singkat.
"berarti lo anaknya jeon jungkook member boygrup lagendaris itu? bangtan? bts?" kata junho tak sabar.
"iyaaa.. kenapa si lo pada tertarik sama silsilah keluarga gue? udah ayo belajar"
'jadi laki laki yg datang tadi adalah kim taehyung,dan karena papinya raki adalah jeon jungkook atau kookie maka maminya raki adalah Ramida J?' krystal terus menyambung nyambungkan tentang teka teki masalalu ibunya yg terlintas dan kebetulan menemukan titik terangnya disini.
"woaahh lo lebih kaya dari yohan ternyata" junho menganga.
¶¶
"kakak sendirian aja? gak ajak yg lain?" tanya rami ke tae
"engga,mereka gada yg tau"
"ohh.. okey"
ceklekk...
suara pintu terbuka..
"BUNDAAAAAAAA" yuan berhamburan memeluk mami rami. semua melihat kearah suara.. sampe yg lagi belajar juga memandang kearah yuan.
"loh yuan kok panggil nyokap lu bunda?"
"hlo itu bokap Yuan juga ada disini"
"bokap yuan sama nyokap lu ada hubungan ki?" begitulah asumsi anak anak yg lagi belajar.. si raki cuma senyum doang soalnya lagi bucin sama si yuan .
"hlo kamu disini" rami membalas pelukan yuan.
taehyung menatap rami bingung "bunda?"
galama guanlin datang bawa banyak makanan "raa.. gue bawain lo banyak buah sama makanan lain---nya.. eh tae"
"ah sini gue bawa ke dapur, Yuan bantuin bunda yah bawa itu" rami langsung berjalan kearah dapur bareng yuan sambil nenteng makanan yg dibawa guanlin tadi.
"bingung ya lo?" tanya guanlin ke taehyung .
"lo sama rami?" tae masih membulatkan matanya.
"gada,gada apa apa kok" guanlin cengengesan.
"terus tadi itu anak lo?"
"iya anak gue"
"manggil rami bunda?"
__ADS_1
"iyah,dia anggap rami bundanya.. karena sosok wanita yg seharusnya dia panggil bunda udah gak ada,istri gue meninggal waktu ngelahirin anak gue tae" guanlin tersenyum miris.
"rami berjasa buat gue juga yuan anak gue,lo tau kan dulu keadaan kantor gue gimana?" lanjut guanlin.
taehyung sekarang udah banyak berubah,dia lebih banyak mendengarkan dibanding beropini yg negative..
"jadi intinya lo berdua cuma sahabatan? sekarang rami lagi ngandung anak jungkook? dan waktu jungkook liat kalian didepan rumah sakit kandungan itu karena lo nganter rami cek? bayi yg dikandungan rami itu anak jungkook bukan anak lo kan?" taehyung melontarkan beberapa pertanyaan.
"hooh Tae"
"emang ya tuh si jungkook otaknya ditaro dimana sih? masa berasumsi kalau kalian nikah dan sekarang rami lagi ngandung anak lo.."
"serius?"
"iya lin.."
ini udah pukul 19.00 .. taehyung,guanlin sama yuan mah udah pulang dari tadi sore.
sekarang ini krystal dan teman temannya pamit mau pulang,raki jiga mau anter krystal pulang disuru maminya,karena kasian sudah malam.
wooseok sama junho udah jalan balik duluan pake motornya wooseok.
krystal yg masih didepan pintu berdua mami raki nunggu raki ambil kunci mobil ..
"tante.."
"iyah krys?"
"tante kenal deket om taehyung?"
"heoh? kenapa nanya gitu krys?"
"gapapa kok aku cuma tanya aja"
"iyah Deket banget"
"berarti tante kenal bundaku dong yah?"
"hem? memang nama bundamu siapa sayang?" rami mengusap surai krystal.
"nama bundaku-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-ROSE"
TBC
__ADS_1