
-YUAN PROV-
setelah kita selesai makan,kita keluar mall mengantar bunda untuk ketemu dengan papinya raki..
papi raki udah stay diseberang jalan sambil ngelambay tangannya ke kita,atau lebih tepatnya ke bunda sama raki.
bunda balas lambaian tangan laki laki diseberang sana itu,aku lihat expresi wajah papah yg mulai menghilangkan senyumannya.
aku tau banget gimana perasaan papah sekarang,aku pengen peluk papah erat erat rasanya,kenapa papah gak jatuh cinta sama wanita lain aja? kenapa harus bunda? aku gak tega liat papah.
"lin.. aku titip raki yah?" tibatiba bunda natap papah bilang mau nitipin raki.
"iyah 😊" seperti biasa,papah cuma bisa ngiyain dengan senyuman konyolnya itu,iya konyol.. hatinya sakit tapi masih berusaha senyum.
"yuan,bunda tinggal yah nak.. bang,awas jangan ngerepotin om guan!" bunda mengelus kepala kita bergantian.
kita kita cuma bisa ngangguk aja.
bunda berjalan untuk menyebrang jalan menghampiri papinya raki.
tiba tiba..
"RAMII AWAAAAASSSSSS"
bruuugghhttttt
"aaaahhhhhhhh"
"MAMIIIIIIIIII !!!!"
"RAAAAAAA...."
"appaa.... 😦" aku refleks menutup wajah dengan kedua tanganku ..
aku syok..
tubuhku melemas..
Aku lihat raki dan om jungkook berlari menghampiri bunda yg tadi didorong papah untuk menghindari mobil.
tapi tidak dari mereka menghampiri papah yg rela mengorbankan dirinya tertabrak mobil untuk menyelamatkan bunda..
aku berjalan gontai menghampiri papah yg sudah berlumur darah..
papah terpental cukup jauh..
aku angkat tubuh papah,aku memeluk erat tubuh lemasnya.
dan papah sudah gak sadarkan diri..
"appa... ireona 😠hiks hiks ireonaaðŸ˜
(pa,bangun..hiks hiks bangun)" dadaku mulai sesak.
tangisanku pecah,aku takut.
orang orang disekitar mulai ramai melihat keadaan papah.
"abeojireul dowajuseyo. .a-abeojireul byeongwoneulo delyeogajuseyo ..ðŸ˜ðŸ˜gugeubchareul bulleojuseyo
(tolong ayahku,aku mohon tolong bawa ayahku kerumah sakit..tolong panggilkan ambulance)" aku berkata dengan terbata bata.
"joha, jeonhwa halge .. jinjeonghae
(baiklah,akan ku panggilkan.. tenangkan dirimu nak)" ucap salah satu pengunjung mall padaku.
aku lihat dari kejauhan bunda raki dan om jungkook sudah tidak terlihat,mungkin bunda sudah dibawa lebih dulu kerumah sakit.
tapi kenapa mereka tidak mengingat bahwa disini ada papahku yg terluka dan butuh pertolongan?
__ADS_1
aku sedikit kecewa. ah tidak,aku sangat kecewa..
tidak lama ambulance datang dan membawa papah untuk kerumah sakit dengan aku yg masih setia memeluk papah.
sesampainya dirumah sakit,papah dapat perawatan intens.
dokter bilang benturan keras dikepala papa yg paling parah..untunglah jantung papah masih berdetak.
beliau hingga kini belum sadarkan diri dari komanya.
aku yg masih menggenggam erat tangan papah hingga kini menatapnya tidak percaya.
orang orang yg papah dan aku sayangi bahkan kasihi sama sekali tidak memperdulikan kami.
ntah ini hanya perasaanku saja atau memang kenyataannya begitu.
"hiks hiks ðŸ˜ðŸ˜"
"nal naebeolyeo duji ma.. ðŸ˜ðŸ˜
(jangan tinggalkan aku sendiri,aku mohon ðŸ˜)"
"appa .. nal naebeolyeo duji maraa .. naneun-iraneul dulyeowoðŸ˜ðŸ˜
(pah.. jangan pergi meninggalkanku sendiri.. aku takut sendiran ðŸ˜ðŸ˜)"
aku keluar ruangan papah.
aku duduk dikursi tunggu tepat didepan ruang rawat papah.
dari sekian banyak hari hari yg ku lalui,aku paling benci dengan hari ini.
seketika terdengar suara dan kata kata raki tadi di mall yg bilang "hati hati hlo kamu nangis habis ini" apakah ini sebuah doa darinya?
drrrttt..
ddrrtttt...
ponsel papah yg berada di saku celanaku tiba tiba berdering.
disana tertera nama sang pemanggil..
Siwon hyung is a calling...
"halo om "
"yuan? kok kamu yg angkat? papa mana?"
"hiks hiksðŸ˜ðŸ˜"
"hlo?? kenapa nangis? ada apa?"
"papa hiks😠papa kecelakaan omðŸ˜"
"astaga.. dirumah sakit mana? om baru sampai di Korea,om susul kamu kesana"
"aku dirumah sakit univ produce om hiks ðŸ˜"
"tunggu ya nak.. om kesana bareng anak om.. kamu yg sabar yg tenang yah.. tunggu om"
"iya om"
flipp..
__ADS_1
telponpun terputus..
1Jam kemudian..
om siwon datang bareng anak laki lakinya,aku sedikit familiar dengan cara laki laki itu berjalan.
"yuan?" anak laki laki itu menyapaku. kaget bukan main,tenyata anak dari om siwon adalah seorang laki laki yg sempat menyukai ku.
kim yohan..
"y-yoo..h-han?"
om siwon hanya menatap kami bergantian,yohan melihat sisi kelamku sekarang.
aku yg berantakan,aku yg putus asa ,aku yg ketakutan dan aku yg kecewa.
yohan berjalan menghampiriku lalu memberiku pelukan hangat.
aneh,ini menenangkan hatiku.
meski sekarang aku tak bisa membendung rasa sedih amarah dan kecewaku disana,didalam pelukannya aku terisak.
aku menumpahkan semua air mataku didekapannya,entah mengapa pelukan ini seperti berkata "menangislah sampai hatimu lega"
"haahh hiks 😠hiks ðŸ˜"
kim yohan..Sosok laki laki ini tidak pernah berubah sedikitpun.
dia masih sosok kim yohan yg perhatian dan perduli padaku..
lalu kemana laki lakiku?
jeon raki,ya dia laki lakiku yg sampai detik ini tidak mencari keberadaanku dan sosok berharga bagiku yg sekarang sedang terbaring tak berdaya.
apa kami tidak berharga juga baginya?
bahkan yohan sosok laki laki yg ku tolak demi laki laki yg bernama jeon raki pun mampu menghangatkanku .
kekecewaan ku sungguh sangat besar kali ini,tak akan pernah ku lupakan hari buruk ini sampai kapanpun.
aku benci siapapun yg mengabaikan kami saat ini..
apa aku salah?
aku rasa tidak..
siapapun yg merasa terbuang akan terluka hatinya .
apa aku egois?
lalu bagaimana dengan mereka yg meninggalkan orang yg berharga bagiku ditepi jalan dengan luka yg serius seperti acuh?
saat ini yg ku tahu hanya om siwon dan yohan yg berada disisi kami.
yg mengusap punggungku..
yg memeluk erat ragaku ..
yg bertutur kata lembut seraya memberiku kekuatan,dan
yg memperhatikan ku bak keluargaku sendiri.
untuk saat ini,aku membenci dirimu jeon raki..!!
TBC
__ADS_1