Teman Rahasia | BTS

Teman Rahasia | BTS
5.7


__ADS_3

ini sudah 3 jam berlalu setelah kepulangan jihoon dari rumah rami. Mereka masih duduk disana tanpa bergerak memikirkan surat wasiat yg diberikan guanlin.


"jadi gimana keputusan kalian?" tanya mami rami pada yuan dan raki.


"aku bingung gimana caranya aku bisa urus semua bisnis om guanlin mih" raki memijat keningnya.


"soal itu gampang,yg mami tanya itu gimana soal pernikahannya?" sahut papi jungkook.


"aku mau lah pih nikahin yuan,aku siap banget malah.." jawab raki.


"kalau siap kenapa mesti pusingin urusan perusahaan? kamu harusnya berusaha lah bang!" -mami raki.


yuan menggaruk keningnya yg tak gatal lalu angkat bicara "kalau kamu belum siap ya gapapa, kita juga masih sekolah.. mesti lulus dulu kan?"


"engga, ini harus di segerakan yuan.. kasihan papa kamu" tolak mami rami.


"tapi bun-"


"gak ada tapi tapi,bulan depan kalian harus nikah.. soal sekolah biar bunda sama papi yg urus.. setelah kalian nikah,bunda akan minta tolong om hangyul buat ajarin raki soal bisnis perusahaan! raki ikut om hangyul ke LA dan yuan tinggal disini sama bunda!" jelas rami.


"loh bun,kok abang jadi dipisahin sama yuan?" raki merengek.


"ini demi kebaikan semuanya bang,kamu akan tinggal disana sementara selama dalam pembelajaran bareng om hangyul"


"ada benernya juga bang yg mami bilang.. ini bisnis keluarga,gak main main.. bisnis yg om guan bangun susah payah.. jangan hancurin kerja keras orang dengan rengekan kamu itu.."-timpal papi jungkook.


"gimana nak?" tanya mami rami ke yuan.


"yuan ikut aja bun..-"


"-bunda bener ki.. berusaha yah? semangat! demi aku,demi papa dan demi keluarga kamu juga" pinta yuan ke raki.


raki menatap nanar yuan dan menggenggam tangan yuan dengan sebuah senyuman dan anggukan "hemm.. aku akan berusaha".



"ra.." panggil jungkook .


"heung??"


"aku baru tau guanlin sekaya itu" tutur kata jungkook sukses membuat rami yg sedang tiduran beringsut duduk ditepi ranjang.


"sama..pantes selama ini dia jarang pulang,sebegitu keras dia kerja buat bisa bahagiain anaknya" rami kembali murung .


"dan semua kekayaannya dia kasih separuhnya buat raki..se-sepercaya itu dia sama anak kita?"

__ADS_1


"ntahlah kie.. ahh jadi kangen guanlin" kata rami sambil merebahkan kembali badannya.


"hihh.. aku nih kangenin" kookie cemburu.


"aasshh.. buat apa ngangenin kamu,lah orang kamunya aja bolak balik sini terus kok"


"iya juga ya wkwkkw.. oiya,kita kapan nikah lagi?" akhirnya dia ingat harus meresmikan pernikahannya lagi.


"heng?? kapan?! iya,kapan ya?" rami menatap langit langit kamarnya.


"barengan sama raki aja gimana? bulan depan!" ajaknya sumringah sambil ikut merebahkan badannya disebelah rami.


"nah ide bagus" keduanya saling tatap sambil melemparkan senyuman.


⏳⏳


yuan yg sedang berdiri dibalkon kamar dirumah raki sambil menatap langit malam melirik selembar kertas diatas meja yg belum sempat ia buka sejak pagi tadi.


yuan mengambil kertas tersebut lalu mulai membuka dan lanjut membaca.


tak terasa beberapa bulir bulir tetes airmatanya mengalir.


"hiks hiks" yuan memeluk selembar kertas itu dengan sebelah tangan dan tangan satunya menggenggam buku diary serta kotak jam tangan papanya sambil menangis pilu.


"yuan kangen pa sama papa..hiks" rancaunya dalam tangis


"sudah nakk.. " airmata ramipun tak terbendung.


"hiks hiks" hanya suara tangis yuan yg terdengar.


"bunda yakin kamu anak yg kuat.. ada bunda disini,ada raki,ada jj ada papi kookie juga..kamu gak sendiri nak.. bunda sayang sama kamu .." rami terus memberi usapan lembut pada surai rambut yuan .


yuan mengangguk .


rami menangkup kedua pipi yuan "ayo kita bahagia.. biar papa sama bunda kamu disurga juga bahagia .. hemm" yuan tersenyum .


⏳⏳⏳


sekarang rami lagi nemenin yuan,mereka sedang duduk diatas kasur sambil bercengkramah.


kini mata rami menuju pada sebuah buku dan kotak digenggaman yuan yg sepertinya tak asing baginya.


"itu apa yg kamu pegang nak?" rami bertanya.


"ah.. ini,barangnya papa bund.." lalu yuan menyodorkan keduanya pada rami "bunda mau lihat?" .

__ADS_1


rami menerimanya,ia membuka kotak tersebut dan melihat sebuah jam tangan yg seingatnya dulu ia berikan sebagai hadiah ulang tahun untuk guanlin.


mata rami mulai berkaca kaca "ini hadiah ulang tahun yg aku kasih buat kamu lin,kamu masih nyimpan ini" lirihnya dalam hati.


lalu rami membuka buku diary bersampul biru dongker tersebut.


yg ia temukan pertama kali adalah fotonya bersama guanlin saat baru memasuki sekolah menengah atas .


rami membuka lembar demi lembar dan membaca tulisan demi tulisan disana dengan tangan gemetar dan hati yg seperti mencelos.


pertahanan rami runtuh seketika,ia menangis tersendu sendu saat membaca kalimat terakhir yg guanlin tulis "aku mencintaimu jane"


"papah cinta sama bunda,tapi papah harus mengubur semua rasanya ke bunda karena tau aku cinta sama raki,bahkan sampai saat saat terakhir hidupnya papah masih mikirin kebahagiaan aku.. engga dengan kebahagiaannya" yuan menahan airmatanya.


mereka berpelukan dengan erat.


"maaf lin.. maafin aku.." rintihan hati rami.


UNTUK ANAKKU TERCINTA LAI YUAN LIN💕


*haloo putriku sayang..


hari harimu pasti berat yah?


maafin papa karena sudah ninggalin yuan sendirian .. maafin papa yg masih belum bisa buat yuan bahagia,maafin papa yg jarang punya waktu main bareng yuan..


tapi ada raki sama bunda kan disana?


papa tau yuan sayang sama raki,jadi papa tulis di surat wasiat papa ,papa minta raki nikahin yuan.. hehe


yuan mau kan? hehe papa percaya raki sama bunda rami bisa jaga kamu,san sayangin kamu .


dan mungkin sekarang yuan sudah tau yah gimana perasaan papa ke bunda rami?


hehe,papa jadi malu..


yuan sayang,hiduplah dengan baik dan benar yah..?? teruslah tersenyum seperti biasanya,jaga diri baik baik..papa mau yuan bahagia.. papa sama bunda sayang kamu.. ^.^


jangan tangisin papa terus,papa sudah bahagia disini bareng sama bunda..


salam untuk bunda rami dan raki yah..


papa sayang sama kalian,sampai jumpa dikehidupan selanjutnya putri kecilku..💕*


*tertanda* **PAPA..

__ADS_1


TBC**


__ADS_2