
"yuan mana bang?" tanya mami raki saat raki baru saja memasuki ruang rawat inap maminya .
raki gelagapan,karena dia bingung ingin menjelaskannya..
"engg anu, ada urusan mih" raki mendekati maminya lalu bertanya lagi berniat untuk mengalihkan pembicaraan "cepet sehat ya mih.. oiyaa.. adik abang siapa namanya mih?" raki mengelus lembut telapak tangan maminya.
"abang aja yg kasih nama gimana?" kata papinya raki.
"boleh gitu mih?"
"boleh dong bang,hayo mau namain siapa?"
"Jeon Soe Ra Jiranorraphat.. gimana pih? mih? hemm?"
"bagus juga .. oke baby J selamat datang didunia yg turun naik ini.." - jungkook.
"kok J?" heran rami.
"biar beda,aku ambil huruf depan dari Jiranorraphat buat nama panggilannya.."
"ohh okeyy..." raki dan maminya ber-OH ria.
malamnya omah ghasina,opah dongwook,om hangyul dan tante chaeyeon tiba dirumah sakit..
mereka yg baru tiba di seoul langsung kerumah sakit memastikan keadaan rami.
sekarang mereka sedang berada dalam ruang rawat rami..
dan raki sedang berdiri didepan kaca jendela ruang rawat maminya dengan pandangan kosong.
"kamu kenapaa??" rangkul hangyul pada keponakannya itu.
raki tertunduk diam.
hening.
"nyebat ga lo?" tanya hangyul untuk yg ke 2 kalinya pada raki.
"iya om ,tapi jarang kok"
"bukan itu maksud gue,ayo nyebat bareng diluar" hangyul tersenyum .
__ADS_1
hangyul dan raki akhirnya merokok di atap rumah sakit berdua.
sambil menyalahkan rokoknya hangyul bertanya pada raki "ada apa sebenarnya?"
raki menghisap rokoknya lalu menghembuskan asapnya dengan helaan nafas beratnya,yg mempertandakan ia sedang frustasi sekarang.
"aku putus sama yuan om" tatapan raki tetap memandang lurus kedepan.
"hem?? kok bisa?" hangyul menoleh kearah raki.
"mungkin emang ini salah aku om..
om tau gak kenapa mami jadi harus ngelahirin prematur?
sebenarnya tadi siang mami hampir tertabrak mobil,tapi om guan nyelamatin mami sampe om guan koma sekarang.
dan bodohnya aku,saat kejadian aku gatau kalau mami didorong om guan (diselamatkan),saat itu aku refleks tutup muka aku pakai lengan.
setelah beberapa detik kejadian itu terjadi aku lihat mami tersungkur dibahu jalan,aku sama papi mikir kalau mami yg ditabrakš¢
karena sangat khawatirnya aku sama papi bawa mami ke rumah sakit,yg dipikiran kami berdua itu 'mami harus cepat dapat petolongan' pergilah kami dari tempat kejadian.
tanpa tau kalau om guan terpental agak jauh dari mami dan luka parah.
yuan pikir kami sengaja ninggalin dia sama papanya dan gak perduli sama keadaan papanya.
yuan benci aku,dia minta kita akhirin hubungan ini,aku gak mau tambah pikiran buat yuan jadi aku nge-iyain aja om.. padahal hati aku sebenarnya berat ā¹ļø"
hangyul yg membiarkan keponakannya ini bercerita menatap kasihan melihat wajah anak laki laki didepannya ini yg sekarang semakin muram dengan mata yg berkaca kaca.
hangyul menepuk bahu anak laki laki itu dengan harapan bisa menguatkannya .
"mungkin yuan sedang emosi,om yakin yuan akan luluh lagi nanti.. memang bukan sekarang,yg penting kamu sabar dulu aja yah.. kalau bisa kamu tunjukin ke dia kalau kamu masih perduli dan bahwa semua prasangka buruknya selama ini tuh salah.. jangan pergi gitu aja" saran hangyul .
ā¢
ā¢
"yo-.. ayah keluar dulu yah,mau beli sesuatu sambil jemput bunda.. bunda mau kesini katanya.. kamu disini aja temani yuan,jagain dia" ucap ayah yohan.
"iya yah.." angguk yohan.
"gak apa apa kok om.. kalau yohan mau pulang juga gak apa,aku gak apa apa sendiri" jawab yuan lemas.
"engga.. yohan tetap disini,okey?" kekeuh ayah yohan .
__ADS_1
yuan cuma senyum aja.
ayah yohan keluar dari ruangan tersebut.
"yo-.. aku ngantuk.. aku titip papah ya?"
yohan ngangguk dan yuan berjalan kearah sofa dipojok ruangan tersebut.
yohan menghampiri yuan
"istirahat yg cukup.. tidur yg nyenyak yah" yohan menyelipkan surai rambut yuan kebelakang telinganya.
"makasih ya yo.." yuan tersenyum begitupun yohan "hemm"
"yo-" bukannya tidur yuan malah menatap yohan.
"hem? kenapa?"
"kenapa sih kamu selalu baik? kenapa kamu gak benci aku atau raki?"
"memang kenapa?"
"gapapa.. cuma aneh aja"
"anehnya dimana hlo yuan??" yohan nyengir.
"ya aneh,kayak tadi waktu aku putusin raki.. kenapa kamu keliatan gak suka? padahal kamu suka aku tapi bukannya seneng aku putus,kamu malah kek marah gitu"
"buat apa seneng kalau kamu aja sebenarnya gak mau dalam keadaan seperti itu,kamu lagi emosi.. ambil keputusan saat emosi itu salah,makanya aku marah.. aku takut suatu saat kamu nyeselin perbuatan kamu"
"eng-engga kok, aku gak nyesel" Yuan memutuskan kontak matanya pada yohan .
"ckk.. anak ini,udah tidurlah.. istirahat" yohan mengusap lembut rambut yuan dan tersenyum gemas karena perilaku wanita dihadapannya ini...
yohan menatap yuan yg mulai memejamkan matanya,yohan menangkap banyak kelelahan pada diri yuan.. yohan tau yuan kecewa besar,tapi yohan gak mau yuan merasa menyesal suatu saat karena keputusan nya buat pisah sama raki..
yohan berniat akan meyakinkan yuan bahwa semua jalan yg yuan ambil itu salah,yohan pun mengerti posisi raki. yohan yakin raki gak akan se-tega itu ninggalin Yuan dan om guanlin kalau ia tau bahwa om guanlin terluka.
jadi yohan putuskan,saat yuan bangun nanti yohan akan coba mengajak yuan bicara soal raki.. sebelum semuanya terlambat dan yohan melihat perempuan yg ia sayangi hidup dalam sebuah penyesalan.
yohan gak mau itu terjadi.
TBC
__ADS_1