
Kisah cint ade' part 2
"saaa sini duluuu"
teman temanku mengajakku turun kedanau namun aku masih ingin menemani anak kecil yang terlihat polos ini, kali ini aku sadar bahwa dia bukan bagian dari kami yang masih hidup.
"hhaiisshhh"
dia melompat dengan riang dan menunduk malu malu saat aku melihatnya
"siapa namanya?"
aku mulai memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, namun dia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum sambil menunjuk kearah pohon beringin besar didekat danau.
"tante"
suaranya terdengar lirih hampir tak terdengar, aku mencoba mengikuti arah tangan yang ia tunjukkan kepadaku
"alaammaaakkk"
aku terkejut, lalu menutup mulutku yang sedang ternganga, anak kecil tadi menertawaiku
"hihihi, tante... sereeem"
dia tertawa lirih sambil mengayunkan tangannya seperti ingin memanggil sosok yang ada di sebrang sana
"tante... sini, ada kakak cantik hihihi"
__ADS_1
dia memanggilnya tante, sedang aku merinding tak karuan, sosoknya yang berantakan dan terlihat begitu menakutkan hanya memandang kita berdua dari kejauhan.
"tantenya serem ya"
aku mencoba untuk berbicara dengannya kembali, lalu dia juga tertawa seperti tadi
"iyaa.. tantee serem, tapii baik"
dia melambaikan tangannya lagi kearah sosok wanita yang dipanggilnya tante serem.
kala itu aku ingin sekali menggambar pemandangan yang sedang asik kunikmati dikala senja sedang bercengkrama dengan langit, namun tampaknya sosok anak kecil ini sangat tertarik dengan buku gambarku.
"kamu mau di gambar?"
aku mencoba merayunya, dan dia langsung mengambil pose terbaik menurutnya.
aku menggambarnya dengan sangat teliti, tapi seakan akan tanganku bergerak sendiri dan akupun hanya bisa mengikutinya.
"Adee"
dia tersenyum melihat gambarku yang masih belum selesai itu,
"ini kamu? ahh karena aku ngga tau siapa namamu aku panggil ade saja boleh ya?"
aku melanjutkan gambar itu, dia tampak sangat antusias dengan coretan yang dia sebut sebagai gambar dirinya
"ade pake sepatu ya?"
__ADS_1
aku mencoba menggodanya, dia menggeleng dan tersenyum
"bukan sepatu, itu sendaall.. sendalnya ilang satu hehe"
dia tertawa sambil memperhatikan gambaranku, dan akupun baru tersadar kalau memang sendalnya cuma sebelah dan sebelahnya lagi dia bergelanjang kaki
"kemana sendalnya de? ngga sakit ngga pake sendal?"
aku mencoba bertanya lagi kepadanya,
"iyyaa sendal ade ilang satu pas waktu dibuang hehe"
dia menjawab pertanyaanku seraya melompat dan tertawa, aku tertegun dengan kalimat terakhir yang dia ucapkan, di buang? siapa yang ngebuang dia? gimana sih maksudnya?
kepalaku dipenuhi tanda tanya dengan kemunculan sosok anak kecil ini, ada sekelebat memorinya yang masih bisa ku gali namun nampaknya dia sudah enggan untuk menceritakannya
"ade dibuang? siapa yang ngebuang ade? oh iya ibu sama ayah ade dimana?"
namun tampaknya dia enggan untuk menjawab pertanyaanku ini, raut wajahnya berubah sedih, dan pikiranku menerawsng masuk kedalam memori ingatannya
"bundaa.. ampuunnn bundaaa"
aku melihat wanita sedang memukuli anak laki laki kecil menyeretnya kekamar mandi dan mengguyurnya dengan air, aaww kepalaku sakit, semuanya buram dan sesak didadaku menjadi tak terkendali bayangan yang tadi sangat jelas berada didepan mataku kiniseakan menjauh menjauh dan terus menjauh.
"adeee, ade mau cerita ngga sama kakak?"
namun dia tampak sedih dengan pertanyaanku, akupun mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini.
__ADS_1