Tembus Pandang

Tembus Pandang
kisah cinta Ade'


__ADS_3

Hari ini aku dan Ratna telah memutuskan untuk pergi keluar jalan-jalan, namun sayangnya Abang ku dan temannya tak jadi ikut, dikarenaka mereka berdua terlalu sibuk dengan pekerjaanya


"yaaahh abang ngga jadi ikut na, terus gimana dong?"


semangatku seakan luntur, karena takut Ratna juga tak ingin pergi keluar


"coba ajak Intan sama Eka aja gimana?"


Ratna memberiku saran untuk mengajak duo cerewet itu, iya Intan dan Eka adalah teman sebaya kami, mereka adalah penduduk asli pulau Bali, sifatnya yang blak-blak an dan tak bisa berhenti bicara membuat kami senang berteman dengannya


"ohh iya, Intan sama Eka"


"coba deh lu tantain mereka ada dikosnya kagak?"


Untungnya mereka berdua juga sedang punya waktu luang saat ini, jadi kami berempat segera bergegas menuju tempat yang kami tuju.


sekitar 25-35 menit kita sampai di blok perumahan yang sudah tak berpenghuni itu.


"iddihhh sepi kali nok, ci ngga nggak takut apa masuk kesana?"


dari tempat parkir Eka terlihat ketakutan, lalu sempat tak ingin meneruskan langkahnya, namun aku Ratna dan Intan tetap memaksanya berjalan masuk


"Ke (kamu) kalo ngga mau ikut yaudah tunggu sini, atau pulang sekalian"


Intan menggertak Eka dengan logat khas Bali miliknya

__ADS_1


"iyyaa iyyaa, cang (aku) ikut masuk tapi jangan ditinggal gitu naahh"


Eka mulai mengikuti langkah kami yang berjalan menyusuri jalanan setapak yang sudah di tumbuhi semak belukar itu, hawa dinginnya mulai merasuk ketulang


"eehhh Intaannn, udah puja trisandya itu loohh, sembahyang duluu naaahh"


iya maklum mereka adalah umat Hindu yang sangat taat dengan agamanya, keduanya menyalakan dupa untuk melakukan sembahyangnya sedangkan aku dan Ratna umat muslim yang sedang Udzur jadi kami tidak melakukan sholat magrib pada saat itu.


"eehhh danaunya masih jauh ngga? takut keburu gelap"


lagi lagi Eka menarik baju Intan, terlihat jelas rona wajah ketakutan yang terpancar,


"Ke ini memang dasar penakut, udahlah ngga bakal kenapa napa"


"Sa masih jauh ngga sih danaunya? ini udah masuk jauh banget lo dari kita parkir motor tadi"


Ratna nampak mulai gelisah


"itu danau"


aku menunjuk kearah sebrang, dan berjalan kesana diiringi dengan langkah teman-teman ku.


"oh iya deng, itu danaunya, indah bangeet"


seru Eka yang sedang mengamati keindahan danau itu

__ADS_1


"fotoin doong, mumpung lagi bagus nih viewnya"


Intan, Ratna dan Eka sedang asyik mengambil potrer yang berlatar belakang pemandangan yang indah, sedangkan aku masih asyik menikmati pemandangan disisi lainnya


rumah-rumah yang telah tak berpenghuni itu menjadi tempat tinggal bagi mereka yang sedang terjebak


"cleeettuukk"


ahh, aku melihat seorang anak kecil melompat dari atas batu tadi, tapi entah kemana dia lari, begitu cepat.


"Saaa sini, yuk foto foto dulu"


mereka masih asyik dengan sesi pemotretan dadakan itu, sedangkan aku masih penasaran dengan apa yang kulihat tadi


"hai"


yaaa ampuuunn, aku hampir berteriak karena terkejut.


"hai juga"


aku tersenyum kepadanya lalu aku membungkukkan badanku supaya sejajar dengan dirinya, Anak kecil yang ramah, usianya sekitar 8-9 tahunan tapi dia terlihat begitu kurus.


"kakak.."


dia memegang ujung rokku dan terlihat malu malu, aku tersenyum dan mengangguk kepadanya, hawa positif yang dia pancarkan membuat aku merasa aman.

__ADS_1


__ADS_2