Tembus Pandang

Tembus Pandang
Serangan


__ADS_3

lalu.. kakek tersebut mengangkat kepalanya dan menyambung perkataan ku tadi, " kamu tau jembatan yang sudah tak di pakai di sebelah sana?" tanya beliau sambil menunjuk jembatan kecil yg telah rapuh di ujung pantai serangan rerlihat sangat jelas di matanya kesedihan yg mendalam, awalnya aku takut untuk menjawab pertanyaan beliau namuun karena rasa penasaran ku yg begitu tinggi aku meyakinkan diri untuk menjawab pertanyaan beliau


" iya kek, saya melihatnya memang ada apa dg jembatan tersebut?"


dia menatap ku dg sangat tajam, lalu mengacungkan jari telunjuknya


"akulah orang yg membangun jembatan itu, namuun sekarang orang'' tak ada lagi yg mau memijakkan kakinya di situ, membersihkannya pun juga sepeerti tak ada waktu" suaranya gemetar sedddiiiihh sekali, matanya berkaca kaca sebenarnya aku tak sanggup melihat beliau merasa sedih seperti itu


" kakek jangan sedih seperti itu, orang'' di sini mungkin tidak bermaksud untuk mengabaikan jembatan tersebut" aku berusaha membujuknya supaya beliau bisa tersenyum kembali, namuun lagi'' dia menatap ku dg tajam tanpa sepatah kata pun beliau pergi meninggalkan ku, aku merasa sangat bersalah kepada beliau


aku menunduk dan hampir saja air mataku meleleh jatuh , tapi aku buru'' menyekanya dan segeara ku angkat lagi kepalaku


namun kakek tersebut sudah hilang aku tidak tahu dia pergi ke arah mana sedang di sini cahanya memang remang'', hanya ada lampu kuning di pinggi jalan saja sebagai alat penerang jalan


aku ingin pulang, menuju tempat di mana ku parkirka sepeda motor ku tadi

__ADS_1


selangkah demi selangkah aku mulai mendekati sepeda


" hhaaaaiiiii"


seperti ada yg bilang sesuatu dari belakangku, aku menoleh, iya memang benar ada wanita bergau merah menyala sedang melambai lambaikan tangannya ke arah ku, aku terdiam mengamati wanita itu


" apakah aku mengelnya?" gumamku dalam hati


"ah tidak, aku tidak pernah melihat dia sebelumnya"


" aku mau pulang" jawab ku sambil memasang helm ke kepala


" tunggu duluuu" sambil memegang erat tangan ku


" maaf sebelumnya, apa kita pernah ketemu?" tanya ku kepadanya namun dia hanya menggrenyitkan dahi sambil mengangkat bahunya,

__ADS_1


" tidak tahu" jawaban yg sangat menjengkelkan bukan?


" kamu mau ngapain memanggilku?" segera kutanyakan apa sebenarnya mau dia ini


"aku hanya ingin pulang, tapi aku tidak tahu jalan pulang"


"hhhmmmm, memakai pakaian indah seperti ini, dandanannya juga sangat cantik, apa dia habis photo praweding kali ya? eh tapi kok dia sendirian? udah malem juga" aku menggerutu dalam hati, xan sedikit jengkel juga


" ya udah, ayoo aku antar kamu sampai di jalan besar di ujung sana" tawarku


dia tersenyum kelihatan kalo dia senang


" kamu baik ya" ucapnya sambil naik ke atas motor


motor kujalankan kulihat wajahnya yg cantik itu dari kaca sepion ku

__ADS_1


ketika kami melewati jembatan yg tadi wanita itu menari pundakku dan memaksa ingin berhenti " berhentiiiiii" teriaknya


__ADS_2