Tembus Pandang

Tembus Pandang
episode 7


__ADS_3

Tak kuhiraukan lagi seseuatu yang akan terjadi, segera kulangkahkan kaki ini menuju sepeda motor di sebrang sana kutarik gas dengan kencang tak peduli dengan apapun, angin begitu kencang bulan purnama begitu terang malam ini, baru kusadari kalau ini adalah hari kamis tepat pada tanggal 15 yang mengartikan salah satu hari istimewa di bali yaitu Purname, yang di hormati oleh warga di sini dan sembahyang yang dilakukan secara rutin.


sesampainya di kos, aku langsung cuci muka dan membersihkan badanku, mengganti baju lalu segera meletakkan tubuhku di atas kasur


"ya tuhaan.. nyaman sekalii, kenapa begitu menyeramkan hari ini, tidak ada manusia yang aku temui disana mereka hantu semua"


"clenting.. drreettt"


hp ku berbunyi, entah siapa yang sengaja chat aku malam malam begini


"ratna"


"Sa.. aku tidur di kosmu ya malam ini, si Denok lagi keluar ada job, jadi aku sendirian"


kukira siapa ternyata itu teman ku Ratna, tak jarang dia menginap dikosku ketika teman sekamarnya pergi untuk kerja malam,


"oke, aku tunggu"

__ADS_1


aku membalas singkat pesan watshapnya, lumayan ada teman tidur malam ini, jadi aku ngga perlu takut lagi


tak lama kemudian Ratna sampai di kosku, meletakkan tasnya lalu berbaring tepat di sisi kiri ku


"Eh.. sa lu ngerasa ada yang aneh ngga sih sama si Denok?"


tiba tiba sesi gibah dan pergosipan pun dimulai


"apaan si lu? apanya yang aneh coba, biasa biasa aja kayaknya!"


aku berusaha menghentikkan pertanyaan Ratna, karena aku tau kalau si Denok memang engga biasa menurutku berteman itu ngga perlu pilih pilih,


Ratna memancingku lagi,


"emang dia kalo mabok ngajak elu? engga kan? yaudah lah biarin aja.. ngga baik tau ngomongin temen kek gitu, daripada elu ngomongin si Denok mending dengerin cerita gwe ya!"


aku langsung memutus pembahasan tentang Denok, karena itu kurang pantas dan semua orang punya privasi masing masing

__ADS_1


"lu pernah ke pantai serangan ngga?"


aku mulai bertanya dengan nada sedikit rendah, lampu kamar sengaja kumatikan supaya si Ratna bisa merasakan apa yag tadi aku alami


"elu kebiasaan dah sa.. udah tau gwe penakut juga, masih aja di ceritain yang kaya gini"


"gdubraakkk"


belum sempat aku melanjutkan ceritaku tiba tiba suara keras itu mengagetkan kami berdua, ratna bertieriak melompat ke sudut kasur


suara itu sepertinya berasal dari arah dapur, dan aku tidak heran, aku memiliki 3 ekor kucing yang sangat aktif aku berpikir itu adalah ulah mereka, namun ketika aku lihat kembali ternyata ke 3 kucingku tertidur pulas di tempat tidurnya


"aallaammaakk.. apa itu?"


aku menekan dadaku karena detak jantungnya begitu cepat, sosok bayangan hitam besar berdiri tepat di pintu dapur, aku menggigil sesangkan ratna sudah menyelimuti dirinya dan menutup mata dengan rapat, aku hanya bisa diam dan pura pura tidak melihat,


lalu sosok itu mwnjulurkan lidahnya sampai menyentuh lantai, nyaliku semakin ciut saat dia melihatku dan menyeringai,

__ADS_1


"yaampuun betapa jeleknya muka itu, hitam berbulu dan bau"


aku menepis rasa takut, lalu berlari untuk menyalakan lampu, sedangkan sosok itu tetap berdiri di tempatnya tidak bergerak sama sekali, kususul Ratna yang tengah meringkuk di dalam selimut itu, badan kami menggigil ketakutan dan aku hanya bisa membaca yang ayat ayat suci al qur'an yang ku ingat.


__ADS_2