
Jembatan Pantai Serangan
hari itu bertepatan pada hari Rabu
dimana aku sedang libur bekerja, rasa suntuk ini membuatku jenuh berada di rumah, jadi aku memutuskan untuk keluar sebentar melihat" kota pariwisata yang indah ini
awalnya aku bertujuan hanya pergi ke salah satu pusat pembelanjaan oleh oleh di kota ini namun saat di perjalanan aku malah berbelok jauh dari arah yang di tuju, niat hati ingin pergi ke tempat yang ramai tapii aku malah menuju sebuah pantai yang jauh dari keramaian, suasananya memang sangat tenang dan damai anginnya bertiup sangat pelan dan menyapu lembut pipi ku
__ADS_1
aku sampai di sana tepat pukul 19:08 WITA hari semakin gelap tak banyak oraang yang datang ke tempat ini memang, aku berdiri di atas jembatan melihat ke sebrang sana, kulihat pesona pulau Bali di malam hari, dari jauh nampak lampu" yang indah berkelap kelip menghiasi dermaga Serangan, namun bau tak sedap menyebrang melintasi hidung ku menjadilan aku sangat tidak nyaman berlama lama di sini ya memang pantai Serangan ini menjadi pusat pembuangan sampah dan limbah plasti lainnya jadii tak ayal lagi jika aroma yang tak sedap ini begitu mengganggu,
namun saat aku ingin berbalik dan berjalan menuju motor yang ku parkir di pinggir jalan aku melihat kakek" yang tidak terlalu tua berdiri sebelah pohon dengan membawa anjingnya yang berwarna coklat, awalnya aku ragu sekali untuk menyapa nya tapii kulihat sana sini sudah tidak ada lagi orang, aku berpikir kalau kakek ini sedang tersesat lalu aku segera menghampiri beliau mencoba untuk bertanya
" kek, sedang apa kakek disini malam malam begini?" tanyaku dengan sedikit ragu
laluuu aku segera mengikuti langkahnya dan berusaha bertanya lagi, karena rasa penasaran ku begitu besar
__ADS_1
" kek, apa kakek mengerti bahasa saya?" sekali lagi aku bertanya, namun lagi- lagi beliau hanya membalas dengan senyuman, melihat tatapannya yang begitu dalam aku merasa bahwa ada rasa sedih yang beliau pendam, beliau melihat ke arah jembatan itu dengan sangat dalam, jembatan yang sebenarnya sudah tidak layak untuk di lewati, penampilannya sudah tak sekokoh dulu, kumuh, dan tidak ada yg merawatnya aku juga turut prihatin.
Di sela- sela itu aku mendengar dehaman kakek, separtinya beliau ingin membuka percakapan
benar apa dugaan ku
" ehhmmm ehm, sudah malam kenapa masih ada di sini? kamu tidak takut?" tanya beliau kepada ku suaranya berat dan cara bicaranya agak belepotan, aku menengok ke arah beliau dan menjawabnya dengan sedikit ragu
__ADS_1
" hmm sedang mencari angin kek, jalan-jalan sebentar suntuk di dalem rumah" dan tak lupa kusunggingkan senyuman di akhir kalimat