
Malam itu menjadi malam yang amat panjang, suara tangisan perempuan membuat suasana menjadi semakin mencekam, Ratna yang tampak ketakutan menangis tiada henti sedangkan aku berusaha untuk mengusir mereka.
"Naa udah pagi, bangun yuk"
aku membangunkan Ratna yang masih tertidur pulas disisi ranjangku.
"Yaa ampuunn, gwe nangis ketakutan sampe ketiduran Sa"
sambil menggosok nggosok matanya yang terlihat merah dan membengkan karena nangis semalaman.
"iya, gwe harap lu ngga kapok ya tidur disini nemenin gwe"
aku tersenyum sambil membereskan tempat tidur, aku kasihan kepadanya berapa kali dia tidur di kamar ku namun tak pernah nyenyak, ada saja gangguan yang kami alami, meskipun begitu dia tak pernah kapok untuk menemaniku melewati malam yang amat panjang itu.
"lu kerja ngga hari ini?"
dia bertanya seusai membasuh wajah di kamar mandi.
"engga ada kerjaan gwe mah, masih libur"
iya hari ini memang hari minggu, dimana aku selalu memutuskan libur dari aktifitas menjahit ku, memberi waktu badanku untuk beristirahat sehari sebelum menjalani rutinitas yang membosankan itu lagi.
__ADS_1
"keluar yuk, nyari angin"
Ratna memang suka mengajakku berkeliling kota Denpasar ketika waktu kami sama-sama sedang luang, entah itu cuma pergi ke lapangan untuk mencari keringat saja, bagi kami hanya dengan menghirup udara segar dari atas motor saja itu sudah cukup
"mau pergi kemana? bosen ah ketempat rame mulu"
aku membujuk ratna mencari tempat baru yang bisa kami kunjungi, karena disini banyak tempat tempat murah yang wajib dikunjungi, selain kafe, pantai dan mall masih banyak tempat tempat tersembunyi yang harus kalian datangi jika sedang pergi berlibur ke pulau dewata ini.
"serah lu ajalah, kemana kek gitu"
dia terlihat enggan memilih atau mencari tempat kemana kita akan pergi, jadi giliran aku yang memutuskannya
"oh iya, eemmm boleh ke blok perumahan yang udah ngga dihuni itu ngga?"
"lu ngga usah ngaco deh, belum cukup tadi malem sama yang model begituan?"
dia terlihat kesal dengan saranku, namun bukan Ratna namanya jika dia menolak permintaanku begitu saja.
"tapi ngga semua dari mereka itu nakutin loo naa, ngga papa kita coba berkomunikasi sama yang ada disana yaa yaa yaa"
aku bersi keras mengajaknya pergi ketempat yang aku maksud.
__ADS_1
"tapi ya masa cuma kita berdua aja?"
dia terlihat mulai setuju.
"kita ajak bang Dany sama puja juga yuk"
aku memancing Ratna dengan adanya bang Dany, iya dialah abang ku satu-satunya, Ratna menyukai vang Dany sejak dia baru berteman denganku
"apa bang Dany mau?"
mukanya terlihat sangat ragu
"pasti mau lah, aku punya alasan yang bagus buat ngajak bang Dany kesana"
aku yakin, kalau aku yang mengajaknya pasti bang Dany ngga bakalan nolak,
"anak ini loo emang ngga ada kapok-kapoknya"
dia terlihat senang karena mendengar bang Dany akan pergi bersama kami
"berangkatnya agak sorean aja ya, trus pulangnya ngga usah malem-malem banget"
__ADS_1
nada suaranya terlihat ketakutan, namun aku meyakinkan dia bahwa tak akan terjadi apa-apa, karena kita tak pernah menyimpan niat jahat kepada mereka, dan kami juga tidak pernah mengganggu mereka, kami hanya ingin mendengar cerita cerita yang ingin mereka sampaikan.