TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
22. Kegalauan Stainer


__ADS_3

Stainer merenungi apa yang terjadi dengan hubungan mereka membuat Keysha pergi begitu saja dari dirinya. Apakah ia terlalu berlebihan tidak menghubungi Keysha selama dinasnya ke luar negeri.


"Apakah karena aku mengabaikannya hingga ia marah padaku?" batin Stainer.


"Tuan. Apakah kita akan menunggu informasi lanjutan dari nona Keysha?" tanya asisten Revo.


"Tidak Revo! Kita juga ikut bergerak mencarinya juga. Aku tidak ingin mengenal kata menunggu. Itu sangat membosankan," ucap Stainer.


"Lalu mengapa anda terlihat begitu murung tuan?" tanya Revo ikut sedih.


"Karena aku bingung untuk mencerna atas kaburnya Keysha yang begitu saja dari kita padahal kesalahanku tidak seberapa padanya, Revo," ujar Stainer.


"Bukan itu perkaranya yang membuat nona Keysha meninggalkan anda tuan Stainer," ucap Revo sengaja menjeda kalimatnya.


"Lantas apa lagi alasan dua meninggalkan aku Revo? apakah kamu mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Stainer.


"Itu karena anda tidak mengubah statement anda yang menganggap Keysha adalah istri kontrak selama 6 bulan menjadi istrinya yang sah yang anda inginkan tuan Stainer," ucap asisten Revo membuat Stainer terkesima.


"Astaga! jadi dia meninggalkan aku karena masa kontrak pernikahan kami sudah selesai?" Stainer menepuk jidatnya sendiri karena baru menyadari kebodohannya.


"Tuan. Setiap wanita itu butuh kepastian. Butuh statement yang jelas untuk diakui sebagai milik kita. Wanita itu makhluk yang unik. Yang tidak hanya tindakan cinta kita melalui perhatian kita dengan perbuatan karena mereka butuh suatu pernyataan kepastian karena telinga perempuan hanya ingin mendengarkan kata-kata cinta. Aku mencintaimu, hanya itu saja.


"Aku sudah menyatakan berulang kali padanya kalau Aku sangat mencintainya kok," bantah Stainer.


"Apakah tuan sudah mengatakan padanya untuk membatalkan perjanjian kontrak pernikahan itu padanya dengan kata-kata tuan yang ingin memiliki nona Keysha untuk selamanya, itu yang belum tuan Stainer nyatakan pada nona Keysha, bukan?" tanya asisten Revo.


Stainer menggeleng kepalanya terlihat lemah tak bertenaga. Ia tidak menangkap sinyal itu karena merasa Keysha tidak akan mempermasalahkan surat kontrak perjanjian konyol itu.

__ADS_1


"Pantas saja dia minum obat kontrasepsi itu, karena ancamanku yang tidak menginginkan anak darinya," lirih Stainer.


Setiap butir perjanjian itu dipegang teguh oleh Keysha. Tidak peduli seberapa besar ia telah terjerat pesona Stainer yang telah mengubah kebenciannya menjadi cinta yang tulus. Namun sayang cinta tulus saja tidak cukup kalau satu keputusan sebagai bukti kepemilikan untuk dirinya.


"Aku ingin menghancurkan surat sialan itu, Revo. Dan kenapa kamu juga tidak mengingatkan aku tentang itu, Revo. Aku telah kehilangan wanitaku dulu, kenapa baru kau ingatkan, hah?" bentak Stainer membuat Revo tersentak.


"Aku kira tuan hanya mau main-main dengannya. Aku tidak menyangka kalau tuan serius menginginkan dirinya," ucap Revo hati-hati.


"Jika aku hanya main-main dengannya, kenapa aku begitu kuatir saat dia pulang kampung sendirian untuk menengok neneknya kapan hari?" bentak Stainer makin uring-uringan.


"Kenapa jadi aku yang disalahkan olehnya? aneh? dia yang buat gadis itu tidak jelas dengan statusnya sampai kabur darinya dan dia sendiri yang kebelingsatan sendiri, sial...!" batin Revo yang ikut kena getahnya.


Mobil itu sudah tiba di kediaman Stainer. Pria itu terlihat lelah saat ini. Yang ia butuhkan saat ini adalah tidur. Hanya tidur untuk melupakan semua gejolak batinnya dengan pikiran bergemuruh antara geram dan rasa bersalahnya.


"Apakah hanya karena itu kamu ingin meninggalkan aku, baby? kenapa kamu sangat sensitif sekali? apakah tidak cukup semua perhatian dariku itu adalah sebuah kesungguhan cintaku padamu? kenapa kamu harus memikirkan kertas konyol sialan itu?" batin Stainer hingga ia terlelap.


Di Perancis, Keysha masih bermalas-malasan dengan aktivitasnya saat ini hanya dengan menonton film kesukaannya sambil menghabiskan cemilannya di dalam unit kamar apartemennya. Sudah dua hari ini ia belum mengirim cv untuk melamar kerja melalui email di perusahaan entah sebagai model maupun sebagai staff.


"Apa yang harus aku lakukan? menjadi model atau bekerja di perusahaan?" tanya Keysha sambil menyaksikan adegan panas di film romantis itu.


"Sial...! kenapa harus menampilkan adegan panas segala saat aku sudah berpisah dengan suamiku?" umpat Keysha yang tiba-tiba merasakan kerinduannya pada Stainer.


Keysha mematikan televisinya. Ia beranjak hendak mengambil laptop miliknya untuk mengirim CV miliknya ke beberapa perusahaan. Sekitar setengah jam kemudian, Keysha sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Mudah-mudahan diantara perusahaan itu, mereka akan menerima aku," doa Keysha.


Sejurus kemudian, balasan email datang dari tiga perusahaan dari lima perusahaan yang diajukan oleh Keysha.

__ADS_1


"Wah. Cepat sekali balasannya. Tapi yang mana yang harus aku dahulukan untuk mendatangi perusahaan itu? sepertinya bagusan ini karena lebih dekat dengan apartemen milikku. Ok. aku akan mengambil yang ini saja karena mereka butuh sekertaris," batin Keysha.


Keesokan harinya, Keysha sudah siap untuk berangkat ke perusahaan yang ia tuju. Namun masih terlalu pagi baginya untuk melakukan interview. Iapun mampir ke salah satu restoran untuk sarapan pagi tidak jauh dari perusahaan.


Ia masuk ke restoran itu, dan mencari tempat yang agak pojok agar tidak membaur dengan pengunjung lainnya. Keysha melihat buku menu yang akan ia pesan. Kebetulan restoran yang ia tuju adalah salah satu restoran halal yang memudahkan dirinya untuk bebas memesan apa saja di restoran itu.


"Sudah siap pesan nona?" tanya pelayan pada Keysha.


"Aku butuh sup roti dan segelas susu coklat hangat," ucap Keysha.


"Apa ada tambahan lain, nona?"


"Cukup itu saja," ujar Keysha.


Lima menit kemudian, pesanan Keysha sudah siap di hidangkan di mejanya. Ia mulai menikmati sarapannya sambil melihat sesuatu di ponselnya. Sedang asyiknya menyaksikan tayangan di ponselnya, Keysha lupa janji interviewnya.


Ia baru menyadari setelah merasa ada yang telah terlewatkan olehnya.


"Oh iya, aku mau interview." Keysha segera memanggil pelayan untuk meminta bil. Setelah membayar tagihannya, Keysha segera meninggalkan restoran itu untuk melihat arah datangnya taksi. Karena terburu-buru, Keysha menabrak seorang pria tampan sambil memasukkan ponselnya ke blazer, namun ponsel itu tidak masuk tapi jatuh di atas karpet restoran.


"Oh, sorry!" ucap Keysha begitu saja karena taksi sudah ada di hadapannya.


"Astaga. Kenapa dengan gadis itu?" tanya pria tampan itu yang ditabrak dari belakang oleh Keysha yang ingin mendahului langkahnya karena ingin mengejar taksi.


"Bos. Ponsel gadis itu jatuh," ucap asisten pria tampan itu seraya memungut ponsel milik Keysha.


"Berikan ponsel itu padaku!" pinta pria tampan itu. Asistennya menyerahkan padanya. Keduanya masuk ke dalam mobil milik pria tampan itu.

__ADS_1


Mobil mewah itu meninggalkan restoran itu menuju perusahaannya di mana perusahaan yang sama yang sedang dituju oleh Keysha.


__ADS_2