TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
29. Tegang


__ADS_3

Mobil yang mengintai mobil Edward seketika menginjak remnya saat melihat mobil Edward bertabrakan dengan truk. Mobil pengintai yang merupakan anak buahnya Revo, langsung menghubungi Revo menceritakan keadaan sebenarnya.


"Tuan Revo. Ada masalah," ucap Diego.


"Ada masalah apa Diego?" tanya Revo.


"Mobil tuan Edward tabrakan dengan truk. Fotonya sudah saya kirim ke ponsel tuan,"ungkap Diego.


"Apaaa...?" sentak Revo lalu melihat pesan masuk dan ternyata mobil itu mengalami kecelakaan. Revo menatap wajah Stainer yang menatapnya sambil menanyakan dengan ekspresi wajah heran.


"Tuan. Mobil Edward mengalami kecelakaan," ucap Revo membuat mata Stainer melotot dengan rahang mengeras.


"Tidakkah....!" pekik Stainer lalu meminta helikopter cepat menghampiri lokasi kejadian tabrakan.


"Bisa anda percepat helikopter ini menunju lokasi yang dituju?" pekik Stainer terlihat panik.


"Siap Tuan!"


Helikopter lebih cepat bergerak dengan kecepata tinggi untuk mencapai lokasi kejadian dan tidak butuh waktu lama mereka sudah melihat titik lokasi kejadian. Stainer dan Revo bisa melihat kejadian di bawah sana. Kemacetan mulai terjadi hingga Stainer merasakan jantungnya hampir terlepas dari tempatnya.


Ketika helikopter itu berhasil mendarat tidak jauh dari lokasi kejadian, Stainer dan Revo segera turun dengan cepat menghampiri mobil Edward untuk melihat keadaan Keysha. Beruntunglah mobil itu dilengkapi dengan air bag.


Auto.howstuffworks, airbag berfungsi melindungi daerah kepala, leher, dan dada. Umumnya, airbag akan mengembang dari setir (roda kemudi) atau dari dasbor beberapa milidetik setelah tabrakan (300 kilometer per jam).

__ADS_1


Nantinya, ketika kepala pengemudi telah mengenai airbag, kantung udara itu akan mengempis secara perlahan, sehingga memungkinkan pengemudi untuk keluar dari mobil. Namun, airbag saja belum cukup, pengemudi dan penumpang tetap diharuskan mengenakan sabuk pengaman.


"Keysha ...Keysha ... Baby!" jerit Stainer berusaha membuka pintu mobil itu.


Air bag itu perlahan mengempis dengan sendirinya membuat Edward dan Keysha bisa bergerak agar segera keluar dari dalam mobil. Stainer merasa lega jika tubuh istrinya masih bisa terlindungi. Namun tidak dengan perutnya Keysha. Itu yang sedang dipikirkan oleh Stainer saat ini. Ia belum puas jika belum memastikan sendiri jika istri dan calon bayinya akan baik-baik saja.


Saat pintu mobil bisa di buka Keysha, Stainer sudah siap di pintu mobil untuk memeluk istrinya itu. Wajah Keysha termangu melihat suaminya sudah berada dihadapannya. Rasa rindu keduanya tidak bisa dikatakan lagi.


Keysha tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Apakah kedatangan Stainer untuk menceraikannya atau untuk menjemputnya karena rindu dan mengubah statusnya menjadi istri untuk selamanya bagi Stainer. Tanpa bisa berkata apa-apa, Stainer langsung memeluk istrinya.


"Oh my wife...! Miss you honey," ujar Stainer mendekap tubuh istrinya yang terlihat masih syok.


"Apakah kamu baik-baik saja sayang?" tanya Stainer memeriksa setiap anggota tubuh istrinya.


"Aku menjemputmu sayang. Ayo pulang ke rumah kita. Maafkan kebodohanku karena tidak tahu apa yang kamu inginkan," ucap Stainer lalu menggendong tubuh istrinya ala bridal style.


Keysha melingkarkan tangannya ke leher kokoh suaminya. Stainer membawa Keysha ke helikopter yang masih menunggu mereka. Sementara polisi langsung menangkap Edward yang masih berdiri dengan wajah bengong.


"Tuan Edward. Anda ditangkap karena telah melakukan penculikan nona Keysha yang merupakan istri tuan Stainer dan melanggar lalu lintas karena mengendarai mobil secara ugal-ugalan menyebabkan kecelakaan," ucap polisi itu.


"Tunggu...! Ini tidak seperti apa yang a


kalian tuduhkan. Aku tidak membawa kabur istri orang orang," ucap Edward membela diri.

__ADS_1


"Suami dari korban yang melaporkan sendiri kejahatan anda. Silahkan anda bisa menjelaskannya di kantor polisi. Anda berhak didampingi pengacara," ucap polisi sambil memasang borgol di tangan Edward yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Helikopter kembali mengudara menuju bandara setempat. Stainer tidak ingin menginap seharipun di negara itu. Pulang adalah jalan terbaik untuknya karena kucing manisnya itu selalu saja kabur.


"Nona Keysha. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Revo ikut cemas dengan keadaan nonanya saat ini.


"Saya baik-baik saja Revo. Terimakasih sudah mencemaskan saya," ucap Keysha masih kelihatan malu-malu pada kedua pria itu.


"Kita pulang sayang. Tiba di Jakarta baru ke rumah sakit. Apakah perutmu baik-baik saja?" tanya Stainer.


"Mengapa kamu menanyakan perutku, Stainer?"


"Karena kamu sedang hamil saat inikan?" tanya Stainer.


"Bagaimana kamu mengetahui kalau aku hamil, Stainer?" tanya Keysha.


"Karena tuan Stainer mengalami kehamilan simpatik," ujar Revo.


Pesawat jet pribadi milik Stainer mulai bergerak meninggalkan kembali kota Paris. Stainer membawa istrinya ke dalam kamar pribadinya. Ia ingin mengusap perut istrinya.


Dalam sekejap, pesawat sudah kembali mengudara. Stainer membuka blazer milik istrinya dan menggantinya dengan piyama tidur satin." Apakah kamu dirawat karena perutmu sakit Keysha?" tanya Stainer.


"Aku pingsan. Aku dirawat dua hari disana. Tapi saat dokter mengijinkan aku pulang, aku mengira Edward membawa pulang aku ke apartemenku, ternyata malah keluar kota," tutur Keysha.

__ADS_1


"Apakah kamu tidur sepanjang jalan hingga tidak menyadari pria berengsek itu berusaha mencukil mu?" omel Stainer.


__ADS_2