TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
26. Kurang Sehat


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, kesehatan Stainer tiba-tiba drop. Tubuhnya terasa sangat lelah dan mulai merasakan mual yang berlebihan. Setiap kali ingin makan, ia merasakan aroma makanan membuat perutnya bergejolak duluan hingga ia terus-menerus merasakan mual.


"Tuan. Apa yang bisa membuatmu menelan makanan. Ini sudah sepekan anda tidak ingin menyentuh makanannya. Apa perlu kita memanggil dokter?" tawar asisten Revo.


"Entahlah Revo. Mungkin kerinduanku kepada istriku membuat aku malas menyentuh makanan dan memilih untuk menahan lapar. Mungkin akibat itu kesehatanku jadi drop. Panggilkan aku dokter. Aku sudah tidak kuat lagi!" ucap Stainer.


"Baik Tuan." Revo menghubungi dokter pribadi Stainer yaitu dokter Felix.


Sekitar setengah jam, dokter Felix sudah menyambangi kediaman Stainer. Pria paruh baya itu merupakan sahabat ayahnya Stainer. Ia sudah menganggap Stainer seperti putranya sendiri.


"Silahkan dokter Felix! Stainer sedang terbaring di kamarnya," ucap asisten Revo yang menjemput doktor Feliks di pintu utama.


"Baik." Keduanya menuju ke kamar Stainer. Revo membuka pintu kamar Stainer mempersilahkan dokter Felix masuk.


"Pagi dokter!" lirih Stainer dengan tubuhnya yang terasa sangat lemas.


"Ada apa denganmu anak muda?" tanya dokter Felix sambil mengeluarkan peralatan medis miliknya.


Stainer menjelaskan apa yang dirasakan olehnya akhir-akhir ini. Dokter Felix menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan pencernaan seraya menempelkan stetoskop di dada dan perut Stainer.


"Saya rasa tidak ada yang serius denganmu Stainer. Mungkin saja istrimu saat ini sedang hamil hingga kamu mengalami kehamilan simpatik. Mana istrimu yang cantik itu?" tanya dokter Felix santai.


Stainer dan Revo saling bertatapan. Stainer beralih menatap dokter Felix. Hatinya tergetar mendengar ucapan dokter Felix yang menyatakan jika Keysha sedang hamil saat ini.


"Maaf dokter! maksud anda saya yang mengalami mual dan istri saya saat ini sedang hamil? begitu kesimpulan anda dengan apa yang saya alami ini?" tanya Stainer.


"Tentu saja. Dia tidak merasakan apapun karena kamu yang sudah menggantikan tempatnya," ucap dokter Felix.

__ADS_1


Stainer tersenyum dengan wajah berbinar. Ia semangat lagi untuk segera menemukan istrinya." Di mana istrimu Stainer?" ulang dokter Felix.


"A...iya dokter. Istriku seorang model papan atas. Saat ini dia sedang show di luar negeri. Mungkin Minggu depan dia akan pulang," ucap Stainer memberikan alasannya.


"Kalau begitu kamu harus menjemputnya sekarang dan segera bawa dua ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya. Takutnya dia tidak berhati-hati dengan tindakannya saat tampil berjalan di atas catwalk dengan sepatu highiils yang sangat tinggi. Jika tergelincir, nona Keysha akan mengalami keguguran," ucap dokter Felix mengingatkan Stainer.


"Jangan berkata seperti itu dokter! Aku sangat takut mendengarnya," ucap Stainer.


"Sekarang kuatkan fisikmu dan jemput istrimu. Atau tidak segera kabari dia tentang sakitmu, dengan begitu dia akan cemas dan langsung pulang menemuimu. Seorang istri tidak akan tenang jika mengetahui suaminya dalam keadaan sakit," lanjut dokter Felix.


"Baik dokter. Aku akan melakukan apa yang dokter minta. Semoga prediksi dokter benar adanya," ucap Stainer.


"Aku ini sudah sering menghadapi pria yang mengalami kehamilan simpatik. Entah itu kekasihnya ataupun istrinya. Dan kamu dari sekian orang yang mengalami gejala yang sama seperti yang sudah-sudah," ucap dokter Felix.


"Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan istriku," ucap Stainer.


"Terimakasih banyak dokter Felix. Hati-hati. Revo tolong antarkan dokter Felix ke bawah!" titah Stainer pada Revo yang langsung diangguki pria tampan itu.


"Sampai jumpa Stainer!"


Stainer tersenyum bahagia. Entah mengapa, respon tubuhnya tidak lagi selemah tadi. Ia ingin segera menemukan istrinya dan membawanya pulang. Ia ingin menyobek sendiri perjanjian kontrak nikah itu di depan Keysha agar istrinya tahu kalau perjanjian itu tidak berlaku untuk mereka.


"Keysha. Sudah cukup kamu bersembunyi sayang! Aku tidak akan membiarkan kamu terlalu lama meninggalkan aku dan juga membawa bayiku denganmu. Aku harus memastikan bayiku harus tercukupi asupan gizinya," lirih Stainer bermonolog


Revo kembali ke kamarnya Stainer. Di dalam sana, Stainer dan Revo sedang berdiskusi untuk menemukan Keysha. Mereka tidak mau menunggu lagi karena Keysha saat ini sedang hamil dan tinggal sendirian di luar sana.


"Revo. Aku tidak mau istriku melahirkan sendirian di luar negeri. Apa lagi aku jauh darinya dan itu akan membuatnya kesulitan jika ia membutuhkan sesuatu saat ia sakit. Beruntunglah aku yang mengalami ngidam parah. Jika terjadi padanya, aku tidak tahu lagi harus berkata apa. Pasti dia di sana sangat menderita," ucap Stainer terlihat berkaca-kaca..

__ADS_1


Revo hanya bisa menarik nafasnya dalam. Ia juga sangat kasihan melihat Stainer yang tidak berhenti mencemaskan istrinya sedetikpun. Namun ia benci dengan Keysha yang dianggapnya sangat egois. Terlalu memikirkan perjanjian kontrak nikah yang dibuat Stainer sementara perhatian dan cinta Stainer padanya melebihi dari butir perjanjian yang mereka buat.


"Saya akan lebih berusaha lagi untuk menemukan istri anda, tuan. Semoga kali ini kita tidak gagal," ucap Revo.


"Terimakasih Revo. Jika ini berhasil, aku akan menaikkan bonus untukmu 3 kali lipat dan mengambil cuti satu bulan," ucap Stainer.


'Benarkah Tuan! Aku sangat bahagia jika hari itu tiba," ujar Revo berbinar.


"Biar kamu makin semangat menemukan istriku," ucap Stainer.


"Itu pasti tuan. Kali ini aku tidak akan membuatmu kecewa," ucap Revo.


"Revo. Aku ingin makan rujak. Tolong carikan rujak untukku!" pinta Stainer.


"Ini sudah sekitar jam 11 siang. Saya rasa tukang rujak buah sudah ada yang mangkal di tempat mereka." Revo meraih kunci mobil dan pamit kepada Stainer.


Sementara di Perancis, Keysha sedang di ajak makan malam oleh Edward. Keysha terlihat kurang bersemangat akhir-akhir ini membuat Edward berusaha menyenangkan hatinya Keysha.


"Keysha. Apakah ada yang menganggu pikiranmu? apakah kamu sedang sakit?" tanya Edward sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Entahlah tuan. Aku hanya merasa mulutku tidak bisa merasakan kelezatan makanan. Itu yang membuat aku jadi malas makan," ucap Keysha.


"Mungkin kamu kelelahan. Sebaiknya habis ini kita coba ke dokter untuk memeriksa keadaanmu agar dokter bisa memberikan kamu vitamin," ucap Edward.


"Baiklah tuan. Itu lebih baik.. Maaf sudah merepotkan Anda tuan," ucap Keysha.


"Tidak sama sekali Keysha. Aku justru akan merasa bersalah jika kamu sakit karena mengurus semua urusan ku hingga membuat kamu kelelahan," ucap Edward.

__ADS_1


__ADS_2