TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
32. Kematian


__ADS_3

Stainer masih belum puas merendahkan harga dirinya INKA. Ia meminta Revo untuk memberikan gadis itu pelajaran. Saat tiba depan lobi Mall, Stainer membuka pintu mobil untuk istrinya. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan membawa istrinya pulang. Sepanjang jalan, Keysha terlelap karena kekenyangan.


Stainer menghubungi Revo sambil terus mengemudi." Hallo tuan!" sapa Revo dari seberang telepon.


"Apakah kamu masih ingat dengan mantan INKA?" tanya Stainer.


"Ada apa tuan?" tanya Revo.


"Habisi gadis itu! Dia telah menyakiti wanitaku. Saat ini dia sedang berada di mall. Hubungi saja pengawal Jo karena mereka masih ada di Mall itu!" titah Stainer.


"Baik Tuan." Revo hanya menarik nafas panjang. Setelah Edward yang dihabisin oleh anak buahnya setelah bebas dari jeratan polisi, kini giliran INKA.


Sepertinya Stainer sangat sensitif sekali jika istrinya itu disakiti oleh orang lain. Bahkan pria yang pernah menyakiti hati Keysha yaitu Deni sekarang dibuat lumpuh oleh anak buahnya Revo.


"Berarti nona Keysha lebih beruntung saat ini karena tuan Stainer tidak pernah mencintai seorang wanita sekuat ini setelah kepergian wanita masalalunya," batin Revo.

__ADS_1


Revo menghubungi body guard Joe untuk menculik INKA dan membawanya ke markas." Jo, apakah kamu masih di Mall?" tanya Revo.


"Iya tuan. Kami diminta tuan Stainer mengawasi gadis yang bernama INKA," sahut Joe.


"Kamu katakan kepadanya kalau tuan Stainer ingin bertemu dengannya ditempat yang biasa. Dan kamu harus menemaninya. Apakah kamu mengerti, Jo?" tanya Revo.


"Mengerti bos. Kami akan membawanya ke markas sesuai dengan hukum yang berlaku berdasarkan undang-undang tuan Stainer," ucap pengawal Jo.


Jo mendekati INKA yang sedang antri membeli tiket bioskop." Permisi nona INKA!" santun Jo.


"Saya pengawalnya tuan Stainer. Saat ini tuan Stainer sedang menunggu anda di tempat biasa. Saya diminta untuk menjemput anda nona," , ucap pengawal Jo.


"Apa...? jadi tuan Stainer meminta aku menemuinya?" ulang INKA dengan wajah berbinar.


Wajah INKA kembali berbinar. Dipikirannya, kalau Stainer telah menyesal karena memakinya tadi dan mau meminta maaf." Stainer. Aku tahu kamu hanya bersandiwara padaku tadi. Sekarang aku yakin saat ini kamu merasa bersalah dan meminta aku menemui," batin INKA penuh percaya diri.

__ADS_1


"Ayo bang kita ke tempatnya Stainer!" ucap INKA yang tahu kalau Stainer dulu sering mendatangi club' malam untuk mabuk-mabukan disana.


"Bagus. Aku tunggu hasil eksekusi mati gadis itu agar bos Stainer puas," ucap Revo.


Sementara Stainer dan Keysha sudah tiba di rumah mereka. Stainer menggendong tubuh istrinya membawanya ke dalam kamar. Seorang pelayan membawa makanan ringan milik Keysha yang tadi gadis itu sudah beli untuk dibawa ke kamar Stainer.


Tubuh Keysha direbahkan lalu diselimuti oleh Stainer. Keysha sepertinya sedang menggapai sesuatu di sampingnya sambil bergumam memanggil Stainer.


"Sayang...! baby...hubby!" panggil Stainer Keysha membuat Stainer buru-buru tidur disebelah sang istri.


Setelah merasakan tubuh suaminya yang ia sentuh, Keysha kembali tenang. Stainer meyakinkan dirinya jika Keysha mulai bergantung padanya. Alam bawah sadar gadis ini tidak ingin Stainer menjauh darinya.


"Akan aku buat kamu selalu membutuhkan aku, baby," bisik Stainer sambil mengelus perutnya Keysha.


Seakan mengetahui jika itu tangan ayahnya, sang bayi ikut merespon menendang tangan Stainer. Pria tampan ini sangat girang mendapatkan respon bayinya.

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu sayang. Datanglah secepatnya karena Daddy akan memanjakanmu dengan cinta," ucap Stainer.


__ADS_2