TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
27. Ambruk


__ADS_3

Keduanya sudah selesai menikmati makan malam mereka. Edward menggandeng tangan Keysha yang nampak makin pucat.


"Keysha. Apakah kamu masih kuat berjalan menuju tempat parkir?" tanya Edward.


"Hmm!"


"Apakah kamu mau aku gendong?" tawar Edward ditanggapin Keysha dengan gelengan kepala.


"Tidak usah sungkan Keysha! kamu itu lagi sakit, jadi pastinya kamu tetap butuh orang lain untuk menolong. Kalau pingsan di sini malah jadi pusat perhatian orang lain," ucap Edward.


"Aku hanya ingin pulang dan tidur Edward," lirih Keysha sambil mengeratkan genggaman pada lengan Edward yang merasakan tangan Keysha saat ini sangat dingin.


Edward meminta pelayan untuk mengambil mobilnya di tempat parkir agar ia bisa langsung membawa Keysha ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Keysha turun lebih dulu untuk menunggu di lobi supaya Edward memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Baru saja Edward menjalankan mobilnya tiba-tiba, Keysha ambruk ketika masuk ke dalam lobi rumah sakit. Edward panik hingga reflek menginjak rem. Ia langsung turun dari mobil dan meminta satpam memarkirkan mobilnya. Sementara dokter suster sudah langsung mengangkat tubuh Keysha memindahkannya ke atas brangkar. Membawanya ke ruang IGD.


"Keisya...!" pekik Edward panik mengikuti Keysha ke dalam ruang IGD yang langsung di tangani oleh dokter.


"Apakah anda walinya?" tanya dokter pada Edward.


"Iya dokter."


Dokter memeriksa keadaan Keysha lalu sesaat kemudian tersenyum. Ia menatap wajah Edward lalu mengucapkan selamat pada Edward.


"Selamat tuan! saat ini istri anda sedang hamil. Kami akan melanjutkan pemeriksaan dengan USG untuk mengetahui usia kandungannya dan keadaan janinnya," Ucap dokter Ashley.


"Apaaa ...? Keysha hamil?" lirih Edward syok.


Tidak lama kemudian Keysha mulai siuman. Ia meringis merasakan sangat pusing. Ia melihat dokter dan Edward berdiri di samping brangkar miliknya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Keysha bingung.


"Selamat nona. Saat ini Anda sedang hamil," ucap dokter Cole yang ikut memeriksa keadaan Keysha.


"Apa....? aku hamil," Keysha tersenyum mendengar jika dirinya hamil." Terimakasih ya Allah," lirih Keysha.


Walaupun ini merupakan kebahagiaan Keysha, namun tidak dengan Edward yang merasa sangat cemburu dengan Stainer yang telah lebih dulu mendapatkan Keysha.


Edward sudah menyelidiki siapa Keysha dan siapa suaminya gadis yang menjadi asisten pribadinya ini dari Gustavo yang memeriksa latar belakang Keysha. Sialnya Keysha menikah dengan Stainer yang tidak lain adalah seorang mafia yang memiliki beberapa perusahaan. Dan parahnya, Stainer adalah salah satu pemegang saham di perusahaan milik Edward.


"Dari sekian banyak pria di dunia ini mengapa Stainer yang menjadi sainganku? sementara aku telah jatuh cinta pada Keysha. Dulu mendiang kekasihku pernah jatuh cinta padanya dan sekarang gadis yang saat ini aku sukai malah istrinya Stainer. Kapan aku bisa beruntung," batin Edward.


Tidak lama kemudian, Keysha sudah di tangani oleh dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG pada perut Keysha. Dokter menawarkan Edward untuk ikut melihat perkembangan janin Keysha namun Keysha spontan menolak agar Edward tidak ikut melihat.


"Maaf dokter. Tuan Edward adalah bosku bukan suamiku. Aku tidak nyaman jika ada pria lain selain suamiku ikut melihat perutku. Keyakinanku melarang pria yang bukan saudara sedarah denganku ikut melihat bagian tubuhku yang tidak pantas dilihat oleh pria lain," jelas Keysha panjang lebar.


"Apakah anda seorang muslim?" tanya dokter Cole.


Edward tersenyum smirk ia tidak menyangka jika gadis ini yang merupakan seorang model dan biasanya gampang jatuh dalam pelukan pria lain jika berjauhan dan itu akan terbawa suasana karena butuh bukan karena cinta.


Yah seorang yang sudah menikah yang sudah sering melakukan hubungan intim dan tiba-tiba hidup berjauhan karena masalah tertentu pasti akan merasa kalau mereka memang butuh sentuhan karena tuntutan birahi. Namun tidak berlaku pada Keysha yang tetap pada pendiriannya untuk tetap setia pada pasangannya.


"Kamu sangat beruntung Stainer. Memiliki istri cerdas, cantik dan setia," puji Edward dalam hatinya.


"Tuan. Maaf kami ingin melakukan USG pada perut nona Keysha," ucap dokter Cole.


"Baik. Silahkan dokter! Keysha. Sebaiknya kamu dirawat supaya kamu merasa lebih baik. Daripada kamu di apartemen sendirian tanpa ada yang menemani itu akan membuat saya sangat kuatir," ucap Edward membuat Keysha merasakan ketulusan Edward padanya.


"Terimakasih tuan Edward."

__ADS_1


"Hmm!"


Edward meninggalkan Keysha dan menunggu di depan kamar IGD. Ia berencana ingin menyembunyikan Keysha dari Stainer. Ia tidak rela jika Keysha kembali pada Stainer.


"Jika dia mencintai suaminya, pasti dia akan meminta aku untuk menghubungi suaminya. Pasti hubungan antara Keysha dan Stainer pasti ada masalah. Mungkin kehadiran orang ketiga atau campur tangan keluarga atau ada perkataan Stainer yang membuat Keysha pergi meninggalkan dirinya," batin Edward sibuk dengan asumsinya sendiri.


Sementara di Jakarta, Revo berhasil menelusuri keberadaan Keysha. Ia sangat kaget saat mengetahui jika Keysha bekerja di perusahaan Edward dan menjadi asisten pribadinya pria tampan itu.


"Astaga. Bagaimana reaksi tuan Stainer jika mengetahui istrinya bekerja pada tuan Edward? apakah perselisihan akan terjadi lagi nantinya?" batin Revo menimang-nimang apa yang akan terjadi nantinya.


Saat ini keadaan Stainer sudah jauh lebih baik. Pria tampan itu sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Namun ia selalu menginginkan makanan yang aneh-aneh setiap saat dan Revo yang harus mencarinya.


"Selamat pagi Revo!" sapa Stainer saat Revo menjemput di kediamannya.


"Pagi tuan!" Revo membuka pintu mobil untuk tuannya..


"Apakah ada kabar dari istriku?" tanya Stainer penuh harap.


Revo meneguk salivanya dengan gugup. Ia ingin memastikan dulu apakah suasana hati Stainer sedang baik-baik saja saat ini atau tidak. Sementara Stainer sibuk memeriksa pesan emailnya yang sedang masuk saat ini di ponselnya.


Mobil mewah itu bergerak perlahan meninggalkan kediaman Stainer. Revo menambahkan kecepatan mobil itu dengan stabil dan saat ini mereka sudah berlomba dengan pengendara lainnya untuk mencapai tujuan mereka masing-masing.


Revo merasa lega saat melihat wajah Stainer nampak tenang walaupun ekspresi itu tetap saja datar. Mungkin sudah saatnya Revo menyampaikan kebenaran pada bosnya di mana keberadaan istrinya saat ini. Sambil menyetir mobilnya, Revo akhirnya bicara juga pada Stainer.


"Tuan. Saya sudah menemukan di mana keberadaan nona Keysha saat ini," ucap Revo hati-hati sambil sesekali melirik Stainer melalui spion mobil. Stainer mengangkat wajahnya. Menatap Revo melalui spion mobil.


"Apaaa..? benarkah kamu sudah menemukan istriku Revo?" tanya Stainer terlihat berbinar.


"Iya Tuan. Saat ini nona Keysha berada di Paris Perancis dan dia bekerja di perusahaan yang tentunya perusahaan itu milik ...-"

__ADS_1


"Siapa Revo?" tanya Stainer tidak sabaran.


__ADS_2