TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
23. Baru Sadar


__ADS_3

Keysha turun dari taxi menuju ke lobi perusahaan di mana ia sudah buat janji untuk melakukan interview. Ia menemui resepsionis dan menanyakan ruang kerja pemilik perusahaan itu karena ia di minta untuk temui langsung sang bos oleh bagian HRD. Bos yang ingin melihat sendiri apakah Keysha layak untuk menjadi sekertarisnya atau tidak.


"Selamat pagi!"


"Pagi nona! ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis itu.


"Iya. Aku di minta untuk bertemu dengan tuan Edward untuk interview. Apakah beliau ada?" tanya Keysha dengan santun.


"Tunggu sebentar. Saya hubungi dulu asistennya," ucap Gea.


"Baik. Saya akan tunggu nona." Keysha berdiri sebentar sambil menunggu resepsionis itu bicara dengan asistennya Edward.


Tidak berapa lama, resepsionis itu meminta Keysha untuk menuju ke lantai 21, di mana tuan Edward berada.


"Silahkan nona ikuti saya. Saya yang akan mengantarkan anda ke ruangan tuan Edward," ucap Gea.


"Baik." Keysha mengikuti langkah Gea memasuki pintu lift khusus untuk para eksekutif muda.


Keysha memantapkan hatinya untuk melakukan interview kerja dengan tuan Edward.


"Nona. Ini ruang kerjanya tuan Edward. Silahkan ketuk pintunya dan tunggu perintah dari dalam," ucap Gea.


"Terimakasih nona!" ucap Keysha santun.


Keysha mengetuk pintu itu beberapa kali dan terdengar ucapan dari dalam meminta dirinya untuk masuk. Dengan cepat, Keysha membuka pintu itu dan mencoba untuk mencondongkan kepalanya duluan sebelum tubuhnya. Ia melihat seorang pria tampan nan gagah sedang serius menatap laptopnya. Keysha memberanikan dirinya untuk melangkahkan kakinya menuju di depan meja tuan Edward.


"Selamat pagi tuan Edward!" sapa Keysha santun.


", Silahkan duduk!" titah tuan Edward tanpa melihat wajah Keysha karena sibuk dengan pekerjaannya kini.


Keysha mengambil tempat duduk didepan meja Edward sambil menundukkan wajahnya menatap lututnya yang sedikit gemetar saat melihat pesona Edward yang berwajah datar. Setelah menunggu sekitar 15 menit membuat Keysha mulai jengah dan boring. Tapi semuanya serba tanggung karena ia sangat membutuhkan pekerjaan ini.


"Ya Allah. Rasanya aku pingin tidur deh kalau di suruh tunggu kelamaan seperti ini," Batin Keysha.

__ADS_1


"Permisi tuan! apakah anda masih lama? kalau begitu saya permisi," ucap Keysha yang mulai tidak sabar.


Alih-alih menjawab pertanyaan Keysha, Edward justru membuat Keysha makin frustasi. Keysha tidak ingin lagi di suruh bersabar, ia akhirnya bangun dan hendak melangkah pergi namun dicegah oleh Edward.


"Pergilah! Aku tidak butuh seorang sekretaris yang tidak sabaran seperti anda," usir Edward membuat Keysha naik pitam.


"Anda sangat benar tuan karena bukan wanita penyabar yang menerima perlakuan anda yang tidak sopan pada staffnya. Saya memang sangat membutuhkan pekerjaan ini, tapi bukan berarti saya mau diperlakukan seperti orang bodoh di hadapan anda. Siapa juga yang mau bekerja dengan bos angkuh dan sialan seperti anda. Cih...! nggak butuh," umpat Keysha sangat berani pada seorang Edward yang terkenal sangat arogan.


Edward mengangkat wajahnya dan menatap wajah Keysha cantik Keysha yang sangat mempesona. Edward baru menyadari kalau Keysha adalah gadis yang beberapa saat yang lalu telah menabrak punggungnya tanpa mau melihat ke belakang.


"Kau....!" sentak Edward syok karena bertemu lagi dengan Keysha.


"Maaf. Saya harus pergi. Saya tidak punya waktu untuk menunggu anda mulai melakukan interview kerja pada saya," ucap Keysha lalu melangkah pergi namun di cegah oleh Edward.


"Kamu diterima bekerja denganku sebagai sekertaris mulai hari ini. Apakah kamu siap?" tanya Edward tanpa ingin interview lagi.


"Apaaa...? bagaimana mungkin tuan langsung menerima saya tanpa melakukan interview?" tanya Keysha bingung.


"Pemberontakan yang dilakukan padaku adalah bentuk penilai ku padamu bahwa anda bukan tipikal orang yang ingin membuang waktu. Anda ingin menyelesaikan tugas anda tepat waktu. Apakah anda siap bekerja denganku?" tanya Edward membuat Keysha tercengang.


"Apakah kamu masih mau bekerja denganku?" tanya Edward dengan wajah datarnya.


Keysha memejamkan matanya. Antara butuh dan gemas pada sikap Edward padanya. Semenit kemudian ia sedang memikirkan tawaran Edward. Setelah itu ia menarik nafasnya berusaha untuk mengendalikan perasaannya agar tetap tenang berpikir rasional.


"Baiklah. Aku bersedia menjadi sekertarismu," ucap Keysha tegas.


"Bukan sekertaris tapi asisten pribadiku. Kamu selalu bersamaku ke manapun aku pergi," ucap Edward.


"Tapi tidak dengan ranjangmu," timpal Keysha.


"Baiklah. Aku tidak mempermasalahkannya. Aku senang kamu menghargai dirimu agar tidak menggodaku," ucap Edward penuh percaya diri.


"Semoga saja, tuan. Sekarang apa tugasku?" tanya Keysha.

__ADS_1


"Gustav yang akan menjelaskan tugasmu! tunggu di sini," ucap Edward seraya menghubungi asistennya Gustav.


Beberapa menit kemudian, Gustavo masuk ke ruangan itu dan berdiri membelakangi Keysha.


"Gustav. Tugasmu akan digantikan oleh Keysha. Dan kamu jadi sekretaris. Jelaskan kepadanya, apa yang menjadi tugasnya, nona Keysha selama bekerja denganku!" titah Edward.


"Nona Keysha. Silahkan ikut saya!" pinta Gustavo agar Keysha ke ruang kerjanya.


Entah mengapa Edward tidak rela jika Keysha berdua saja dengan Gustavo.


"Jelaskan tugas Keysha di ruangan ini dan depanku agar aku ikut mendengarkan juga!" titah Edward.


Keysha membalikkan tubuhnya menghadap Gustavo yang langsung tercengang melihat wajah Keysha.


"Kau .. bukannya ...-"


Edward menatap tajam wajah Gustavo agar tidak membuka mulutnya karena mereka sudah tahu siapa Keysha. Gustav hanya tersenyum samar dengan wajah tegang lalu mengambil tempat duduk untuk menjelaskan tugas Keysha.


"Nona Keysha, duduklah di sebelahku dan dengarkan dengan baik apa yang akan aku sampaikan kepadamu," ucap Gustavo.


Keysha menyimaknya dengan serius. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Edward untuk menikmati kecantikan Keysha. Beberapa saat kemudian, Edward merasa pernah mengenal Keysha. Wajah cantik Keysha terasa tidak asing baginya. Otaknya saat ini terus loading untuk mencari momen di mana dirinya pernah melihat Keysha beberapa tahun yang lalu.


"Astaga. Bukankah Keysha adalah seorang model terkenal yang menghiasi majalah-majalah bisnis dan juga model iklan untuk sejumlah produk yang menggunakan jasanya," batin Edward.


Edward mengambil majalah bisnis terbaru di mana Keysha pernah menjadi model maskapai penerbangan milik Stainer. Edward tidak sabar untuk menanyakan gadis itu tentang profesi Keysha sebelumnya yang merupakan seorang model.


"Nona Keysha. Apakah anda adalah mantan model internasional?" tanya Edward langsung pada intinya membuat Keysha dan Gustav menghentikan obrolan mereka sebentar.


Keysha merasa tidak perlu menyembunyikan sesuatu dari Edward, toh profesi model bukan aib.


"Benar tuan! saya adalah mantan model. Saya ingin merasakan bekerja di perusahaan. Lagian profesi model hanya bagian dari hobi yang merupakan bakat dan minat saya pada dunia itu," ucap Keysha.


"Jadi kamu tidak ingin lagi melanjutkan profesi yang sudah membesarkan namamu?" tanya Edward.

__ADS_1


"Aku menekuni profesi model karena saat itu sedang kuliah. Sekarang ilmuku sudah cukup untuk aku bisa mencoba profesi lain yang sekarang ini sedang saya pelajari menjadi asisten pribadi anda, tuan Edward," ucap Keysha.


__ADS_2