TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
33. Akhir Yang Indah


__ADS_3

Stainer menemani istrinya yang baru saja melahirkan putra pertama mereka. Stainer yang begitu bangga memiliki seorang putra yang akan mewarisi kekayaannya.


Wajah mungil nan tampan itu lebih mirip istrinya Keysha. Mungkin Stainer terlalu mencintai istrinya hingga putranya mencetak habis wajah istrinya. Saat Keysha sudah dipindahkan ke kamar inapnya bersama bayi mereka, Stainer baru bisa meluapkan perasaan bahagianya.


"Baby. Thank you have given birth to a son for me!” ucap Stainer seraya membenamkan bibirnya pada keningnya Keysha.


"You're Wellcome, hubby..!" balas Keysha sambil tersenyum pada bayinya.


"Dia sangat tampan. Dia mirip denganmu, Keysha. Sekarang kita sudah menjadi sebuah keluarga. Aku menjadi enggan untuk lama pergi meninggalkan kalian," ucap Stainer.


"Tidak apa jika kamu pergi mencari nafkah untuk kami. Kami rela untuk menunggumu di sini sampai kamu pulang dalam keadaan lelah dan kami siap untuk menghiburmu," ucap Keysha.


"Terimakasih baby. Aku janji tidak akan melewatkan waktuku untuk hal yang tidak berguna. Aku harus bisa membuat hal sekecil apapun bermanfaat untuk keluargaku. Kalian semangatku dan juga kekuatan aku," ucap Stainer penuh cinta.


"Terimakasih telah memilih aku menjadi bagian dari kebahagiaanmu. Aku begitu takut untuk memilikimu dan merasa tak pantas bersanding denganmu karena kau terlalu tinggi untuk bisa aku gapai yang sebelumnya yang aku cintai hanya dalam anganku saja," Ucap Keysha.


"Aku malah bersyukur, jika jari-jemarimu yang konyol ini mempertemukan aku denganmu. Aku terlalu angkuh dari awal dengan amarahku saat itu, tapi di saat yang sama aku baru menyadari aku telah jatuh cinta padamu. Aku tidak tahu saat hatiku begitu bergetar melihatmu yang mampu menyentuh ruang hatiku yang hampa," balas Stainer.


"Terimakasih hubby!" ucap Keysha penuh syukur.


"Jangan terlalu menganggap aku sebagai pria yang tidak bisa kamu miliki, honey! justru kamulah yang menjadi wanita yang begitu membuat aku takut tidak bisa memilikimu. Karena kamu terlalu cantik. Hanya lelaki bodoh yang menolakmu begitu saja hingga aku yang kau pilih menjadi pria pendamping di kartu undangan palsumu itu. Dan sekarang kita sudah sama-sama merasa bahwa kita berharga untuk satu sama lain. Kita hanya perlu menguatkan hati kita agar cinta kita terus terjaga hingga akhir nanti," ucap Stainer.


"Terus bagaimana mungkin kamu saat itu tidak menginginkan aku hamil dan meminta aku mengurus bayi kita jika aku hamil?" tanya Keysha bingung dengan sikap Stainer yang tidak jelas menurutnya saat itu.


"Aku kira, kamu akan mengabaikan sikapku yang konyol itu dengan aturan bodoh yang membuat aku gila sendiri. Aku sangat marah saat mendapati kau menyimpan obat kontrasepsi agar tidak hamil anakku. Walaupun aku tahu itu adalah permintaan bodohku yang sampai saat ini aku masih menyesal karena kamu minum racun pembunuh benih cinta kita," ucap Stainer penuh sesal.


"Cintaku dan cintamu yang kita berikan akan kembali kepada kita karena cintamu hanya untukku sendiri, Keysha," ucap Stainer tampak berkaca-kaca.


Keduanya saling berciuman mesra. Lalu terkekeh sambil melihat pangeran mungil mereka saat ini yang masih terlelap dalam dunia mimpinya.


...----------------...

__ADS_1


Lima tahun kemudian, Keysha mendapatkan kado ulang tahun dari suaminya berupa perusahaan agensi sendiri. Bukan hanya perusahaan agensi saja yang akan ia kelola, namun Keysha memilih gadis-gadis berbakat di dunia fashion seperti desainer untuk membuat rancangan busana yang diinginkan Keysha sesuai dengan konsep yang ia inginkan disetiap momen yang akan ia lewati bersama pare model dan tentunya bukan pakaian yang memamerkan aurat.


"Terimakasih hubby...! Aku sangat senang bisa bekerja sesuai dengan hobi dan bakat aku. Aku rasa ini adalah mimpi aku yang selama ini hanya menjadi sebuah hal yang mustahil," ucap Keysha.


"Apapun keinginanmu, akan aku wujudkan selama aku masih bisa bernafas, Keysha. Aku hanya ingin kamu menjadi model untukku saja dan jangan pernah lagi menunjukkan bentuk keindahan tubuhmu kepada orang lain," ujar Stainer sambil memeluk pinggang istrinya posesif.


"Ayah...! Sean mau diantar ayah ke sekolah," ucap Sean yang sudah rapi saat ini dengan tas sekolahnya.


"Ok, sayang. Kita berangkat bersama bunda," ucap Stainer.


"Tapi, bunda yang akan jemput Sean kan bunda?" tanya Sean membuat Keysha gemas karena Keysha selalu saja mengutus modelnya untuk menjemput putranya Sean.


Hal ini membuat Sean agak kesal karena selalu saja bertemu semua dengan staff ibunya. Sebenarnya Keysha juga tidak ingin merepotkan para modelnya tapi, entah mengapa akhir-akhir ini ia selalu malas saat sudah memasuki waktu jam sebelas siang. Matanya. rasanya sangat berat saat ini.


"Baiklah. Bunda janji akan menjemput Sean. Sekarang kita berangkat," ucap Keysha menggandeng tangan putranya dan Sean menggandeng tangan ayahnya.


Ketiganya menuruni tangga menuju meja makan. Seperti biasa, ketiganya hanya sarapan roti sandwich dan segelas susu.


"Sean..! bagaimana sekolahmu? apakah kamu bisa mengikuti pelajaran dengan teman-temanmu?" tanya Stainer sambil mengunyah rotinya.


"Emang kenapa Sean merasa bosan dengan pelajarannya?" tanya Keysha.


"Sean sudah bisa baca dan berhitung tapi, ibu gurunya selalu mengulang pelajaran yang sama. Sean pingin pelajarannya yang lebih matang ayah, bunda," protes Sean.


"Sean kan masih usia TK. Jadi pelajarannya masih berulang. Nanti kalau sudah masuk SD, kamu akan belajar yang menantang," ucap Stainer.


"Berarti tunggu tiga bulan lagi ayah, Sean masuk SD," ucap Sean.


"Pastinya dong sayang? kenapa putranya bunda mendadak jadi cerewet?" tanya Keysha.


"Cerewet untuk kebaikan tidak masalah bunda, oh ya satu lagi, kapan Sean punya adik?" tanya Sean membuat Keysha tersedak.

__ADS_1


"Uhuk....uhuk ..!"


Stainer langsung memberikan air putih untuk istrinya. Sebenarnya, Keysha belum berniat punya anak lagi saat ini karena ia sedang fokus pada bisnis barunya.


"Ayo. Sekarang kita berangkat!" ucap Stainer lalu mengajak keluarganya berangkat bersama dengan satu mobil yang sama.


Pasangan ini kerap mengantarkan putra mereka bersama dan tanggung jawab jemput adalah Keysha karena Stainer selalu ada meeting menjelang jam makan siang.


Setibanya di sekolah, Keysha turun dari mobilnya bersama putranya Sean. Ia mengantar Sean sampai ke pintu kelas putranya. Setelah diterima oleh ibu gurunya, Keysha baru mengecup pipi putranya dan kembali ke mobil suaminya menuju perusahaan miliknya.


Saat mencapai mobil, Keysha merasakan tubuhnya hampir limbung dan Stainer buru-buru turun untuk menangkap tubuh istrinya karena jalan Keysha seperti orang mabuk.


"Ada apa dengan istriku...?" desis Stainer yang langsung memeluk istrinya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Stainer cemas.


"Entahlah Stainer, tubuhku rasanya tiba-tiba sangat lemas dan kepalaku rasanya sangat pusing," keluh Keysha.


"Baiklah. Kalau begitu kita langsung ke rumah sakit saja dulu. Biar semuanya jelas. Aku tidak mau kamu sakit karena kelelahan, sayang," ucap Stainer dan Keysha tidak menolaknya karena ia juga merasa tidak enak badan akhir-akhir ini.


Setibanya di rumah sakit, dokter segera memeriksakan keadaan Keysha. Sekitar beberapa menit kemudian, dokter umum ini meminta Stainer dan Keysha untuk pindah ke poli kandungan.


"Sepertinya keadaan nona Keysha baik-baik saja. Ini adalah gejala yang biasa dialami oleh wanita hamil," ucap Dokter Luna.


"Apa...? jadi istri saya hamil dokter?" tanya Stainer dengan wajah berbinar.


"Sepertinya begitu setelah mendengar penjelasan Nona Keysha bagaimana menstruasi bulanannya yang saat ini sudah tidak lagi haid selama tiga bulan," jawab dokter Luna.


"Wow...amazing, Baby! terimakasih dokter. Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Stainer lalu meninggalkan ruang praktek dokter Luna.


"Akhirnya kesampaian juga keinginannya Sean, sayang kalau dua akan memiliki adik. Semoga adiknya perempuan. Dan cantik seperti ibunya," ucap Stainer penuh syukur.

__ADS_1


........


TAMAT


__ADS_2