TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA

TERJEBAK PERMAINAN HOT MAFIA
31. Masa Tenang


__ADS_3

Setelah Keysha kembali lagi dalam pelukannya, Stainer ingin menghabiskan waktunya bersama sang istri setelah tiga bulan lebih berpisah. Keduanya seakan sedang menebus kesalahannya mereka masing-masing.


Keduanya ingin memperbaikinya dari hal kecil hingga hal yang besar. Stainer selalu mengantarkan istrinya ke rumah sakit untuk kontrol perkembangan janin mereka yang saat ini sudah memasuki usia kehamilan 6 bulan.


Stainer selalu memenuhi keinginan istrinya. Entah yang berhubungan dengan makanan maupun barang kesukaannya Keysha.


Seperti sore ini Keysha meminta suaminya untuk belanja untuk belanja dan makan jajanan seperti somay, mie ayam dan empek-empek Palembang.


Saat memasuki Mall, Keysha sedang mencari beberapa dress untuk ibu hamil. Ia juga membeli perlengkapan bayi. Stainer sangat sabar mendampingi sang istri yang makin manja saat kehamilannya makin membesar. Lucunya para pengunjung mal dan SPG mengenali wajah cantik Keysha karena banyak fotonya sebagai model iklan pakaian dengan brand ternama terpampang di setiap konter. Kadang tas, sepatu, make up dan juga parfum.


"Sayang. Sepertinya mereka mengetahui kalau kamu adalah model dari barang-barang branded yang ada di Mall ini," ucap Stainer.


"Emang kenapa kalau mereka mengenali aku, hubby?" tanya Keysha sambil mengumbar senyum pada para pengunjung Mall yang menegurnya.


"Apakah kamu tidak capek dari tadi senyum terus menerus pada mereka, baby?" protes Stainer.


"Senyum itu bernilai ibadah dan juga berpahala. Sedekah yang paling ringan itu adalah senyum. Kenapa malah di larang? lagian mereka tidak menyakiti aku. Mereka tetap santun. Yang pemudanya juga ramah dan tidak menatap aku dengan tatapan mesum. Lantas salah mereka di mana, honey?" bantah Keysha.


"Aku nggak suka saja melihat kamu terlalu ramah dengan mereka, baby?" pukas Stainer.


"Hubby. Yang namanya publik figur itu harus siap resiko menjadi milik umum. Aku tinggal di hati mereka sebagai bentuk kekaguman mereka saja yang bergelar fans itu. Selebihnya hati, jiwaku, dan ragaku tetap menjadi milik kamu," ucap Keysha penuh penekanan pada kalimatnya.


"Pintar banget sih ngelesnya," Stainer memencet hidung mancung dan mungil milik Keysha.


Stainer terlihat tenang jalan bersama Keysha karena ada dua body guard yang mengawasi pasangan ini agar fansnya Keysha tidak mendekati ibu hamil ini untuk sekedar foto bareng dengan Keysha yang biasa para fans itu selalu menyerobot untuk foto bareng Keysha.

__ADS_1


"Sayang. Kita makan yuk!" ajak Keysha saat mereka melewati food court yang terdapat di mall itu.


"Baiklah kita makan sekarang. Tapi, setelah itu langsung pulang dan jangan ke mana-mana lagi. Aku sangat takut saat kamu hamil begini harus berada di luar terlalu lama," ucap Stainer penuh kecemasan.


"Iya sayang. Habis makan kita langsung pulang," Keysha menyanggupi permintaan suaminya. Saat Keysha hamil, Stainer lebih protektif dengan gadis ini.


Menu yang dipilih Keysha adalah empek-empek Palembang. Stainer mengikuti saja keinginan ibu mil ini dengan memilih makanan yang sama untuknya. Keduanya menikmati makanan mereka. Tiba-tiba ada seorang gadis menghampiri Stainer.


"Hai Stainer ...!" sapa gadis itu yang nekat mendekap Stainer dari balik punggung Stainer membuat mata Keysha langsung melotot.


Stainer segera berdiri untuk menghindari gadis itu sambil menepis kedua tangan gadis itu dari pundaknya.


"Ada urusan apa kamu menghampiriku, INKA?" ketus Stainer pada wanita itu sambil melirik Keysha.


Wajah Keysha tampak syok tapi ia berusaha rileks karena tidak ingin menurunkan pamornya di hadapan banyak orang yang mengenalnya sebagai model.


Keysha menekan perasaannya agar tidak terlihat cemburu pada gadis itu karena belum tahu statusnya gadis itu seperti apa saat ini untuk suaminya. Cemburu buta akan merusak kembali suasana hati mereka yang saat ini sudah terajut kembali penuh cinta dan berjanji agar tidak salah paham satu sama lain karena akan memperburuk hubungan mereka.


"Keysha. Kenalkan ini adalah mantan sekretaris aku dulu! dan INKA, ini istriku Keysa. Saat ini istriku sedang mengandung anak pertama kami" ucap Stainer memperkenalkan keduanya.


Keysha segera mengulurkan tangannya pada INKA yang menatapnya tak suka namun ekspresi mukanya dibuat sebisa mungkin untuk tetap tersenyum di depan Stainer dan Keysa.


"Keysa!"


"INKA!"

__ADS_1


Keduanya saling menyebutkan nama mereka dengan kata-kata basa basi yang tidak penting.


"Aku kira kamu betah jomblo karena tidak ingin dipusingkan dengan urusan wanita sekalipun wajah cantik wanita yang datang padamu silih berganti Stainer," ucap menohok INKA untuk merendahkan Keysha.


"Tapi, itu tidak berlaku untuk istriku Keysha. Dia segalanya bagiku. Bahkan batinku tidak tenang jika tidak menatap senyum di wajahnya sekali saja," ucap Stainer menyanjung istrinya di depan INKA yang mengepal kuat kedua tangannya menahan geram.


"Wanita sialan. Berani sekali kau merebut mainanku," umpat INKA.


Melihat gestur tubuh Inka yang menyimpan amarah padanya, Keysha sengaja memanasi perasaan gadis yang terlihat lebih tua darinya itu.


"Hubby. Aku mau pulang. Aku masih mengantuk karena sampai pagi ini kamu tidak mengijinkan aku tidur," ucap Keysha memberi penekanan kalimatnya tidak mengijinkan tidur untuk membuat INKA makin meradang.


"Jadi Stainer saat ini menjadikan tubuh istrinya sebagai candunya walaupun saat ini wanita ini sedang hamil.," batin INKA menahan matanya yang terasa sudah panas.


"Ayo sayang kita pulang!" ajak Stainer menuntun langkah isterinya.


"Apakah sudah kebiasaan seorang model yang selalu memuaskan pria kaya untuk mempersiapkan masa pensiunnya?" sindir INKA sinis.


Stainer menghentikan langkahnya mendengar ucapan INKA yang sengaja merendahkan istrinya. Ia membalikkan tubuhnya menghampiri INKA.


"Sayang sekali INKA asumsimu yang negatif pada semua model itu tidaklah benar karena aku mendapati perawan istriku di malam pengantin kami. Dia adalah putri bangsawan yang selalu menjaga kehormatannya dan pandai menempatkan dirinya di atas profesi yang sedang ia geluti demi menjaga martabatnya sebagai wanita bermartabat.


Jadi, jangan samakan kamu dengan dirinya. Kamu rela melepaskan pakaianmu dari tubuhmu itu hanya untuk mendapatkan aku, tapi tidak dengan Keysha yang mempertahankan kesuciannya. Dan hanya wanita seperti Istriku yang membuat aku tergila-gila padanya. Dan aku rela menukarkan apapun dengan apa yang aku miliki hanya untuk mendapatkan dirinya," tutur Stainer menjatuhkan harga dirinya INKA.


"Sialan aku kalah lagi. Baiklah. Tidak apa jika saat ini kamu merasa menang Stainer. Aku akan membalas penghinaanmu padaku hari ini dengan membuat wanitamu menjauhi dirimu," batin INKA sambil menarik sudut bibirnya.

__ADS_1


Ia melihat pasangan itu meninggalkan dirinya dengan ucapan yang tidak cukup membuat ia bisa melupakannya hanya dengan melampiaskan amarahnya saja.


__ADS_2