
April terbangun merasakan sentuhan di tubuhnya, April membalik tubuhnya ia
melihat Shakti berada di atasnya. Shower cap di kepalanya sudah menghilang,
tapi rambutnya masih terikat rapi. Matanya terbuka lebar, tidak…Shakti tidak
sedang mabuk, ia sedang bergairah….karena April. Shakti lalu mencium April,
menekankan bibirnya yang ranum ke bibir April yang mungil, ********** dan
menikmatinya. April sendiri tidak melawan, ia memejamkan mata, menikmatinya,
April menginginkannya.
Shakti melucuti semua yang tersisa di tubuh April, menyentuhnya
dengan tangannya yang besar dan kekar. April sendiri tak menahan diri. Ia
mendesah menikmati yang dirasakannya saat Shakti menciumi seluruh senti
tubuhnya. Tubuh April memanas, ia tidak ingin kenikmatan ini terhenti. Shakti
yang sudah menahan hasrat ini berhari-hari lamanya tidak menunggu lagi. Ia
ingin menikmati April dengan seutuhnya dan ia pun ingin April menikmati dirinya
dengan sepenuhnya juga. *******-******* panjang kenikmatan saling bersahutan.
Tubuh mereka mulai berkeringat, namun rasa lelah hilang
sama sekali dari tubuh mereka, adrenalin keduanya berpacu membuncah. Dan Shakti
sangat kuat, energy nya seakan tidak ada habisnya. April yang kelelahan namun
Shakti tidak berhenti sama sekali.
Entah berapa jam kemudian pergumulan itu berakhir,
April terkapar kelelahan, Shakti sebetulnya masih ingin melanjutkan, namun
melihat April yang sudah lemas Shakti memilih untuk berhenti dan memeluk April.
Shakti memeluk April dengan erat dari belakang, mereka sama-sama terdiam
merasakan gelombang kenikmatan yang tersisa, juga memang situasinya yang
tadinya penuh gairah, berubah canggung. April bisa merasakan nafas Shakti di
tengkuknya, bibirnya menempel di bahu April, sementara tangannya yang besar
membungkus tubuh April dengan sempurna di bawah duvet. Kulit mereka yang basah
karena keringat saling menempel.
“Sebaiknya bapak jangan berkata apapun yang akan merusak
suasana ini” ucap April lirih, saat ia merasakan bibir Shakti di bahunya
terbuka seperti akan mengatakan sesuatu.
“Baiklah” kata Shakti lalu membenamkan wajahnya ke
punggung April. Sekejap kemudian April tertidur kelelahan, sementara Shakti
menciumi punggungnya dan terus memeluk April.
Beberapa jam kemudian April terbangun. Shakti sedang
duduk di sampingnya sambil membaca text dari ponselnya, wajahnya terlihat
serius, namun melihat April terbangun ia lalu tersenyum
“What do you think about breakfast in bed?”tanyanya
menawarkan. April mengangguk setuju. Shakti lalu mengambil telepon di samping
ranjang dan memesan breakfast. Setengah jam kemudian makanan datang dengan trolley karena pilihannya yang sangat
banyak. Shakti mengambilnya dari pintu, tidak membiarkan April turun dari
ranjang sedikit pun. Ia lalu menyimpan nampan di atas kasur dan duduk kembali
di samping April. Lalu April dan Shakti sama-sama memakan croissant diolesi
butter sebagai permulaan
“Apa yang akan bapak lakukan selanjutnya?”tanya April
“Tentang?”Shakti balik bertanya
“Tentang bapak yang didepak dari perusahaan bapak
sendiri”lanjut April lalu menenggak orange juice
“Aku perlu lawyer, lawyer yang bagus. Aku perlu
diskusi mengenai keputusan yang mereka ambil kemarin, mengenai legalisasinya”
“Bapak mau nuntut PT Sigma?”tanya April
“Aku belum tau, aku harus konsultasi dulu dengan
lawyer, Soalnya nama aku masih tercatat di Akta perusahaan. Yang pasti harus
aku pelajari dulu” kata Shakti, kali ini menyuapkan sesendok omelet ke
mulutnya. Penampilan Shakti tampak berbeda, tubuhnya yang topless terbentuk
sempurna, persis seperti yang April ingat di malam pertama kali mereka bertemu,
kecuali efek air dari shower dan uap air panas yang membingkai tubuhnya seperti
dalam drama korea. Kali ini rambut kusut panjang yang selalu menutupi wajahnya
diikat ke atas, walaupun kacamata tebalnya masih bertengger di tempatnya, tapi
karena April sudah melihat mata coklatnya dari dekat, rahangnya yang tegas,
dagunya yang berjanggut kasar karena belum dicukur, bibirnya yang nikmat, April
merasa selama ini Shakti menutupi potensi dirinya
“Kenapa, yang tadi masih kurang?”tanya Shakti melihat
April menatapnya , April buru-buru menunduk, wajahnya memerah. Shakti tersenyum
senang
“Kamu ngga tau betapa aku menahan diri sekuat tenaga
untuk tidak menjamah kamu di rumah kemarin” jujur Shakti sambil menggaruk
kepalanya yang tidak gatal, ia pun tersipu malu. April tersenyum, itulah
sebabnya tadi begitu intens, nampaknya gairah Shakti membuncah maksimal,
seperti serigala yang dilepaskan dari kandang setelah dikurung bertahun-tahun
lamanya.
“Kamu juga harus berhenti manggil aku Pak, panggil
Shakti aja” pintanya
“Lho, kenapa pak?”April kaget
“Setelah yang terjadi, kamu yakin masih mau manggil
Pak?”tanya Shakti aneh
‘Iya juga sih’ pikir April, ia bahkan masih hanya
berselimut duvet, Shakti hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Apa yang
terjadi pada mereka tidak lazim terjadi pada boss dan karyawannya. Apakah
Shakti memang menginginkan mereka menjadi pasangan yang sebenarnya?
“Baiklah, Shakti” kata April gagap, ia belum terbiasa
memanggil bossnya dengan nama depannya. Tapi Shakti terlihat puas mendengarnya
“Tapi bukan berarti aku dipecat kan Pak…eh Ti?”tanya
April gugup
__ADS_1
“Aku…mecat kamu….sekretaris paling hebat sedunia…gila
kamu” teriaknya marah
“Harus berapa kali sih aku bilang kalau aku itu
beruntung punya kamu”April akhirnya tersenyum senang
April lalu bergerak meraih bathrobe di lantai
“Mau kemana?”tanya Shakti
“Mandi, tadi malam aku jemur pakaian di kamar mandi,
semalam pakaian kita kena muntahan Bapak semuanya…maksudku Kamu…” kata April,
Shakti tergelak mendengar April masih memanggilnya dengan sebutan bapak
“Kita buang aja baju-baju itu, di lantai bawah ada
mall, kita belanja” ajak Shakti
“Tapi aku bahkan ngga pakai pakaian dalam” tolak
April
“Well, sekali-kali kita harus agak nekat kan…aku
minta bathrobe baru untuk kita, terus kita turun ya”ajak Shakti meyakinkan
membuat April yang ragu mengangguk mengiyakan ajakannya.
Beberapa menit kemudian 2 bathrobe baru datang, April
mengikat talinya sekencang mungkin ke pinggangnya agar tidak terbuka, sementara
Shakti mengambil black card nya dan memasukkannya ke saku.
Tempat yang yang pertama mereka datangi adalah La
Perla, Shakti sangat peduli dengan April sehingga memilih toko ini untuk
didatangi pertama agar April merasa nyaman. Tak kurang dari selusin pakaian
dalam Shakti belikan, termasuk gaun tidur, dan lingerie. Seharian mereka keluar
masuk toko-toko di Marina Bay Sands.
April sudah selesai belanja, ia menggunakan summer
dress polos berwarna biru dari Zara, dan sandal Chloe. Shakti memaksanya untuk
membeli beberapa pakaian, dan sepatu bermerek mahal, belum lagi hand bag, dan
koper baru dari Rimowa. Semua barang sudah diantarkan bellboy ke kamar, saatnya
menunggu Shakti yang berbelanja. Setelah membeli pakaian dalam di Hugo, mereka
masuk ke gerai Brunello Cucinelli. Shakti memilih beberapa celana pendek,
celana panjang, kemeja dan cardigan. Ini adalah toko yang bahkan April baru
mendengar namanya disini, sangat elit. Tone warna yang digunakan pun sangat
earthy, sangat berbeda dengan pakaian yang biasanya Shakti pakai sehari-hari.
Shakti keluar dari tempat ganti baju menggunakan
celana pendek warna khaki dan t-shirt putih. Ia membayar pakaiannya lalu
mendekati April yang menunggu di sofa toko
“Kita makan siang dulu yuk, aku lapar, mau makan di
hotel atau diluar?”tanyanya
“Diluar” jawab April senang, akhirnya ia bisa
jalan-jalan di luar negri
“Tapi kamu ngga akan beli sandal dulu?”tanya April
mengingatkan Shakti yang masih menggunakan sandal hotel
“Nanti kita mampir ke Armani sambil lewat”katanya
“Kemarin juga aku belum registrasi kamar” kata April
saat mereka keluar toko
“Kebetulan, aku mau sekalian sewa mobil dan paid out,
aku ngga ada uang cash” ujar Shakti lalu
mereka berbelok ke gerai Armani.
Selesai Shakti memesan mobil dan memberikan kantung
belanjanya pada bellboy untuk diantarkan ke kamar, ia duduk di samping April
yang sedang minum welcome drink. Karena Shakti adalah repeater guest di Marina
Bay Sands terutama untuk kamar Club, ia hanya perlu tanda tangan untuk
menyelesaikan administrasi, sekaligus memastikan berapa lama kira-kiranya
mereka akan tinggal disana.
“Kita mau menginap berapa lama?”tanya April
“Aku baru bilang kita akan menginap 2 malam dulu”
jawab Shakti sambil mengambil welcome drink nya
“Terus pulang ke Indonesia, atau menginap di condo
keluarga?”tanya April
“Hmmm, kita akan tinggal lebih lama disini, dan tidak
kita ngga akan ke condo keluargaku”jawab Shakti
“Kamu tau dari mana keluargaku ada condo
disini?”Shakti balas bertanya
“Oh, Pak Andi cerita kemarin waktu nganterin kita ke
Hotel, kamu kan pingsan sejak dari pesawat. Kita engga manggil Pak Andi aja
buat jalan-jalan?”
“Ah, kita dijemput Pak Andi kemarin, cerita apa aja
dia?”tanya Shakti
“Cuma cerita kalau keluarga Maheswara punya condo
disini, nawarin buat nganter ke Condo sebelum kesini. Hotel ini juga referensi
dia”jelas April. Shakti lalu menyandar ke sofa
“Berarti keluarga udah tau aku kabur ke Singapore.
Besok kita pindah hotel ya” kata Shakti, April hanya mengangguk
“Sebisa mungkin kita menjauh dari radar keluargaku,
jadi kita jangan menggunakan fasilitas mereka. Karena mereka pasti melapor pada
Ayah dan Ibu. Apalagi dengan keadaan aku yang baru dipecat” April mengangguk
mengerti
Tak lama ada resepsionis datang membawakan amplop
berisi uang dollar Singapore
“Here is your cash, your rental waiting in the lobby”
katanya sambil tersenyum
April dan Shakti lalu berdiri dan berjalan menuju
lobby. Sebuah sedan hitam bermerek Mercedes sudah siap digunakan, Brian sudah
__ADS_1
menunggu di samping pintu mobil yang terbuka sambil tersenyum.
“Have a good day” katanya saat April dan Shakti masuk
ke mobil.
“Tolong masukkan ke dompet Pril” kata Shakti sambil
memberikan amplop dan dompetnya pada April, sementara ia sendiri sibuk menyetir
“Kemarin aku ambil uang dari dompet ini untuk kasih
tips buat Brian sama bellboy” kata April dengan suara pelan, ia merasa bersalah
karena mengambil uang Shakti tanpa izin
“Kamu ngga pelit-pelit kan ngasih tipsnya, jangan
malu-maluin”ujar Shakti alih-alih marah karena April mengambil uangnya tanpa
izin. April memasukkan uang ke dalam dompet tidak trendy milik Shakti
“Ti, sebelumnya maaf kalau aku tidak sopan…”
“Udah deh, kamu tiap ngomong sama aku kaya lagi
ngomong sama Pak RT, drop it off…”ujar Shakti
“Oke, oke….Ti, ngeliat kamu yang sekarang kok beda
banget dengan kamu yang di Jakarta?”tanya April
“Maksudnya?”Shakti tidak mengerti
“Ini contohnya, dompet kamu yang ngga trendy ini. Oke
mungkin ini merek terkenal tapi kelihatannya sangat OKB” alih-alih marah
mendengar penjelasan April, Shakti malah tertawa terbahak-bahak
“Terus pakaian-pakaian kamu di Jakarta, snagat
bertolak belakang dengan baju yang kamu pilih dan pakai sekarang ini,
jangan-jangan kamu berkepribadian ganda ya Ti?”tanya April curiga, Shakti
semakin keras tertawa
“Emang separah itu ya penampilanku?”tanya Shakti
sambil terus tertawa
“Kalau kamu rapper, terus bergigi emas, kemana-mana
pakai rantai gelang dan rantai kalung emas mungkin sesuai Ti, ini sih polusi
mata menurutku” Shakti lagi-lagi tergelak mendengarnya
“Kamu lucu….Prilll” katanya sambil mengusap rambut
April. April yang diusap langsung tersentak, dadanya bergemuruh, perasaannya
melayang
“Penampilanku ngga kaya gitu awalnya, aku ya kaya
gini aja. Aku berubah saat jatuh cinta pada Nania…”
‘Dhegg’ April yang baru saja melayang langsung terjun
bebas lagi mendengar ucapan Shakti
Saat itu gedung PT. Sigma Abadi Sentosa baru saja
diresmikan. Shakti meminta Andra untuk mengadakan mega recruitment, karena
perusahaannya ini akan membutuhkan banyak karyawan. Shakti sendiri mendapatkan
tender dari pemerintah dan beberapa corporate untuk mengerjakan proyek internet
dan komputerisasi gedung-gedung perkantoran mereka. Disitulah Nania melamar
menjadi financial administrator. Awalnya Andra menolak karena kemampuannya
tidak sesuai dengan posisi yang dilamar, ditambah lagi umurnya terlalu tua
untuk posisi admin. Tapi saat itu Juna yang diminta ayahnya ‘membantu’ meminta
untuk Andra memberikan kesempatan. Tapi benar saja, performance nya sangat
buruk sehingga Nania dipindahkan ke bagian marketing. Disanalah ia bertemu
Shakti.
Di awal perusahaan Shakti memang sangat menge-push pemasaran
dan kualitas service perusahaannya untuk mendapatkan penilaian baik konsumen.
Jadi ia turun langsung, untuk membantu pekerjaan anak buahnya. Nania yang saat
itu performanya masih buruk sering ia training one on one. Untuk Shakti, cinta
datang karena terbiasa. Karena hampir setiap hari dibayang-bayangi Nania,
akhirnya ia jatuh cinta, jatuh yang sejatuh-jatuhnya. Apapun yang Nania minta
dikabulkan, apapun yang Nania mau adalah titah untuknya.
Selera Nania tinggi, namun dengan semua kekayaan
Shakti semuanya mudah saja. Pakaian, perhiasan, mobil, jalan-jalan, makan enak,
setiap weekend mereka pasti ada di objek wisata. Entah itu Bali atau Paris.
Nania juga sangat pengatur dan pencemburu. Jangankan
melihat Shakti ngobrol berdua dengan perempuan, Shakti punya nomor karyawan
perempuan pun dihapusnya. Shakti malah senang dibegitukan, menurutnya itu
tandanya Nania cinta padanya.
Tapi karena Nania sudah terlanjur cemburu, Shakti
berusaha keras menebusnya. Ia menurut dengan semua yang Nania minta.
Transformasi pun dimulai. Nania melarang Shakti memotong atau styling
rambutnya. Kacamatanya pun dipilihkan yang tidak menarik. Setelah itu semua
pakaian Shakti diganti dengan pilihan Nania. Shakti tidak menolak ataupun
melawan. Toh ia memiliki Nania, dan menurutnya kemampuan memimpin perusahaannya
tidak terganggu apapun yang digunakannya.
Lalu Shakti mulai mengajari Nania memimpin
perusahaan, karirnya naik drastic, Shakti bahkan tidak peduli dengan gossip
disekelilingnya tentang bagaimana tidak adilnya dia pilih kasih menaikkan Nania
di kantor. Tapi karena cinta sudah membutakannya, Shakti tidak peduli.
Nania sendiri sangat ahli mengambil hati
kakak-kakaknya dan Ayah Shakti. Sehingga untuk berada di posisi Direktur ia
mendapatkan rekomendasi yang kuat dari mereka semua.
“Tapi pada akhirnya kamu dan Nania putus juga”kata
April, entah kenapa ada rasa marah dan tak terima di dadanya, apakah ini
cemburu?
“Ya, Nania merasa terganggu dengan aku yang selalu
menanyakan soal perusahaan padanya, kami lalu berpisah dan ia mulai mengirimkan
aku ke exhibition” SHakti lalu melirik ke spion, ia menyadari perubahan di
wajah April. Reflek tangannya lagi-lagi mengelus rambut April menenangkannya.
Dalam hatinya Shakti senang melihat perubahan wajah april, ia senang April
__ADS_1
terlihat cemburu.
-It’s Getting Better-