Terjerat CEO Cupu

Terjerat CEO Cupu
Kamala


__ADS_3

Makan siang di rumah Robby Maheswara yang terlihat


seperti istana siang ini sangat mencekam. Padahal biasanya mereka


menunggu-nunggu makan siang keluarga ini. Satu hari dimana anak- anak Robby


Maheswara bisa merasakan makanan buatan ibunya yang semenjak mereka kaya raya


jarang bisa mereka nikmati karena kesibukan masing-masing.


Hari ini semuanya berkumpul, anak, menantu, cucu,


bahkan Nania. Mereka makan siang di meja panjang yang luas, penuh dengan


makanan. Semalaman Kamala Maheswara, istri Robby Maheswara ibu dari Arbi, Juna,


Rezha dan Shakti memasakkan makanan ini untuk mereka. Kegiatan ini tidak sering


dilakukan. Paling hanya hari raya, hari ulang tahun anggota keluarga Maheswara atau


saat Kamala ingin mendiskusikan sesuatu seperti hari ini.


“Makasi Mama, makanannya lezat sekali” Puji Arby saat


para pelayan mengambil piring mereka. Tapi Kamala hanya diam sambil menyesap teh


chamomile panas. Suasana kembali tegang


“Sudah aku bilang berapa kali sih, perempuan itu kan


ngga ada hubungan apa-apa sama keluarga kita, ngapain masih diundang?”ketus


Kamala pada Nania yang duduk di meja panjang. Nania tersentak, hanya Kamala


yang tidak suka dengan keberadaannya di keluarga ini. Nampaknya Kamala bisa


melihat pengaruh buruk Nania pada Shakti, ia juga bisa melihat niat buruknya


pada keluarganya. Selama ini Kamala menahan diri karena Shakti terlihat sangat


mencintai Nania. Tapi semenjak Shakti malah diputuskan oleh Nania sikapnya


berubah.


“Kan setiap kumpul juga diundang Ma, jadi udah


kebiasaan” kata Juna membela


“Kalau memang sudah kebiasaan, kenapa istri dan anak


kamu tidak dibawa juga?”ketus Kamala. Mendengar nada tinggi ibunya, Arbi


menyuruh semua anak-anak, istri-istri termasuk Nania pergi, yang tertinggal


hanya Robby dan ke 3 anaknya.


“Ma, ada apa sih ini, tiba-tiba ngumpul untuk makan


siang, sekarang pake ngusir Nania segala?”tanya Juna


“Iya, aku juga heran padahal baru beberapa hari lalu


kita makan-makan di Diamond”tambah Rezha. Kamala berpaling memandangi Juna


dengan tatapan tajam. Semua anggota keluarga Maheswara sangat takut pada


Kamala, lebih dari mereka takut pada Robby. Kamala bagaikan Ratu yang mengatur


seluruh pergerakan keluarga Maheswara. Ia memang tidak mengurusi perusahaan,


namun tidak ada sedikit pun urusan keluarga Maheswara yang luput dari pemantauannya


“Kamu Juna, Mama ngerti kalau Nania itu Direktur


perusahaan, tapi kalau sampai ada sesuatu di antara kalian, Mama ngga akan


tinggal diam”kata Kamala tajam, Juna menelan ludah ketakutan


“Mama ngomong apa sih, lagian kan dia sering kita


undang ke acara kita karena dulu dia pacarnya Shakti, jadi kebiasaan gitu Ma”


kilahnya gugup


“Kalau gitu mama tanya sekali lagi,mana istri dan


anak-anak kamu, sudah sebulan mereka tidak ikut acara keluarga”tanya Kamala.


Juna memalingkan muka lalu minum dari gelasnya sambil gemetar


“Mereka sibuk Ma, Grace kan sibuk sama butiknya,


anak-anak sibuk sekolah” jawabnya setelah menelan minumannya


“BOHONG… Grace sendiri yang bilang sama mama kamu


udah ngga pulang 2 bulan, mentang-mentang kamu dikasi fasilitas apartemen sama


papa kamu, kamu bisa seenaknya kaya gitu?”teriak Kamala, Juna kaget mamanya


bisa mengetahui hal itu, semua mata kini tertuju padanya


“Udahlah Ma, mereka kan punya masalah rumah tangganya


masing-masing, ngga perlu kita ikut campur”bela Robby


“Kamu juga papa, apa-apaan pake mecat Shakti segala,

__ADS_1


kamu lupa dia yang bantu kamu saat kamu ditinggalin anak-anak kamu sendiri…”


“MA...”teriak Arbi berusaha menghentikan Mamanya


“Kalian bertiga taunya Cuma main dan ngabisin uang


Papa. Ngga pernah belajar kerja, ngga pernah mau disuruh megang cabang atau


kantor pusat, tiba-tiba minta modal buat bikin mall, tempat hiburan, taman


hiburan, sama yang paling parah, minta buat bikin pabrik otomotif, enak aja


kaya mau jajan pizza” ketiga anaknya menunduk


“Semuanya ngga berkembang, Mall bahkan ngga sampai


grand opening karena ngga ada tenant yang mau mengisi Mall mu, Taman hiburan


bermasalah dengan vendor, tempat hiburan malam bermasalah dengan perizinan,


pabrik otomotif bahkan ngga bisa memenuhi kuota yang sudah dibayar pelanggan…”Ketiga


anaknya menunduk semakin dalam


“Ngga semua anak punya kemampuan bisnis ma”bela Robby


lagi


“Iya tapi kamu malah mendepak satu-satunya yang


membantu kamu waktu bisnis kamu hancur”


“Shakti terlalu ambisius Ma”Robby beralasan


“Shakti ambisius?, kalau dia ngga ambisius dia ngga


akan bisa membangun 4 perusahaan sambil menyelamatkan perusahaan kamu sekaligus


dalam waktu 10 tahun Pa. Mana anak-anak kesayangan kamu waktu uang kamu habis, Juna


kabur ke Kamboja sama Pacarnya, Arby sama Rezha sembunyi di Singapore, Aku Pa,


aku yang pontang panting jualin asset-aset, jual semua perhiasan aku,


berlian-berlianku, jual rumah, mobil, pabrik, kantor cabang karena kamu ngga


mau ketauan sedang bangkrut sama partner bisnis kamu. Aku yang hancur


reputasinya di semua teman-temanku” Robby terdiam, Arbi, Juna dan Rezha tidak


bisa melawan karena semua yang ibunya katakan benar


“Aku yang minta Shakti pulang untuk bantu kamu Pa,


karena kakak-kakaknya yang manja ngga ada satupun yang bisa diandalkan, bahkan


membereskan masalah PT Sigma lalu ia membangun anak perusahaan dengan


kemampuannya sendiri”Kamala murka, nada bicaranya masih tinggi, tak ada seorang


pun yang berani menatapnya


“Setelah perusahaan kembali maju apa yang kamu


lakukan pa, kamu bilang sama Shakti ‘Shakti berikan Sigma Cahaya Abadi pada


Arbi dan Rezha karena mereka baru menikah dan punya anak’ dan saat itu Shakti


memberikannya dengan sukarela itu yang papa bilang ambisius?”


“Apa papa takut bisnis papa diambil alih anak bungsu


papa, karena dia lebih mumpuni memimpin perusahaan daripada kakak-kakaknya


bahkan dari papanya sendiri?” tanya Kamala, Robby hanya menatapnya tidak


menjawab


“Kalau memang ia mau begitu, sejak awal dia pasti


menolak untuk membantu perusahaan mu Pa, karena dia tau hanya dia yang bisa


bekerja di antara kalian, dan perusahaan kalian tanpa dia pasti akan bangkrut”


kritik Kamala pedas


“Ma…”Rezha berusaha menyela, tidak tahan dengan


kata-kata ibunya


“Atau kalian lebih suka perusahaan kalian diambil


alih oleh orang lain seperti Nania. Shakti itu hanya ingin kalian mengakui dia


sebagai keluarga, sebagai anak, sebagai adik, karena sejak dia lahir kalian


sudah sibuk sendiri. Papa sibuk dengan pabrik elektronik dan kalian sebagai


kakak-kakaknya lebih senang membully adik kalian daripada bermain dengan dia”


“Ma, udah ma, jangan terus belain Shakti” potong Juna


kesal


“Oh, mama akan terus membela Shakti, karena kalian


semena-mena dan tidak ada satupun dari kalian yang membela Shakti”

__ADS_1


“Aku sudah bilang akan memberinya modal untuk membuat


perusahaan baru di bawah PT Sigma Internasional”


“Sampai kapan papa akan buat dia jadi sapi perah, dia


yang membesarkan anak perusahaan, lalu dihancurkan oleh kalian, terus dia buat


perusahaan baru, kalian hancurkan lagi, gitu terus…aku yakin dengan kalian


mendepak Shakti perusahaan yang kalian pegang akan hancur satu per satu” kata


Kamala


“Ma, jangan ngomong gitu dong, mama nyepelein kita”


tukas Arbi tidak terima


“Ya, karena kalian memang tidak mampu, kita lihat


sejauh mana kalian bisa buktikan untuk bertahan, pokonya sejak hari ini mama


minta semua asset dan harta kekayaan mama dipisah dari kalian, mama ngga mau


lagi disuruh jual-jual asset mama” tutup Kamala


“Dan singkirkan Nania dari pertemuan keluarga, dia


bukan keluarga. Kamu juga Juna, kalau kamu main gila sama perempuan itu, mama


tidak akan tinggal diam. Pulang ke rumah dan berbaikan dengan Grace, dia


perempuan baik-baik yang sudah memberikan mama cucu yang pintar-pintar, kalau


kamu menyakiti dia, mama habisi kamu” ancam Kamala


“Yang anak mama aku lho Ma” kata Juna


“Biarpun kamu anakku, darah dagingku, lahir dari


rahimku, kalau kamu salah tetap saja salah, harus kubuat benar dan lurus, tidak


dimanjakan seperti yang papa kalian buat, bikin kalian jadi seperti ini” Kamala


lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari ruang makan yang lantainya


berlapis marmer itu.


“Kamu sih Jun, pake ngundang Nania segala, kacau kan”


keluh Rezha saat suara sepatu Kamala sudah tidak terdengar lagi


“Iya, pake ngga pulang segala sih, kalaupun ada


masalah kalau ada acara gini Grace sama anak-anak bawa aja padahal, aku juga


gitu kalau lagi ada masalah sama istriku” kata Arbi


“Pa, ini gimana pa, papa ngga apa-apa mama ngasih


pernyataan kaya gitu?” Juna tidak mengomentari saudaranya, dan malah


mengalihkan topic pada ayahnya


“Ya kalian dengarlah apa kata mama kalian, kalian


sekarang sudah pegang perusahaan, kalau sampai hancur dan kalian ngga bisa


pertahanin, kalian ngga akan ada bantuan lagi” kata Robby sambil menghabiskan tehnya


“Tapi Pa, papa masih bisa ngasih bantuan kan?” tanya


Arbi


“Papa juga harus fokus sama perusahaan yang papa


pegang, jadi kalian jalan sendiri-sendiri dulu”Robby lalu berdiri dan berjalan


menjauhi meja makan


“Aaahhhh kacau semuanya”teriak Arbi saat melihat


Robby juga pergi


“Kamu sih Jun, ada-ada aja pake mecat Shakti” tuduh


Rezha kesal


“Kan kalian sendiri juga setuju kalau dia terlalu


ikut campur”kilah Juna


“Aku malah senang Shakti ikut campur, aku selalu


minta dia ikut me-review kemajuan perusahaan, apalagi kalau sedang ada masalah,


kami selalu minta bantuan Shakti, apalagi dia kan yang membangun perusahaan


yang kami ambil alih”kata Arbi yang disambut dengan anggukan Rezha


“Kita berdua mengakui kalau kita ngga bisa jalan


sendiri tanpa Shakti…sekarang papa juga angkat tangan, udah kacau semuanya” Arbi


dan Rezha lalu bangkit juga dari duduknya dan meninggalkan ruang makan keluarga


Maheswara yang mewah.

__ADS_1


-It’s Getting Better-


__ADS_2